Metapos.id, Jakarta – Pemerintah memastikan pembangunan jembatan bailey di berbagai daerah di Aceh terus mengalami kemajuan. Hingga akhir Januari 2026, sebanyak 18 unit jembatan bailey telah selesai dibangun dan sudah dapat digunakan oleh masyarakat.
Mengacu pada keterangan resmi Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, enam jembatan bailey lainnya masih dalam proses pengerjaan dengan tingkat penyelesaian di atas 50 persen.
Sementara itu, 30 titik jembatan tambahan masih berada dalam tahap persiapan. Secara keseluruhan, pemerintah menargetkan 54 titik jembatan bailey guna mempercepat pemulihan konektivitas di wilayah terdampak di Aceh.
Salah satu jembatan yang telah rampung dan berfungsi adalah Jembatan Gosong Telaga Barat yang berlokasi di Aceh Singkil. Jembatan tersebut tampil dengan warna merah putih, memiliki konstruksi yang kokoh, dua jalur lalu lintas, serta mampu dilalui dua kendaraan roda empat secara bersamaan.
Di sisi lain, pembangunan Jembatan Bener Pepanyi di Desa Bener Pepanyi, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah, masih terus digenjot. Hingga kini, progres pembangunan jembatan tersebut telah mencapai 77 persen. Struktur utama berupa rangka baja telah terpasang, sementara alat berat dikerahkan untuk membersihkan serta menata akses jalan menuju lokasi jembatan.
Dalam proses pembangunan ini, sebanyak 25 personel TNI Angkatan Darat turut dilibatkan, terdiri atas 15 personel dari Yonzipur 9 dan 10 personel dari Denzipur 3. Jembatan Bener Pepanyi dirancang memiliki bentang sepanjang 50 meter dengan kedalaman sekitar 17 meter, sehingga memerlukan pekerjaan tambahan berupa rekondisi jalan, pembangunan abutment, serta pemasangan bronjong guna memperkuat sisi jembatan.
Selain itu, pembangunan Jembatan Wisata Laut Jangka Desa di Kabupaten Bireuen juga terus dilakukan secara intensif sebagai bagian dari upaya pemulihan infrastruktur pascabencana di Provinsi Aceh.













