Metapos.id, Jakarta – Hukumonline kembali menyelenggarakan Indonesia Regulatory Compliance Awards (IRCA) 2026 sebagai forum apresiasi sekaligus ruang strategis untuk memperkuat budaya kepatuhan dan tata kelola perusahaan di Indonesia.
Pada tahun ketiga penyelenggaraannya, Indonesia Regulatory Compliance Awards 2026 dihadiri pimpinan perusahaan, praktisi hukum, regulator, akademisi, hingga berbagai pemangku kepentingan lintas sektor industri.
Chief Executive Officer Hukumonline, Arkka Dhiratara, mengatakan fungsi legal dan compliance kini memiliki peran yang semakin strategis di tengah tantangan global dan kompleksitas regulasi yang terus berkembang.
Menurutnya, kepatuhan saat ini tidak lagi dipandang sebagai kewajiban administratif semata, tetapi menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan bisnis dan daya saing perusahaan.
IRCA 2026 juga menghadirkan Regulatory Compliance Summit dan Regulatory Compliance Breakout Sessions yang membahas isu tata kelola perusahaan, ESG, perlindungan data, manajemen risiko, hingga tantangan kepatuhan lintas yurisdiksi.
Perwakilan Dewan Juri IRCA 2026, Natalia Soebagjo, menilai praktik kepatuhan perusahaan di Indonesia menunjukkan perkembangan positif. Menurutnya, semakin banyak perusahaan mulai menjadikan kepatuhan sebagai bagian integral dari keberlanjutan bisnis.
Sementara itu, Chief Media and Engagement Officer Hukumonline, Amrie Hakim, mengungkapkan jumlah peserta IRCA 2026 meningkat 23 persen dibanding tahun sebelumnya.
Tahun ini, sebanyak 131 perusahaan dari 23 sektor industri tercatat berpartisipasi dalam ajang tersebut.
Dalam penyelenggaraan IRCA 2026, Hukumonline juga menyempurnakan metodologi penilaian melalui kerangka klasifikasi PROSPER yang mempertimbangkan tingkat regulasi industri, risiko usaha, kompleksitas bisnis, serta skala operasional perusahaan.
Menurut Amrie, IRCA tidak hanya menjadi ajang penghargaan, tetapi juga ruang pembelajaran bersama untuk mendorong praktik kepatuhan yang lebih adaptif, strategis, dan berkelanjutan di Indonesia.







