Thursday, November 5, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Rupiah Bergerak Fluktuatif, Tekanan Dolar AS Masih Membayangi

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
22 December 2025
in Ekbis
Rupiah Bergerak Fluktuatif, Tekanan Dolar AS Masih Membayangi

Metapos.id, Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menunjukkan pergerakan tidak stabil pada perdagangan Senin (22/12/2025). Data Bloomberg mencatat rupiah sempat menguat saat pembukaan di level Rp16.748 per dolar AS, dibandingkan posisi penutupan akhir pekan lalu di Rp16.750.

Namun, penguatan tersebut tidak bertahan lama. Hingga pukul 10.30 WIB, rupiah berbalik melemah ke level Rp16.775 per dolar AS. Pada saat bersamaan, indeks dolar AS terpantau menguat ke posisi 98,61.

BACA JUGA

ASABRI Bekali Anggota Polri Polda Riau Hadapi Masa Purnabakti

KPEI Raih Dua Penghargaan TOP Human Capital Awards 2026

Analis Pasar Uang, Rp16.775, menilai tekanan terhadap rupiah masih cukup kuat. Menurutnya, mata uang Garuda berpeluang kembali melemah ke area Rp16.750 per dolar AS seiring kombinasi sentimen domestik dan global yang belum kondusif.

“Sentimen dari dalam negeri maupun global masih mempengaruhi pergerakan rupiah,” kata Fikri.

Dari dalam negeri, perhatian pelaku pasar tertuju pada kondisi fiskal pemerintah. Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga November 2025 tercatat mencapai Rp560,3 triliun atau setara 2,35 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran defisit fiskal akan melebar hingga melampaui 2,7 persen pada akhir 2025. Sementara itu, pemerintah menargetkan defisit APBN tahun depan berada di kisaran 2,78 persen terhadap PDB.

Sementara dari faktor eksternal, penguatan dolar AS dipengaruhi oleh tren kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat. Kenaikan yield tersebut mendorong penguatan dolar dan menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Selain itu, rilis data penjualan ritel AS turut mempengaruhi pergerakan indeks dolar. Penjualan ritel AS pada Oktober 2025 tercatat sebesar USD732,6 miliar, dengan kenaikan bulanan 0,1 persen, lebih rendah dari ekspektasi pasar yang memperkirakan kenaikan 0,3 persen.

Meski demikian, secara tahunan penjualan ritel AS masih mencatatkan pertumbuhan sebesar 3,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Tags: APBNdolar AmerikaMetapos.idPDBRp16.775Rupiah
Previous Post

Kemlu RI Kawal Penanganan Enam WNI yang Ditahan Singapura karena Masuk Ilegal

Next Post

Kontrak Penambangan Blackwater Diperpanjang hingga 2030, BUMA Australia Kantongi AUD740 Juta

Related Posts

ASABRI Bekali Anggota Polri Polda Riau Hadapi Masa Purnabakti
Ekbis

ASABRI Bekali Anggota Polri Polda Riau Hadapi Masa Purnabakti

4 November 2026
KPEI Raih Dua Penghargaan TOP Human Capital Awards 2026
Ekbis

KPEI Raih Dua Penghargaan TOP Human Capital Awards 2026

3 November 2026
Airlangga Buka Suara soal Kemungkinan QRIS Dikenakan Pajak
Ekbis

Airlangga Buka Suara soal Kemungkinan QRIS Dikenakan Pajak

3 November 2026
Sidak Koperasi Merah Putih Jakarta, Kepala Staf Kepresidenan Pastikan Stok Obat Tersedia
Ekbis

Sidak Koperasi Merah Putih Jakarta, Kepala Staf Kepresidenan Pastikan Stok Obat Tersedia

2 November 2026
Pupuk Indonesia Bangun Pabrik Soda Ash Rp? Bersama Petrokimia dan Rekind
Ekbis

Pupuk Indonesia Bangun Pabrik Soda Ash Rp? Bersama Petrokimia dan Rekind

2 November 2026
Indonesia SIPF dan SIPC Jalin Kerja Sama Pelindungan Investor
Ekbis

Indonesia SIPF dan SIPC Jalin Kerja Sama Pelindungan Investor

2 November 2026
Next Post
Kontrak Penambangan Blackwater Diperpanjang hingga 2030, BUMA Australia Kantongi AUD740 Juta

Kontrak Penambangan Blackwater Diperpanjang hingga 2030, BUMA Australia Kantongi AUD740 Juta

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini