Metapos.id, Jakarta – Dua tempat ibadah umat Hindu di Kabupaten Karangasem, Bali, dilanda kebakaran dalam dua kejadian terpisah yang terjadi dalam waktu berdekatan. Kebakaran tersebut diduga kuat dipicu sambaran petir saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Total kerugian materiil akibat peristiwa ini diperkirakan mencapai Rp3,6 miliar.
Kejadian pertama menimpa Pura Pedarman Arya Gajah Para yang berada di Banjar Dinas Batumadeg, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, pada Senin (12/1) sekitar pukul 13.50 WITA. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Karangasem, Artha Negara, menyampaikan bahwa kerugian akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai Rp1,6 miliar. Dalam peristiwa ini, satu meru tumpang sembilan dan satu pelinggih dilaporkan hangus terbakar, sementara delapan bangunan pura lainnya berhasil diselamatkan.
Petugas pemadam kebakaran mengerahkan enam unit armada dan 19 personel dari Pos Selat dan Pos Karangasem, serta mendapat bantuan dari Damkar Klungkung. Proses pemadaman menghabiskan sekitar 23 ribu liter air hingga api berhasil dikendalikan sepenuhnya.
Sementara itu, kebakaran juga terjadi di Pura Bukit Tegeh, Banjar Dinas Sangkan Gunung, Desa Sangkan Gunung, Kecamatan Sidemen, pada Minggu (11/1) sekitar pukul 15.24 WITA. Api melalap satu meru tumpang sebelas dan satu meru tumpang tiga dengan luas area terdampak sekitar 20 x 21 meter. Kerugian materiil dari kejadian ini diperkirakan mencapai Rp2 miliar.
Sebanyak 23 personel pemadam kebakaran dengan enam unit armada dikerahkan ke lokasi. Petugas menggunakan sekitar 19 ribu liter air untuk memadamkan api dan berhasil menyelamatkan sejumlah bangunan suci, di antaranya satu pesamuan kelod, satu pesamuan baler, serta enam pelinggih.
Artha Negara menegaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kebakaran di kedua lokasi tersebut diduga kuat disebabkan oleh sambaran petir.













