Metapos.id, Jakarta – Wacana Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengambil alih Greenland kembali memicu penolakan luas. Ribuan warga Greenland bersama masyarakat di wilayah utama Denmark turun ke jalan untuk menyuarakan protes terhadap rencana tersebut.
Trump sebelumnya secara terbuka mengungkapkan minat Amerika Serikat untuk menguasai Greenland, wilayah strategis di kawasan Arktik yang saat ini berstatus sebagai daerah otonomi di bawah Kerajaan Denmark.
Bahkan, ia sempat melontarkan ancaman akan memberlakukan tarif perdagangan tinggi kepada negara-negara yang menentang rencana itu.
“Kami bisa saja mengenakan tarif terhadap negara yang tidak menyetujui pengambilalihan Greenland, karena wilayah itu kami anggap penting bagi keamanan nasional,” kata Trump dalam pernyataan yang dikutip dari AFP, Sabtu (17/1/2026).
Pernyataan tersebut kembali ditegaskan Trump saat menghadiri diskusi meja bundar terkait isu kesehatan di Gedung Putih pada Jumat (16/1). Ia menyebut langkah pengenaan tarif sebagai salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan oleh pemerintahannya.
Greenland dinilai memiliki nilai strategis tinggi, baik dari sisi geopolitik maupun pertahanan, terutama di kawasan Arktik.
Wilayah tersebut merupakan bagian dari Kerajaan Denmark, yang juga dikenal sebagai sekutu dekat Amerika Serikat dalam aliansi NATO.
Rencana pengambilalihan itu pun memicu kekhawatiran dan penolakan keras dari masyarakat Greenland. Mereka menegaskan komitmen untuk mempertahankan kedaulatan wilayah serta menolak segala bentuk intervensi asing.
Aksi demonstrasi yang digelar menjadi simbol perlawanan warga terhadap campur tangan pihak luar dan tuntutan agar status Greenland sebagai wilayah di bawah kedaulatan Denmark tetap dihormati.












