Metapos.id, Jakarta – Memasuki usia remaja, anak mulai menginginkan kebebasan dan berusaha menentukan pilihannya sendiri. Perubahan tersebut terkadang membuat hubungan dengan orangtua terasa renggang hingga memicu perselisihan di rumah.
Meski mulai mandiri, remaja tetap membutuhkan perhatian, kasih sayang, dan dukungan dari orangtua. Salah satu cara menjaga kedekatan adalah membangun komunikasi yang terbuka serta meluangkan waktu untuk melakukan aktivitas menyenangkan bersama.
Profesor Human Development and Family Studies di Pennsylvania State University, Greg Fosco, menyarankan orangtua menyediakan waktu khusus untuk menikmati kegiatan bersama anak, meskipun hanya sebentar.
“Jadwalkan kegiatan menyenangkan bersama anak Anda, meskipun hanya 15 menit setiap minggu. Meluangkan waktu untuk bersenang-senang bersama itu penting,” ujarnya, dikutip dari Penn State University, dikutip Senin (26/10/2026).
Cara Menjaga Kedekatan dengan Anak Remaja
Orangtua disarankan memberikan perhatian penuh ketika anak mulai mengajak berbicara. Hindari langsung menghakimi atau terburu-buru memberikan nasihat agar anak merasa nyaman untuk bercerita.
“Ketika mereka mengangkat suatu topik, cobalah menanggapinya dengan rasa ingin tahu, bukan menghakimi,” ujar Fosco.
Ketika anak mulai membagikan pengalaman atau perasaannya, orangtua bisa merespons dengan pertanyaan sederhana. Misalnya, menanyakan bagaimana perasaan anak setelah mengalami suatu kejadian.
“Perhatikan anak Anda dan ajukan pertanyaan seperti, ‘Seperti apa pengalaman itu?’ atau ‘Bagaimana perasaanmu saat itu?’,” kata Fosco.
Menurut Fosco, pendekatan tersebut membantu orangtua memahami pikiran dan perasaan anak dengan lebih baik. Kedekatan juga bisa dibangun melalui kegiatan bersama, seperti bermain kartu, berolahraga, atau melakukan aktivitas lain yang disukai kedua pihak.
Berikan Kebebasan dengan Batasan yang Jelas
Kebutuhan remaja untuk mandiri perlu dihargai tanpa menghilangkan peran orangtua dalam memberikan pendampingan. Orangtua tetap perlu memperhatikan keselamatan dan kesejahteraan anak, sekaligus memberi ruang untuk belajar mengambil keputusan sendiri.
Pengawasan dapat dilakukan dengan mengetahui tujuan anak bepergian dan siapa saja yang menemaninya. Namun, aturan yang diterapkan sebaiknya tetap mempertimbangkan kebutuhan anak untuk mengembangkan kemandirian.
“Sebagai orangtua, tugas kita adalah membantu anak-anak tumbuh dengan aman menjadi orang dewasa yang mandiri. Untuk mendukung proses ini, bicarakan dengan anak tentang ke mana mereka akan pergi dan dengan siapa mereka akan bersama,” ujarnya.
Orangtua juga perlu menghargai minat anak meskipun berbeda dari kesukaan mereka. Bermain gim, misalnya, tidak selalu menjadi masalah selama tidak mengganggu waktu tidur, kewajiban sekolah, tanggung jawab keluarga, maupun hubungan sosial.
Kasih Sayang Tetap Dibutuhkan saat Remaja
Perubahan perilaku saat memasuki usia remaja terkadang membuat orangtua merasa anak mulai menjauh. Padahal, anak yang tidak lagi menunjukkan kasih sayang secara terbuka, terutama di depan teman-temannya, belum tentu kehilangan kebutuhan akan perhatian orangtua.
Karena itu, orangtua perlu menyesuaikan cara menunjukkan kasih sayang agar anak tetap merasa dicintai tanpa merasa tidak nyaman.
Kedekatan emosional dengan orangtua juga berkaitan dengan kesejahteraan remaja. Fosco menjelaskan bahwa anak cenderung melaporkan perasaan lebih bahagia serta memiliki makna dan tujuan hidup yang lebih kuat ketika merasa dekat dengan orangtuanya.
“Pada hari-hari ketika anak-anak merasa dekat dengan orangtua mereka, mereka merasa lebih bahagia dan memiliki makna serta tujuan hidup yang lebih kuat,” kata Fosco.
Untuk menjaga hubungan tetap hangat, orangtua tidak harus selalu memberikan nasihat panjang. Kesediaan mendengarkan, menghormati kemandirian, dan meluangkan waktu bersama dapat menjadi langkah sederhana untuk mempertahankan kedekatan dengan anak selama masa remaja.







