Metapos.id, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerima 46,6 ton bantuan untuk perempuan dan anak yang terdampak gempa berkekuatan M7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bantuan tersebut diberikan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) bersama sejumlah mitra pembangunan untuk memenuhi kebutuhan warga di tujuh kabupaten terdampak.
Bantuan diterima BNPB di Pos Pendukung Logistik Nasional di Halim Perdanakusuma, Jakarta, yang menjadi lokasi pengelolaan dan koordinasi bantuan.
Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Dr. Raditya Jati, didampingi tenaga ahli Kepala BNPB Mayjen (Purn) Sun Suripto.
“Pemerintah bergerak cepat sejak hari pertama pascabencana. Namun, penanganan bencana tidak bisa dilakukan sendiri, butuh kolaborasi dan sinergi yang solid serta efektif. Berdasarkan koordinasi dengan dinas di daerah,” ujar Arifatul, dikutip dari berbagai sumber, Senin (24/08/2026).
Arifatul mengatakan pemetaan kebutuhan menemukan sejumlah keperluan khusus bagi perempuan dan anak yang harus segera dipenuhi.
Logistik yang dikirim meliputi nutrisi balita dan anak, air minum kemasan, makanan olahan, makanan siap saji, serta perlengkapan sanitasi dan kebersihan.
Bantuan kesehatan juga mencakup popok bayi, pembalut, sabun, pasta dan sikat gigi, serta losion antinyamuk.
Selain itu, warga menerima pakaian anak dan dewasa, mukena, abaya, handuk, selimut, sarung, serta buku edukasi psikososial berupa buku cerita dan mewarnai.
Kebutuhan tersebut dipetakan melalui koordinasi Kemen PPPA dengan Dinas P3A Provinsi dan tujuh kabupaten terdampak sebelum dibahas bersama mitra pembangunan.
Sejumlah pihak turut mendukung bantuan tersebut, antara lain APSAI, APNIA, Danone, APJI, Muslimat NU, PWKI, IWAPI, Unilever, PERKIN, dan Nestlé.
BNPB kemudian berkoordinasi dengan pos logistik di Labuan Bajo dan Maumere untuk memastikan bantuan tersalurkan secara aman, lancar, dan tepat sasaran.







