Thursday, September 17, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Presiden Jokowi: Dunia Sedang Krisis Pangan hingga Sulit Cari Beras

Afizahri by Afizahri
1 March 2024
in Ekbis
Jokowi Restui Hutama Karya Dapat PMN Rp23,85 Triliun

Jakarta,Metapos .id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui, kini kondisi dunia sedang mengalami krisis pangan. Lantas, hal ini menyebabkan Indonesia pun sulit untuk mengimpor beras.

“Dunia sekarang ini sedang mengalami krisis pangan semua negara sangat berhati-hati terhadap pangan,” ujar Jokowi dalam peresmian pabrik Amonium Nitrat di Bontang, Kalimantan Timur, seperti dilihat di YouTube Sekretariat Presiden, Kamis, 29 Februari.

BACA JUGA

Harga BBM Nonsubsidi Stabil Sejak September

Premi Prudential Indonesia Tumbuh 25 Persen

Jokowi menjelaskan, sebelumnya Indonesia masih begitu mudah untuk mengimpor beras. Namun, saat ini kondisi tersebut sangat sulit dilakukan lantaran kondisi dunia yang saat ini memang mengalami krisis pangan.

“Dulu kalau kami impor yang namanya beras, gandum begitu sangat mudahnya kami cari. Sekarang ini semua negara, 22 negara yang biasanya gampang kami beli berasnya sekarang ngerem semuanya. Bahkan, ada yang setop untuk bisa dibeli berasnya,” kata dia.

Oleh karena itu, Jokowi menyebut produktivitas pangan sangat penting. Sehingga, pembangunan pabrik pupuk diperlukan untuk menunjang produksi. Terlebih, saat ini banyak bahan baku pupuk yang masih impor.

Sehingga, Jokowi mengapresiasi pembangunan pabrik pupuk amonia di Kalimantan Timur tersebut.

“Beberapa komponen dan bahan baku pupuk kami masih impor. Sehingga, kemandirian itu menjadi tidak kami miliki. Oleh sebab itu, saya mengapresiasi dan menghargai hargai upaya keras pembangunan industri amonium nitrat ini,” imbuhnya.

Tags: BerasJokowiKrisis panganMetapos.id
Previous Post

Ekonomi Indonesia Sulit Tumbuh 6 Persen, Ini Alasannya

Next Post

Pabrik Amonium Nitrat Senilai Rp1,2 Triliun Beroperasi, Menteri BUMN: Bakal Kurangi 21 Persen Impor

Related Posts

Isu Kenaikan BBM 2026, Pemerintah Tegaskan Harga BBM Tetap Tidak Berubah
Ekbis

Harga BBM Nonsubsidi Stabil Sejak September

15 September 2026
Premi Prudential Indonesia Tumbuh 25 Persen
Ekbis

Premi Prudential Indonesia Tumbuh 25 Persen

11 September 2026
Ini Tampang Eks Pegawai Bank Mandiri Taspen Jadi Terdakwa Kasus Dugaan Penipuan Pensiunan
Ekbis

Ini Tampang Eks Pegawai Bank Mandiri Taspen Jadi Terdakwa Kasus Dugaan Penipuan Pensiunan

11 September 2026
MSIG Life mencatat laba bersih Rp181 miliar pada semester I 2026, tumbuh 69% secara tahunan, ditopang pengelolaan biaya dan produktivitas.
Ekbis

MSIG Life Catat Laba Rp181 Miliar

10 September 2026
Petrokimia Gresik Gandeng PTFI Jaga Pasokan Pupuk
Ekbis

Petrokimia Gresik Gandeng PTFI Jaga Pasokan Pupuk

10 September 2026
200 Juta Rekening Warga Segera Dibuka, Pemerintah Ancam Tangkap Pelaku Judol
Ekbis

200 Juta Rekening Warga Segera Dibuka, Pemerintah Ancam Tangkap Pelaku Judol

10 September 2026
Next Post
Menteri BUMN Erick Thohir Resmi Bubarkan 7 Perusahaan Pelat Merah

Pabrik Amonium Nitrat Senilai Rp1,2 Triliun Beroperasi, Menteri BUMN: Bakal Kurangi 21 Persen Impor

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini