Monday, May 25, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Neraca Perdagangan Juli Surplus 4,2 Miliar Dolar AS

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
15 August 2022
in Ekbis
Neraca Perdagangan Juli Surplus 4,2 Miliar Dolar AS

JAKARTA,Metapos.id – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia mencatatkan surplus sebesar 4,2 miliar dolar AS pada akhir Juli 2020.

Deputi Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto menyatakan hasil positif ini dibukukan berkat nilai ekspor yang lebih tinggi dengan 25,5 miliar dolar AS dibandingkan impor sebesar 21,3 miliar dolar AS.

BACA JUGA

Bulog Negosiasikan Ekspor 500 Ribu Ton Beras ke Malaysia, Harga Ditawar Rp16.000 per Kg

Perusahaan Hadapi Tantangan Kepatuhan Baru di Era AI dan Transformasi Digital

“Hasil ini melanjutkan surplus perdagangan selama 27 bulan berturut-turut atau sejak Mei 2020,” ujarnya ketika berbicara kepada awak media melalui saluran daring pada Senin, 15 Agustus.

Menurut Setianto, surplus neraca perdagangan ini ditopang oleh sektor neraca komoditas nonmigas.

“Nonmigas mencatatkan surplus sebesar 7,3 miliar dolar AS. Sementara defisit tertinggi adalah sektor migas dengan minus 3 miliar dolar AS,” tuturnya.

Secara terperinci, Setianto menjabarkan sektor nonmigas yang paling dominan adalah bahan bakar mineral (HS 27), lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15) dan biji, kerak, serta abu logam (HS 26). Adapun, untuk migas tekanan paling banyak datang dari komoditas minyak mentah dan hasil minyak.

“Secara negara, surplus Juli berasal dari Amerika Serikat, India dan Filipina. Sementara defisit datang dari perdagangan dengan China, Australia, dan Thailand,” katanya.

Secara kumulatif, neraca perdagangan Januari hingga Juli 2022 meraih surplus 29,1 miliar dolar AS, dengan rincian ekspor sebesar 166,7 miliar dolar AS dan ekspor 137,5 miliar dolar AS.

Tags: BpsMetapos.idNeraca perdagangan
Previous Post

Efek Windfall Meredup Seiring Melandainya Harga Komoditas

Next Post

MenkopUKM Teten Siapkan Diskon Nasional karena Ritel Indonesia Mandek Selama 22 Tahun

Related Posts

Bulog Negosiasikan Ekspor 500 Ribu Ton Beras ke Malaysia, Harga Ditawar Rp16.000 per Kg
Ekbis

Bulog Negosiasikan Ekspor 500 Ribu Ton Beras ke Malaysia, Harga Ditawar Rp16.000 per Kg

23 May 2026
Perusahaan Hadapi Tantangan Kepatuhan Baru di Era AI dan Transformasi Digital
Ekbis

Perusahaan Hadapi Tantangan Kepatuhan Baru di Era AI dan Transformasi Digital

23 May 2026
Anggota Komisi VII DPR Desak Pemerintah Segera Turunkan Harga BBM Bersubsidi
Ekbis

Pemerintah Berlakukan Mandatori E5 Mulai Juli 2026 di Sejumlah Wilayah

23 May 2026
Kisah Koeswanto Tetap Produktif di Masa Pensiun Bersama Bank Mantap
Ekbis

Kisah Koeswanto Tetap Produktif di Masa Pensiun Bersama Bank Mantap

22 May 2026
Petrokimia Gresik Amankan Pasokan Gas untuk Produksi Pupuk Nasional
Ekbis

BRI Insurance Tebar Promo Spesial di BRI Consumer Expo 2026

22 May 2026
Petrokimia Gresik Amankan Pasokan Gas untuk Produksi Pupuk Nasional
Ekbis

Kinerja Superbank Melonjak, Grab Perkuat Komitmen Jangka Panjang

22 May 2026
Next Post
MenkopUKM Teten Siapkan Diskon Nasional karena Ritel Indonesia Mandek Selama 22 Tahun

MenkopUKM Teten Siapkan Diskon Nasional karena Ritel Indonesia Mandek Selama 22 Tahun

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini