Metapos.id, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto meminta tiga orang yang diduga berkaitan dengan pembakaran hutan dan lahan di Riau dibawa ke Jakarta. Ketiganya akan menjalani pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut.
Arahan tersebut disampaikan Prabowo dalam rapat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berlangsung di Lanud Roesmin Nasjudin, dikutip dari berbagai sumber, Selasa (25/8/2026).
Dalam rapat itu, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan melaporkan adanya tiga orang yang berada di sekitar lokasi karhutla. Saat diperiksa, mereka mengaku datang ke kawasan tersebut untuk memancing.
“Padahal alasan dia hanyalah untuk memancing, padahal tidak ada lokasi memancing,” kata Herry.
Setelah menerima laporan tersebut, Prabowo meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membawa ketiga orang itu ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih mendalam.
“Tolong dikirim ke Jakarta, Kapolri. Kita dalami,” kata Prabowo.
Presiden juga meminta BIN dilibatkan dalam proses pendalaman kasus tersebut untuk membantu mengungkap fakta di balik dugaan pembakaran hutan.
“Nanti pendalamannya saya juga minta BIN (Badan Intelijen Negara) ikut, ya,” kata Prabowo.
Herry menyampaikan, kepolisian Riau telah menangani 94 kasus karhutla sejak 2025 hingga 2026 dengan jumlah tersangka mencapai 106 orang. Sementara itu, sepanjang Januari hingga Agustus 2026 tercatat 33 laporan dengan 36 tersangka dan total area terbakar mencapai 806,57 hektar.
Menurut Herry, faktor manusia menjadi penyebab seluruh kasus karhutla yang ditangani kepolisian di wilayah tersebut, baik akibat tindakan yang disengaja maupun tidak disengaja.
“Semuanya dari manusia baik yang disengaja maupun tidak disengaja,” kata dia.
Sebagai langkah pencegahan, kepolisian telah memasang 513 papan peringatan mengenai karhutla di sejumlah wilayah Kabupaten Rokan Hilir.







