Metapos.id, Jakarta – Polda Metro Jaya terus melanjutkan penyidikan kasus kecelakaan kereta di Bekasi Timur. Pemeriksaan saksi kembali dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.
Sejumlah pihak dijadwalkan hadir dalam pemeriksaan hari ini. Mereka berasal dari berbagai instansi yang dinilai memiliki keterkaitan langsung dengan peristiwa tersebut.
Manajemen taksi listrik Green SM menjadi salah satu pihak yang diperiksa. Selain itu, dinas pekerjaan umum, dinas tata ruang, serta Direktorat Jenderal Perkeretaapian juga dimintai keterangan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, menyatakan pemeriksaan dilakukan sejak pagi hari. Langkah ini bertujuan memperkuat alat bukti dalam proses penyidikan.
Selain pihak eksternal, penyidik turut memeriksa internal PT Kereta Api Indonesia. Pemeriksaan dilakukan di Kantor Daops 1 Manggarai dengan melibatkan sejumlah petugas operasional.
Kasus ini telah naik ke tahap penyidikan setelah ditemukan unsur pidana. Keputusan tersebut didasarkan pada hasil olah TKP, pemeriksaan saksi, serta analisis rekaman CCTV.
Kecelakaan melibatkan KA Argo Bromo Anggrek, dua KRL, dan sebuah taksi listrik. Insiden ini menyebabkan 16 orang meninggal dunia dan sekitar 90 korban lainnya mengalami luka-luka.
Saat ini, penyidik masih mendalami seluruh fakta untuk menentukan pihak yang bertanggung jawab. Polisi memastikan proses berjalan profesional dan akan menyampaikan perkembangan secara berkala.







