Monday, June 22, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Perang Timur Tengah Picu Kepanikan Energi, Negara-negara Ramai-ramai Hemat

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
22 March 2026
in Internasional
Perang Timur Tengah Picu Kepanikan Energi, Negara-negara Ramai-ramai Hemat

Metapos.id, Jakarta – Konflik yang memanas di kawasan Timur Tengah antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel mulai berdampak besar terhadap pasokan energi global. Kondisi ini membuat banyak negara berada dalam posisi sulit, antara harus menghadapi kenaikan harga energi atau menekan konsumsi.

Salah satu dampak paling terasa adalah terganggunya jalur distribusi energi strategis seperti Selat Hormuz, yang selama ini menjadi jalur utama bagi sekitar 20% pasokan minyak dan gas dunia. Di sisi lain, serangan terhadap fasilitas energi seperti kilang minyak dan instalasi gas turut memperburuk kondisi pasokan global.

BACA JUGA

Deretan Perusahaan yang Paling Banyak Kantongi Kontrak Pemerintah AS

Harga Minyak Naik, Puluhan Kapal Tanker Mulai Tinggalkan Selat Hormuz

Situasi tersebut mendorong lonjakan harga energi secara signifikan, bahkan mencapai sekitar 50%. Harga minyak dunia kini sudah menembus US$110 per barel, sementara minyak dari kawasan Timur Tengah hampir menyentuh US$164 per barel.

Badan Energi Internasional (IEA) menilai krisis ini sebagai salah satu yang terparah dalam sejarah, bahkan disebut lebih serius dibandingkan krisis minyak pada 1970-an. Para analis juga menilai bahwa langkah penghematan saja tidak cukup, karena tingginya harga energi akan secara otomatis menekan tingkat konsumsi masyarakat.

Beberapa negara telah berupaya mengurangi dampak dengan mengeluarkan cadangan minyak strategis dalam jumlah besar. Namun, langkah ini dinilai belum mampu menutup kekurangan pasokan jika konflik terus berlangsung dalam waktu lama.

Sebagai langkah antisipasi, berbagai negara mulai menerapkan kebijakan penghematan energi. Upaya yang dilakukan antara lain mengurangi penggunaan listrik dan bahan bakar, mendorong penggunaan transportasi umum, hingga membatasi aktivitas industri yang membutuhkan energi besar.

Sejumlah negara juga mengambil kebijakan khusus. Thailand, misalnya, mengimbau aparatur sipil negara untuk menghemat energi dengan membatasi perjalanan dinas dan lebih sering menggunakan tangga. Bangladesh memilih menutup kampus, sementara Sri Lanka memberlakukan pembatasan bahan bakar. China menghentikan ekspor bahan bakar olahan, dan Inggris menyiapkan langkah darurat seperti menurunkan batas kecepatan kendaraan untuk menghemat konsumsi energi.

Dampak konflik ini tidak hanya terasa di sektor energi, tetapi juga merambah ke sektor lain.

Terganggunya distribusi pupuk menyebabkan harga melonjak hingga 30–40%, sehingga sejumlah negara terpaksa menghentikan produksi. Jika kondisi ini terus berlanjut, produksi pangan global dikhawatirkan menurun dan memperburuk ketahanan pangan.

Selain itu, rantai pasok berbagai komoditas penting seperti helium, obat-obatan, dan logistik juga ikut terdampak. Hal ini berpotensi meningkatkan biaya produksi sekaligus mendorong kenaikan harga barang di tingkat konsumen.

Tags: berdampakHematIran Israel Amerikakenaikan harga energiKonflik timur tengahmenekan konsumsiMetapos.idposisi sulit
Previous Post

Harga Emas Anjlok Drastis di Momen Lebaran, Ada Apa Sebenarnya?

Next Post

Berbagi di Bulan Ramadan, Tugu Insurance Salurkan Ribuan Bantuan Sosial

Related Posts

Harga Minyak Naik, Puluhan Kapal Tanker Mulai Tinggalkan Selat Hormuz
Internasional

Deretan Perusahaan yang Paling Banyak Kantongi Kontrak Pemerintah AS

20 June 2026
Harga Minyak Naik, Puluhan Kapal Tanker Mulai Tinggalkan Selat Hormuz
Ekbis

Harga Minyak Naik, Puluhan Kapal Tanker Mulai Tinggalkan Selat Hormuz

20 June 2026
Qatar Biayai Perjalanan Suporter ke Kanada, Ribuan Fans Dukung Tim di Piala Dunia 2026
Internasional

Qatar Biayai Perjalanan Suporter ke Kanada, Ribuan Fans Dukung Tim di Piala Dunia 2026

19 June 2026
Halal Indo 2026 Siap Digelar, Pemerintah Percepat Industri Halal Nasional
Internasional

Trump Tekan Iran Patuhi Kesepakatan Damai yang Baru Disepakati

18 June 2026
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Pasar Minyak Masih Tunggu Stabilitas
Internasional

Selat Hormuz Kembali Dibuka, Pasar Minyak Masih Tunggu Stabilitas

18 June 2026
Anak Putri Mahkota Norwegia Divonis 4 Tahun Penjara atas Dua Kasus Pemerkosaan
Internasional

Anak Putri Mahkota Norwegia Divonis 4 Tahun Penjara atas Dua Kasus Pemerkosaan

16 June 2026
Next Post
Berbagi di Bulan Ramadan, Tugu Insurance Salurkan Ribuan Bantuan Sosial

Berbagi di Bulan Ramadan, Tugu Insurance Salurkan Ribuan Bantuan Sosial

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini