Tuesday, September 1, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Penulisan Ulang Sejarah RI Tuai Pro-Kontra, Kini Resmi Dirilis

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
1 September 2026
in Nasional
Penulisan Ulang Sejarah RI Tuai Pro-Kontra, Kini Resmi Dirilis

Metapos.id, Jakarta — Pemerintah mulai membuka hasil proyek penulisan ulang sejarah Indonesia kepada masyarakat. Proyek tersebut sebelumnya sempat memunculkan perdebatan karena menyangkut sejumlah narasi penting dalam perjalanan sejarah bangsa.

Buku berjudul Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global disusun dalam 10 jilid. Isinya mengulas perjalanan Indonesia sejak masa prasejarah hingga memasuki era reformasi.

BACA JUGA

Puan Minta Dugaan Ormas di Kerusuhan Demo 27 Agustus Diselidiki

BNPB Dalami Putusan MK, Aturan Penetapan Bencana Nasional Disiapkan

Rencana penulisan ulang sejarah nasional mulai menjadi perhatian publik sejak pertengahan 2025. Saat itu, muncul kekhawatiran bahwa perubahan narasi sejarah dapat dipengaruhi kepentingan tertentu.

Namun, Kementerian Kebudayaan (Kembud) menyatakan proses penyusunan buku tersebut tidak mendapatkan intervensi dari pemerintah. Penyusunannya melibatkan ratusan sejarawan dan akademisi.

Sempat Mendapat Penolakan

Rencana tersebut sebelumnya mendapat kritik dari sejumlah kalangan. Arkeolog Profesor Harry Truman Simanjuntak menyoroti waktu pengerjaan yang dinilai terlalu singkat.

Ia juga mempertanyakan proses penyusunan yang dinilai belum cukup memberikan ruang untuk seminar maupun diskusi mendalam dengan para sejarawan.

Penolakan juga disampaikan Aliansi Keterbukaan Sejarah Indonesia (AKSI). Koalisi masyarakat sipil tersebut menilai penulisan ulang sejarah berpotensi menghasilkan tafsir tunggal apabila tidak dilakukan secara terbuka.

AKSI berpandangan bahwa berbagai pengalaman kelam bangsa Indonesia harus tetap menjadi bagian dari sejarah. Peristiwa tersebut dinilai penting untuk menjaga memori kolektif masyarakat.

Kritik serupa datang dari anggota Komisi X DPR RI Fraksi PDI-P, Mercy Chriesty Barends. Ia meminta pemerintah mempertimbangkan penghentian proyek tersebut karena dikhawatirkan kembali membuka luka korban pelanggaran HAM dan menimbulkan polemik baru.

“Kami percaya ya Pak ya, daripada diteruskan dan berpolemik, mendingan dihentikan. Kalau Bapak mau teruskan, ada banyak yang terluka di sini,” kata Mercy dalam rapat kerja dengan Menbud Fadli Zon, dikutip dari berbagai sumber, Selasa (1/9/26).

Menurut Mercy, sejarah tidak semestinya disusun dengan hanya memilih peristiwa tertentu untuk dimasukkan. Berbagai sisi kelam perjalanan bangsa juga perlu mendapat tempat dalam narasi sejarah nasional.

“Kalau memilih-milih saja mana yang ditulis dan mana yang tidak ditulis, ada banyak kekelaman-kekelaman yang ada di bawah permukaan yang tidak bisa kami ungkapkan satu per satu,” ucap Mercy.

Meski sempat menuai pro dan kontra, pemerintah kini mulai merilis hasil penulisan tersebut kepada masyarakat. Lima jilid pertama buku sejarah Indonesia telah tersedia untuk dibaca dan diunduh publik.

Peluncuran ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan kembali narasi sejarah Indonesia dalam bentuk yang lebih komprehensif, dengan mencakup perjalanan bangsa dari masa awal hingga era reformasi.

Tags: Buku SejarahFadli ZonIndonesia 2026Kementerian KebudayaanMetapos.idPenulisan Sejarahsejarah IndonesiaSejarah Nasional
Previous Post

BNPB Dalami Putusan MK, Aturan Penetapan Bencana Nasional Disiapkan

Next Post

Puan Minta Dugaan Ormas di Kerusuhan Demo 27 Agustus Diselidiki

Related Posts

Puan Minta Dugaan Ormas di Kerusuhan Demo 27 Agustus Diselidiki
Nasional

Puan Minta Dugaan Ormas di Kerusuhan Demo 27 Agustus Diselidiki

1 September 2026
BNPB Dalami Putusan MK, Aturan Penetapan Bencana Nasional Disiapkan
Nasional

BNPB Dalami Putusan MK, Aturan Penetapan Bencana Nasional Disiapkan

1 September 2026
9.205 Aduan Masyarakat Masuk ke DPR dalam Setahun
Nasional

9.205 Aduan Masyarakat Masuk ke DPR dalam Setahun

1 September 2026
TNI Libatkan 21 Negara dalam Latihan Super Garuda Shield
Nasional

TNI Libatkan 21 Negara dalam Latihan Super Garuda Shield

1 September 2026
KLH Telusuri Dugaan Keterlibatan 19 Perusahaan dalam Karhutla
Nasional

KLH Telusuri Dugaan Keterlibatan 19 Perusahaan dalam Karhutla

1 September 2026
Data Desil Bermasalah, Mensos Minta Warga Perbarui Lewat Kelurahan
Nasional

Data Desil Bermasalah, Mensos Minta Warga Perbarui Lewat Kelurahan

1 September 2026
Next Post
Puan Minta Dugaan Ormas di Kerusuhan Demo 27 Agustus Diselidiki

Puan Minta Dugaan Ormas di Kerusuhan Demo 27 Agustus Diselidiki

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini