Sunday, September 20, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Rupiah Bergerak Fluktuatif, Tekanan Dolar AS Masih Membayangi

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
22 December 2025
in Ekbis
Rupiah Bergerak Fluktuatif, Tekanan Dolar AS Masih Membayangi

Metapos.id, Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menunjukkan pergerakan tidak stabil pada perdagangan Senin (22/12/2025). Data Bloomberg mencatat rupiah sempat menguat saat pembukaan di level Rp16.748 per dolar AS, dibandingkan posisi penutupan akhir pekan lalu di Rp16.750.

Namun, penguatan tersebut tidak bertahan lama. Hingga pukul 10.30 WIB, rupiah berbalik melemah ke level Rp16.775 per dolar AS. Pada saat bersamaan, indeks dolar AS terpantau menguat ke posisi 98,61.

BACA JUGA

Harga BBM Nonsubsidi Stabil Sejak September

Premi Prudential Indonesia Tumbuh 25 Persen

Analis Pasar Uang, Rp16.775, menilai tekanan terhadap rupiah masih cukup kuat. Menurutnya, mata uang Garuda berpeluang kembali melemah ke area Rp16.750 per dolar AS seiring kombinasi sentimen domestik dan global yang belum kondusif.

“Sentimen dari dalam negeri maupun global masih mempengaruhi pergerakan rupiah,” kata Fikri.

Dari dalam negeri, perhatian pelaku pasar tertuju pada kondisi fiskal pemerintah. Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga November 2025 tercatat mencapai Rp560,3 triliun atau setara 2,35 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran defisit fiskal akan melebar hingga melampaui 2,7 persen pada akhir 2025. Sementara itu, pemerintah menargetkan defisit APBN tahun depan berada di kisaran 2,78 persen terhadap PDB.

Sementara dari faktor eksternal, penguatan dolar AS dipengaruhi oleh tren kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat. Kenaikan yield tersebut mendorong penguatan dolar dan menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Selain itu, rilis data penjualan ritel AS turut mempengaruhi pergerakan indeks dolar. Penjualan ritel AS pada Oktober 2025 tercatat sebesar USD732,6 miliar, dengan kenaikan bulanan 0,1 persen, lebih rendah dari ekspektasi pasar yang memperkirakan kenaikan 0,3 persen.

Meski demikian, secara tahunan penjualan ritel AS masih mencatatkan pertumbuhan sebesar 3,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Tags: APBNdolar AmerikaMetapos.idPDBRp16.775Rupiah
Previous Post

Kemlu RI Kawal Penanganan Enam WNI yang Ditahan Singapura karena Masuk Ilegal

Next Post

Kontrak Penambangan Blackwater Diperpanjang hingga 2030, BUMA Australia Kantongi AUD740 Juta

Related Posts

Isu Kenaikan BBM 2026, Pemerintah Tegaskan Harga BBM Tetap Tidak Berubah
Ekbis

Harga BBM Nonsubsidi Stabil Sejak September

15 September 2026
Premi Prudential Indonesia Tumbuh 25 Persen
Ekbis

Premi Prudential Indonesia Tumbuh 25 Persen

11 September 2026
Ini Tampang Eks Pegawai Bank Mandiri Taspen Jadi Terdakwa Kasus Dugaan Penipuan Pensiunan
Ekbis

Ini Tampang Eks Pegawai Bank Mandiri Taspen Jadi Terdakwa Kasus Dugaan Penipuan Pensiunan

11 September 2026
MSIG Life mencatat laba bersih Rp181 miliar pada semester I 2026, tumbuh 69% secara tahunan, ditopang pengelolaan biaya dan produktivitas.
Ekbis

MSIG Life Catat Laba Rp181 Miliar

10 September 2026
Petrokimia Gresik Gandeng PTFI Jaga Pasokan Pupuk
Ekbis

Petrokimia Gresik Gandeng PTFI Jaga Pasokan Pupuk

10 September 2026
200 Juta Rekening Warga Segera Dibuka, Pemerintah Ancam Tangkap Pelaku Judol
Ekbis

200 Juta Rekening Warga Segera Dibuka, Pemerintah Ancam Tangkap Pelaku Judol

10 September 2026
Next Post
Kontrak Penambangan Blackwater Diperpanjang hingga 2030, BUMA Australia Kantongi AUD740 Juta

Kontrak Penambangan Blackwater Diperpanjang hingga 2030, BUMA Australia Kantongi AUD740 Juta

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini