Tuesday, June 9, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Roblox Dilarang di Rusia karena Diduga Sebarkan Propaganda Ekstremisme & LGBT

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
9 December 2025
in Internasional
Roblox Dilarang di Rusia karena Diduga Sebarkan Propaganda Ekstremisme & LGBT

Metapos.id, Jakarta – Pemerintah Rusia secara resmi memblokir akses ke platform game asal Amerika Serikat, Roblox. Keputusan ini diumumkan oleh badan pengawas komunikasi Roskomnadzor pada Rabu, dengan tuduhan bahwa Roblox menyebarkan materi ekstremis serta propaganda LGBT, dan mengandung konten yang dianggap berbahaya bagi perkembangan spiritual dan moral anak-anak.

Pemblokiran ini menjadi bagian dari pengetatan kontrol terhadap layanan digital Barat. Pada 2023, Rusia menetapkan apa yang mereka sebut sebagai “gerakan LGBT internasional” sebagai organisasi ekstremis, memungkinkan penuntutan pidana terhadap individu LGBT maupun pendukungnya.

BACA JUGA

AS Jadi Penyumbang Terbesar dalam Rekor Belanja Senjata Nuklir Global

Gempa Sarangani Filipina Berdampak pada Lebih dari 3,2 Juta Siswa

Sebelumnya, aplikasi belajar bahasa Duolingo juga menghapus konten yang dianggap mempromosikan hubungan “non-tradisional” setelah mendapat peringatan dari Roskomnadzor.

Menanggapi kebijakan tersebut, juru bicara Roblox menegaskan bahwa perusahaan selalu berkomitmen mematuhi aturan lokal dan menyediakan platform yang aman, kreatif, serta positif bagi para penggunanya. Roblox tercatat memiliki rata-rata 151,5 juta pengguna aktif harian pada kuartal ketiga 2025.

Roblox juga pernah dilarang di beberapa negara seperti Irak dan Turki karena kekhawatiran terkait predator daring yang menargetkan anak-anak. Sementara itu, Roskomnadzor terus membatasi akses ke media dan teknologi Barat yang dianggap melanggar hukum Rusia.

Pemblokiran ini juga terjadi setelah Rusia membatasi sejumlah fitur panggilan di WhatsApp dan Telegram pada Agustus, karena kedua platform tersebut dinilai tidak kooperatif dalam berbagi informasi terkait kasus penipuan dan terorisme.

Tags: AnakgameMetapos.idMoralplatformRobloxRoskomnadzorRusia
Previous Post

Kasus Penipuan Ayu Puspita: Korban dari Berbagai Kota Angkat Suara

Next Post

TNI Tegaskan Jalur Bantuan Bencana di Sumatera Harus Bebas Hambatan

Related Posts

AS Jadi Penyumbang Terbesar dalam Rekor Belanja Senjata Nuklir Global
Internasional

AS Jadi Penyumbang Terbesar dalam Rekor Belanja Senjata Nuklir Global

9 June 2026
Angklung Bukan Sekadar Alat Musik, Simbol Kebersamaan dan Harmoni
Internasional

Gempa Sarangani Filipina Berdampak pada Lebih dari 3,2 Juta Siswa

9 June 2026
Malaysia Keluarkan Peringatan Tsunami Usai Gempa Kuat di Filipina
Internasional

Malaysia Keluarkan Peringatan Tsunami Usai Gempa Kuat di Filipina

8 June 2026
Gempa Bumi Magnitudo 8,1 Terjadi di Perairan Filipina
Internasional

Gempa Bumi Magnitudo 8,1 Terjadi di Perairan Filipina

8 June 2026
Hubungan Dagang Memanas, China Protes Kebijakan Baru AS
Ekbis

Hubungan Dagang Memanas, China Protes Kebijakan Baru AS

5 June 2026
21 Tewas dalam Kebakaran Dua Hotel di Delhi, Tamu Lompat dari Lantai Atas
Internasional

21 Tewas dalam Kebakaran Dua Hotel di Delhi, Tamu Lompat dari Lantai Atas

4 June 2026
Next Post
TNI Tegaskan Jalur Bantuan Bencana di Sumatera Harus Bebas Hambatan

TNI Tegaskan Jalur Bantuan Bencana di Sumatera Harus Bebas Hambatan

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini