Metapos.id, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan tingkat kemacetan Jakarta kini lebih baik dibandingkan New York. Ia menyebut Jakarta berada di peringkat 17 dunia dalam hal transportasi.
“Yang membuat Mayor Mamdani [Wali Kota New York] kaget adalah secara ranking Jakarta juga jauh lebih baik daripada New York dalam hal transportasi. Kita ranking 17 dunia, New York jauh lebih di bawah,” Kata Pramono dikutip dari CNN Indonesia, Sabtu (03/10/2026).
Pramono mengatakan kondisi tersebut membuat Zohran Mamdani mempertanyakan kunci Jakarta bisa memperbaiki transportasinya. Sebab, menurutnya, kemacetan Jakarta sebelumnya lebih parah dibandingkan New York.
Pramono kemudian menyebut Transjabodetabek menjadi salah satu faktor penting dalam mengurangi kemacetan. Transportasi kini tidak hanya menghubungkan wilayah Jakarta, tetapi juga daerah penyangga.
“Karena Transjabodetabek lah salah satu kata kunci yang membuat transportasi di Jakarta menjadi lebih baik,” ujarnya.
Menurut Pramono, wilayah sekitar Jakarta seperti Bekasi, Depok, Bogor, Tangerang, hingga Tangerang Selatan kini terhubung dengan transportasi umum, termasuk Bus Transjakarta.
“Sekarang ada koneksi pakai Bus Transjakarta, itulah yang kemudian secara signifikan menurunkan kemacetan,” kata Pramono.
Selain Transjakarta, ia menyebut Commuter Line atau KRL turut membantu mengurangi kemacetan. Moda transportasi tersebut juga menjadi alternatif bagi masyarakat yang menghadiri konser dan ingin menghindari kemacetan saat perjalanan pulang.
“Parkirnya sekarang ini semuanya di Ancol. Kita hubungkan antara Jakarta International Stadium (JIS) dengan Ancol dan kemudian ada KRL. Orang senang karena rata-rata sekarang orang kalau nonton konser The Weeknd [nama konser] ini mereka pulang ke kediamannya masing-masing itu hanya membutuhkan 25 hingga 30 menit bahkan,” jelasnya.
Moda transportasi lain yang disebut berkontribusi terhadap pengurangan kemacetan adalah MRT, LRT, Transjabodetabek, Minitrans, dan Jaklingko.
Pramono juga memperluas jaringan LRT untuk meningkatkan konektivitas. Salah satunya pembangunan rute LRT Kelapa Gading-Manggarai yang sebelumnya hanya melayani rute Kelapa Gading-Velodrome.
“Dulu LRT nya kan hanya dari Kelapa Gading sampai Velodrome, hanya itu saja sampai kapanpun LRT itu enggak akan bisa berkembang karena terlalu pendek tidak menghubungkan ke mana-mana. Maka, kemudian saya menarik menyelesaikan [pembangunan LRT] sampai dengan Manggarai,” ujar Pramono.
Selain itu, pembangunan rute LRT menuju Dukuh Atas masih dilakukan dan ditargetkan selesai pada 2028.
“Dan mudah-mudahan tahun 2028 sampai dengan Dukuh Atas,” sambungnya.
Pramono juga merencanakan rute LRT menuju Jakarta International Stadium (JIS) serta Stasiun Kereta Cepat Halim. Ia berharap pembangunan sejumlah rute tersebut dapat rampung sebelum masa kepemimpinannya berakhir.
“Sehingga mudah-mudahan itu akan selesai dalam era ini,” ucapnya.
Pramono menilai perluasan jaringan tersebut akan membuat pilihan transportasi umum semakin beragam. Dengan demikian, masyarakat di Jakarta dan wilayah sekitarnya memiliki lebih banyak alternatif untuk bepergian.







