Metapos.id, Jakarta – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) tengah menangani dugaan kekerasan yang dialami seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) berinisial AJ di Benghazi, Libya Timur. Informasi mengenai kasus tersebut sebelumnya ramai beredar di media sosial.
Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, mengatakan KBRI Tripoli telah berkoordinasi untuk memastikan kondisi AJ. Berdasarkan hasil penelusuran awal, pekerja migran asal Cianjur itu berada dalam keadaan aman dan tidak mengalami luka.
Meski demikian, Kemlu bersama KBRI Tripoli masih mengumpulkan informasi guna memperoleh gambaran lengkap mengenai peristiwa yang sebenarnya terjadi. Pendalaman dilakukan dengan melibatkan AJ, pihak majikan, serta sejumlah pihak terkait.
Heni menjelaskan AJ diketahui bekerja di Benghazi sejak Maret 2025. Namun, proses keberangkatannya diduga melalui jalur penempatan yang tidak sesuai prosedur oleh pihak sponsor.
Kemlu menyatakan akan terus berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk memastikan penanganan kasus berjalan sesuai mekanisme yang berlaku. Pemerintah juga menegaskan komitmennya dalam memberikan perlindungan kepada WNI yang menghadapi persoalan di luar negeri.
Selain menangani kasus tersebut, Kemlu kembali mengingatkan masyarakat agar menggunakan jalur resmi apabila ingin bekerja di luar negeri. Langkah itu dinilai penting untuk menjamin perlindungan hak, keamanan, dan keselamatan para pekerja migran Indonesia.






