Metapos.id, Jakarta – Kesehatan mata tidak hanya bergantung pada pemeriksaan rutin ke dokter. Kebiasaan yang dilakukan setiap hari juga dapat memengaruhi kondisi mata dan meningkatkan risiko gangguan penglihatan.
Seiring bertambahnya usia, kemampuan mata untuk melihat objek dekat dapat menurun. Risiko penyakit mata seperti degenerasi makula, glaukoma, dan katarak juga semakin meningkat.
Namun, sejumlah kebiasaan sehari-hari dapat memperburuk risiko tersebut. Berikut lima kebiasaan yang perlu diperhatikan untuk menjaga kesehatan mata.
1. Merokok Meningkatkan Risiko Penyakit Mata
Merokok tidak hanya berdampak buruk bagi jantung dan paru-paru, tetapi juga dapat merusak kesehatan mata. Menurut dokter spesialis mata Sandra Brown, MD, penggunaan tembakau meningkatkan risiko degenerasi makula dan katarak.
“Merokok tembakau meningkatkan risiko degenerasi makula sekitar 400 persen dan katarak sekitar 300 persen,” ujar Brown, seperti dikutip Parade, dikutip Sabtu (24/10/2026).
Paparan zat berbahaya dari tembakau dapat merusak sejumlah bagian mata, termasuk retina, lensa, dan makula. Ketiga bagian tersebut memiliki peran penting dalam memproses cahaya dan menghasilkan penglihatan yang tajam.
2. Penggunaan Vape Bisa Mengganggu Kesehatan Mata
Rokok elektronik atau vape juga berpotensi menimbulkan masalah pada mata. Brown mengingatkan bahwa kandungan dalam vape dapat memengaruhi kondisi permukaan mata.
Sebuah tinjauan literatur mengenai dampak vaping terhadap kesehatan mata menyebutkan bahwa aldehida dan radikal bebas dari rokok elektronik dapat mengganggu kestabilan lapisan air mata. Bahan perasa vape juga berpotensi merusak lapisan lipid melalui proses peroksidasi.
Gangguan pada mata dapat ditandai dengan penglihatan buram, warna yang terlihat kurang cerah, sensitivitas terhadap cahaya, kesulitan melihat pada malam hari, hingga penglihatan ganda. Jika mengalami perubahan tersebut, pemeriksaan dokter mata diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
3. Memakai Eyeliner di Garis Dalam Kelopak Mata
Penggunaan makeup mata yang tidak tepat dapat memicu iritasi, meningkatkan risiko infeksi, bahkan menyebabkan jaringan parut. Dokter spesialis mata Diane Hilal-Campo, MD, menyarankan agar masyarakat lebih berhati-hati dalam memilih dan menggunakan produk makeup mata.
Ia secara khusus mengingatkan penggunaan eyeliner pada waterline atau garis bagian dalam kelopak mata. Kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko infeksi dan menyumbat lubang kecil pada kelenjar meibom yang menghasilkan minyak untuk melindungi mata.
“Hal ini dapat menyebabkan kerusakan permanen pada kelenjar, yang mengakibatkan mata kering, teriritasi, merah, dan penglihatan yang berubah-ubah, serta dapat menyebabkan kerusakan permanen pada kornea,” tutur Hilal-Campo.
4. Terlalu Lama Menatap Layar Digital
Menghabiskan waktu terlalu lama di depan ponsel, komputer, atau perangkat digital lainnya dapat membuat mata lebih mudah kering. Brown menjelaskan bahwa menatap layar dapat mengurangi frekuensi berkedip secara alami.
Akibatnya, air mata lebih cepat menguap sehingga permukaan mata kehilangan kelembapan. Kondisi ini dapat mengganggu kenyamanan saat membaca, bekerja, maupun melakukan aktivitas di luar ruangan.
Kebiasaan menatap layar dalam durasi panjang juga dikaitkan dengan meningkatnya masalah mata kering pada usia yang lebih muda.
5. Tidak Menggunakan Kacamata Hitam di Luar Ruangan
Paparan sinar ultraviolet (UV) dapat meningkatkan risiko katarak dan degenerasi makula. Sinar UV juga berpotensi merusak kornea serta konjungtiva, yaitu lapisan bening yang menutupi bagian putih mata.
Brown menyarankan penggunaan kacamata hitam saat beraktivitas di luar ruangan, termasuk ketika cuaca mendung. Langkah ini membantu melindungi mata dari paparan sinar UV.
Meskipun penurunan kemampuan penglihatan dapat terjadi seiring bertambahnya usia, menjaga kebiasaan sehari-hari tetap penting untuk membantu mengurangi risiko gangguan mata yang lebih serius.






