Friday, April 24, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Paparan BPS Soal Deretan ‘Senjata Baru’ Rusia yang Bisa Bikin Dunia Bertekuk Lutut

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
18 April 2022
in Nasional
Paparan BPS Soal Deretan ‘Senjata Baru’ Rusia yang Bisa Bikin Dunia Bertekuk Lutut

Metapos.id, Jakarta – Situasi perang yang terjadi di Eropa Timur antara Rusia dan Ukraina dipastikan tidak hanya memberikan dampak secara politik di kawasan tetapi juga sudah menjalar ke bidang ekonomi dan sektor strategis lain.

Terbaru, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa Rusia dianggap memiliki peran yang cukup sentral dalam kegiatan perekonomian global. Kepala BPS Margo Yuwono mengungkapkan setidaknya terdapat empat faktor penting mengapa Rusia punya posisi tawar yang sangat baik dalam hal ini.

BACA JUGA

KPK Terima Pengembalian Rp8,4 Miliar dari Khalid Basalamah dalam Kasus Haji

Gelombang Pertama Jemaah Haji Tiba, Fokus Jaga Kondisi Fisik

Pertama, Rusia adalah negara eksportir minyak mentah terbesar kedua di dunia. Dua, Rusia merupakan negara eksportir LNG ketujuh dunia. Ketiga adalah Rusia negara pengekspor batu bara terbesar nomor tiga di dunia.

“Apa yang dimiliki Rusia bisa meningkatkan risiko penurunan ekspor energi bagi negara Kaukasia dan Asia Tengah. Mereka juga bisa membuat gangguan terhadap rantai pasok gas alam di Eropa yang bisa meningkatkan tekanan fiskal dari pengeluaran tambahan untuk keamanan energi dan anggaran pertahanan,” ujarnya melalui saluran daring pada Senin, 18 April.

Margo menambahkan, faktor keempat adalah perihal Rusia yang tercatat sebagai negara eksportir gandum nomor satu di dunia.

“Wilayah Sub Sahara Afrika diperkirakan bisa terdampak harga gandum yang memprihatinkan karena merupakan wilayah yang mengimpor gandum sekitar 85 persen dari pasokan Rusia dan Ukraina,” katanya.

“Selain itu, situasi ini berpotensi meningkatkan ketegangan sosial di beberapa negara Timur Tengah dan Afrika Utara, mengingat negara-negara ini memiliki jaring pengaman sosial yang lemah,” sambung dia.

Lebih lanjut, BPS menilai Rusia memiliki andil dalam peningkatan harga komoditas yang tinggi di belahan bumi bagian barat.

“Ini dapat mempercepat inflasi secara signifikan untuk Amerika Latin dan Karibia, yang telah menghadapi tingkat inflasi tahunan rata-rata sebesar 8 persen di lima negara ekonomi terbesar: Brasil, Meksiko, Chili, Kolombia, dan Peru,” tegasnya.

Sementara bagi Indonesia dan banyak negara Asia Pasifik pada umumnya adalah dampak dari Rusia kemungkinan terbatas mengingat hubungan ekonomi tidak terlalu erat. Meski demikian, pertumbuhan yang lebih lambat di Eropa dan ekonomi global akan berdampak besar pada eksportir di kawasan ini.

“Efek terbesar pada neraca berjalan akan dirasakan oleh importir minyak mentah seperti ASEAN, India, dan negara wilayah perbatasan,” sebut Margo.

Tags: BpsMetapos.id
Previous Post

Stripe, Alphabet, Shopify, Meta, dan McKinsey Luncurkan komitmen untuk membeli teknologi penghapus karbon senilai 925 juta dolar AS hingga 2030

Next Post

Astaga!!! Pemerintah Larang Makan dan Minum Saat Lebaran

Related Posts

KPK Terima Pengembalian Rp8,4 Miliar dari Khalid Basalamah dalam Kasus Haji
Nasional

KPK Terima Pengembalian Rp8,4 Miliar dari Khalid Basalamah dalam Kasus Haji

24 April 2026
GPT-5.5 Resmi Dirilis, OpenAI Kian Dekati Visi Super App
Nasional

Gelombang Pertama Jemaah Haji Tiba, Fokus Jaga Kondisi Fisik

24 April 2026
MNC Group Ajukan Banding Usai Divonis Bayar Rp531,5 Miliar
Nasional

MNC Group Ajukan Banding Usai Divonis Bayar Rp531,5 Miliar

24 April 2026
Warga Jepara Ubah Tradisi Takziyah, Kurangi Beban Keluarga Duka
Nasional

Warga Jepara Ubah Tradisi Takziyah, Kurangi Beban Keluarga Duka

24 April 2026
AISMOLI Dorong Kepastian Kebijakan EV untuk Ketahanan Energi Nasional
Nasional

AISMOLI Dorong Kepastian Kebijakan EV untuk Ketahanan Energi Nasional

24 April 2026
Sebanyak 6.000 Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah Gelombang Pertama
Nasional

Sebanyak 6.000 Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah Gelombang Pertama

23 April 2026
Next Post
Indonesia Dianggap Berwibawa Pimpin G20 karena Sukses Atasi Pandemi COVID-19

Astaga!!! Pemerintah Larang Makan dan Minum Saat Lebaran

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini