Thursday, November 5, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Perang Timur Tengah Picu Kepanikan Energi, Negara-negara Ramai-ramai Hemat

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
22 March 2026
in Internasional
Perang Timur Tengah Picu Kepanikan Energi, Negara-negara Ramai-ramai Hemat

Metapos.id, Jakarta – Konflik yang memanas di kawasan Timur Tengah antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel mulai berdampak besar terhadap pasokan energi global. Kondisi ini membuat banyak negara berada dalam posisi sulit, antara harus menghadapi kenaikan harga energi atau menekan konsumsi.

Salah satu dampak paling terasa adalah terganggunya jalur distribusi energi strategis seperti Selat Hormuz, yang selama ini menjadi jalur utama bagi sekitar 20% pasokan minyak dan gas dunia. Di sisi lain, serangan terhadap fasilitas energi seperti kilang minyak dan instalasi gas turut memperburuk kondisi pasokan global.

BACA JUGA

Trump Puji Haley Stevens Usai Dukung Kandidat Senat Republik

Trump Telepon Netanyahu, Ketegangan Iran Kembali Meningkat

Situasi tersebut mendorong lonjakan harga energi secara signifikan, bahkan mencapai sekitar 50%. Harga minyak dunia kini sudah menembus US$110 per barel, sementara minyak dari kawasan Timur Tengah hampir menyentuh US$164 per barel.

Badan Energi Internasional (IEA) menilai krisis ini sebagai salah satu yang terparah dalam sejarah, bahkan disebut lebih serius dibandingkan krisis minyak pada 1970-an. Para analis juga menilai bahwa langkah penghematan saja tidak cukup, karena tingginya harga energi akan secara otomatis menekan tingkat konsumsi masyarakat.

Beberapa negara telah berupaya mengurangi dampak dengan mengeluarkan cadangan minyak strategis dalam jumlah besar. Namun, langkah ini dinilai belum mampu menutup kekurangan pasokan jika konflik terus berlangsung dalam waktu lama.

Sebagai langkah antisipasi, berbagai negara mulai menerapkan kebijakan penghematan energi. Upaya yang dilakukan antara lain mengurangi penggunaan listrik dan bahan bakar, mendorong penggunaan transportasi umum, hingga membatasi aktivitas industri yang membutuhkan energi besar.

Sejumlah negara juga mengambil kebijakan khusus. Thailand, misalnya, mengimbau aparatur sipil negara untuk menghemat energi dengan membatasi perjalanan dinas dan lebih sering menggunakan tangga. Bangladesh memilih menutup kampus, sementara Sri Lanka memberlakukan pembatasan bahan bakar. China menghentikan ekspor bahan bakar olahan, dan Inggris menyiapkan langkah darurat seperti menurunkan batas kecepatan kendaraan untuk menghemat konsumsi energi.

Dampak konflik ini tidak hanya terasa di sektor energi, tetapi juga merambah ke sektor lain.

Terganggunya distribusi pupuk menyebabkan harga melonjak hingga 30–40%, sehingga sejumlah negara terpaksa menghentikan produksi. Jika kondisi ini terus berlanjut, produksi pangan global dikhawatirkan menurun dan memperburuk ketahanan pangan.

Selain itu, rantai pasok berbagai komoditas penting seperti helium, obat-obatan, dan logistik juga ikut terdampak. Hal ini berpotensi meningkatkan biaya produksi sekaligus mendorong kenaikan harga barang di tingkat konsumen.

Tags: berdampakHematIran Israel Amerikakenaikan harga energiKonflik timur tengahmenekan konsumsiMetapos.idposisi sulit
Previous Post

Harga Emas Anjlok Drastis di Momen Lebaran, Ada Apa Sebenarnya?

Next Post

Berbagi di Bulan Ramadan, Tugu Insurance Salurkan Ribuan Bantuan Sosial

Related Posts

Trump Puji Haley Stevens Usai Dukung Kandidat Senat Republik
Internasional

Trump Puji Haley Stevens Usai Dukung Kandidat Senat Republik

3 November 2026
Trump dan Netanyahu dilaporkan membahas potensi serangan baru ke Iran. Pentagon disebut telah memetakan target, sementara Teheran menyiapkan respons.
Internasional

Trump Telepon Netanyahu, Ketegangan Iran Kembali Meningkat

2 November 2026
Iran Ajukan 7 Syarat Sebelum Kembali Berunding dengan AS
Internasional

Iran Ajukan 7 Syarat Sebelum Kembali Berunding dengan AS

2 November 2026
Iran menetapkan Royal Navy, Royal Air Force, dan MI6 sebagai teroris. Keputusan ini disebut sebagai respons atas kebijakan Inggris terhadap IRGC.
Internasional

Ketegangan Meningkat, Iran Sasar Institusi Militer Inggris

2 November 2026
Korea Utara menguji hulu ledak bom tandan untuk rudal balistik taktis. Pyongyang mengklaim senjata tersebut mampu menjangkau area 13 hektare.
Internasional

Bom Tandan Korea Utara Diklaim Sapu Area 13 Hektare

2 November 2026
Trump Sebut AS Bisa Serang Situs Nuklir Iran dalam 10 Menit
Internasional

Trump Sebut AS Bisa Serang Situs Nuklir Iran dalam 10 Menit

1 November 2026
Next Post
Berbagi di Bulan Ramadan, Tugu Insurance Salurkan Ribuan Bantuan Sosial

Berbagi di Bulan Ramadan, Tugu Insurance Salurkan Ribuan Bantuan Sosial

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini