Sunday, September 20, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Perang Timur Tengah Picu Kepanikan Energi, Negara-negara Ramai-ramai Hemat

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
22 March 2026
in Internasional
Perang Timur Tengah Picu Kepanikan Energi, Negara-negara Ramai-ramai Hemat

Metapos.id, Jakarta – Konflik yang memanas di kawasan Timur Tengah antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel mulai berdampak besar terhadap pasokan energi global. Kondisi ini membuat banyak negara berada dalam posisi sulit, antara harus menghadapi kenaikan harga energi atau menekan konsumsi.

Salah satu dampak paling terasa adalah terganggunya jalur distribusi energi strategis seperti Selat Hormuz, yang selama ini menjadi jalur utama bagi sekitar 20% pasokan minyak dan gas dunia. Di sisi lain, serangan terhadap fasilitas energi seperti kilang minyak dan instalasi gas turut memperburuk kondisi pasokan global.

BACA JUGA

Iran Ajukan 7 Syarat ke AS untuk Akhiri Konflik Hormuz

Korea Selatan Bakal Izinkan Pil Aborsi

Situasi tersebut mendorong lonjakan harga energi secara signifikan, bahkan mencapai sekitar 50%. Harga minyak dunia kini sudah menembus US$110 per barel, sementara minyak dari kawasan Timur Tengah hampir menyentuh US$164 per barel.

Badan Energi Internasional (IEA) menilai krisis ini sebagai salah satu yang terparah dalam sejarah, bahkan disebut lebih serius dibandingkan krisis minyak pada 1970-an. Para analis juga menilai bahwa langkah penghematan saja tidak cukup, karena tingginya harga energi akan secara otomatis menekan tingkat konsumsi masyarakat.

Beberapa negara telah berupaya mengurangi dampak dengan mengeluarkan cadangan minyak strategis dalam jumlah besar. Namun, langkah ini dinilai belum mampu menutup kekurangan pasokan jika konflik terus berlangsung dalam waktu lama.

Sebagai langkah antisipasi, berbagai negara mulai menerapkan kebijakan penghematan energi. Upaya yang dilakukan antara lain mengurangi penggunaan listrik dan bahan bakar, mendorong penggunaan transportasi umum, hingga membatasi aktivitas industri yang membutuhkan energi besar.

Sejumlah negara juga mengambil kebijakan khusus. Thailand, misalnya, mengimbau aparatur sipil negara untuk menghemat energi dengan membatasi perjalanan dinas dan lebih sering menggunakan tangga. Bangladesh memilih menutup kampus, sementara Sri Lanka memberlakukan pembatasan bahan bakar. China menghentikan ekspor bahan bakar olahan, dan Inggris menyiapkan langkah darurat seperti menurunkan batas kecepatan kendaraan untuk menghemat konsumsi energi.

Dampak konflik ini tidak hanya terasa di sektor energi, tetapi juga merambah ke sektor lain.

Terganggunya distribusi pupuk menyebabkan harga melonjak hingga 30–40%, sehingga sejumlah negara terpaksa menghentikan produksi. Jika kondisi ini terus berlanjut, produksi pangan global dikhawatirkan menurun dan memperburuk ketahanan pangan.

Selain itu, rantai pasok berbagai komoditas penting seperti helium, obat-obatan, dan logistik juga ikut terdampak. Hal ini berpotensi meningkatkan biaya produksi sekaligus mendorong kenaikan harga barang di tingkat konsumen.

Tags: berdampakHematIran Israel Amerikakenaikan harga energiKonflik timur tengahmenekan konsumsiMetapos.idposisi sulit
Previous Post

Harga Emas Anjlok Drastis di Momen Lebaran, Ada Apa Sebenarnya?

Next Post

Berbagi di Bulan Ramadan, Tugu Insurance Salurkan Ribuan Bantuan Sosial

Related Posts

Iran Ajukan 7 Syarat ke AS untuk Akhiri Konflik Hormuz
Internasional

Iran Ajukan 7 Syarat ke AS untuk Akhiri Konflik Hormuz

20 September 2026
Pemerintah Korea Selatan menyiapkan izin penggunaan pil aborsi hingga usia kehamilan sembilan minggu dan menargetkan penerapannya pada kuartal pertama 2027.
Internasional

Korea Selatan Bakal Izinkan Pil Aborsi

17 September 2026
Houthi-Arab Saudi Tegang, WNI Kapan Harus Dipulangkan?
Internasional

Houthi-Arab Saudi Tegang, WNI Kapan Harus Dipulangkan?

17 September 2026
Trump Tuding Zelensky Picu Harga Solar Naik
Internasional

Putin: Potensi BRICS Masih Sangat Besar

15 September 2026
Trump Tuding Zelensky Picu Harga Solar Naik
Internasional

Trump Tuding Zelensky Picu Harga Solar Naik

15 September 2026
Saudi Terdesak Houthi, Mengapa Trump Pilih Mundur?
Internasional

Saudi Terdesak Houthi, Mengapa Trump Pilih Mundur?

14 September 2026
Next Post
Berbagi di Bulan Ramadan, Tugu Insurance Salurkan Ribuan Bantuan Sosial

Berbagi di Bulan Ramadan, Tugu Insurance Salurkan Ribuan Bantuan Sosial

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini