Metapos.id, Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026 yang menyetujui seluruh agenda rapat. Salah satu keputusan penting dalam rapat tersebut adalah pengangkatan jajaran direksi baru untuk masa bakti 2026–2030 serta pengesahan Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Tahun Buku 2025.
Selain mengesahkan laporan tahunan, pemegang saham juga menetapkan Kantor Akuntan Publik Purwanto Susanti dan Surja sebagai auditor laporan keuangan Perseroan untuk Tahun Buku 2026. Seluruh agenda RUPST disetujui secara aklamasi oleh seluruh pemegang saham yang memiliki hak suara.
Jeffrey Hendrik resmi ditunjuk sebagai Direktur Utama BEI untuk periode 2026–2030. Ia akan didampingi enam direktur lainnya yang bertugas memperkuat transformasi perusahaan, tata kelola, serta daya saing pasar modal Indonesia.
Dalam rapat tersebut, BEI juga menyampaikan kinerja positif sepanjang 2025 meski sempat menghadapi tekanan akibat dinamika ekonomi global. Kondisi pasar mulai membaik pada paruh kedua tahun hingga IHSG berhasil mencatat puluhan rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Aktivitas perdagangan di pasar modal turut mengalami pertumbuhan yang signifikan selama 2025. Penghimpunan dana melalui IPO, obligasi, sukuk, serta berbagai aksi korporasi lainnya semakin memperkuat fungsi pasar modal sebagai sumber pembiayaan nasional.
Dari sisi keuangan, BEI membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp3,66 triliun dengan laba bersih mencapai Rp1,07 triliun. Pencapaian tersebut menjadi laba bersih tertinggi sepanjang sejarah Perseroan sekaligus menunjukkan fundamental keuangan yang semakin kuat.
BEI juga terus memperluas inklusi pasar modal melalui edukasi dan pengembangan layanan digital. Hingga akhir 2025, jumlah investor pasar modal Indonesia telah mencapai 20,3 juta atau meningkat hampir 37 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Melalui kepemimpinan baru, BEI menegaskan komitmennya untuk melanjutkan transformasi menuju bursa yang semakin modern, inklusif, dan berdaya saing global. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat integritas pasar modal sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan.







