Wednesday, May 13, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Neraca Perdagangan Juli Surplus 4,2 Miliar Dolar AS

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
15 August 2022
in Ekbis
Neraca Perdagangan Juli Surplus 4,2 Miliar Dolar AS

JAKARTA,Metapos.id – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia mencatatkan surplus sebesar 4,2 miliar dolar AS pada akhir Juli 2020.

Deputi Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto menyatakan hasil positif ini dibukukan berkat nilai ekspor yang lebih tinggi dengan 25,5 miliar dolar AS dibandingkan impor sebesar 21,3 miliar dolar AS.

BACA JUGA

Superbank dan KakaoBank Luncurkan Kartu Untung untuk Tingkatkan Engagement Nasabah

Konflik AS-Iran hingga MSCI Dinilai Tekan Nilai Tukar Rupiah

“Hasil ini melanjutkan surplus perdagangan selama 27 bulan berturut-turut atau sejak Mei 2020,” ujarnya ketika berbicara kepada awak media melalui saluran daring pada Senin, 15 Agustus.

Menurut Setianto, surplus neraca perdagangan ini ditopang oleh sektor neraca komoditas nonmigas.

“Nonmigas mencatatkan surplus sebesar 7,3 miliar dolar AS. Sementara defisit tertinggi adalah sektor migas dengan minus 3 miliar dolar AS,” tuturnya.

Secara terperinci, Setianto menjabarkan sektor nonmigas yang paling dominan adalah bahan bakar mineral (HS 27), lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15) dan biji, kerak, serta abu logam (HS 26). Adapun, untuk migas tekanan paling banyak datang dari komoditas minyak mentah dan hasil minyak.

“Secara negara, surplus Juli berasal dari Amerika Serikat, India dan Filipina. Sementara defisit datang dari perdagangan dengan China, Australia, dan Thailand,” katanya.

Secara kumulatif, neraca perdagangan Januari hingga Juli 2022 meraih surplus 29,1 miliar dolar AS, dengan rincian ekspor sebesar 166,7 miliar dolar AS dan ekspor 137,5 miliar dolar AS.

Tags: BpsMetapos.idNeraca perdagangan
Previous Post

Efek Windfall Meredup Seiring Melandainya Harga Komoditas

Next Post

MenkopUKM Teten Siapkan Diskon Nasional karena Ritel Indonesia Mandek Selama 22 Tahun

Related Posts

Superbank dan KakaoBank Luncurkan Kartu Untung untuk Tingkatkan Engagement Nasabah
Ekbis

Superbank dan KakaoBank Luncurkan Kartu Untung untuk Tingkatkan Engagement Nasabah

12 May 2026
Huawei Dikabarkan Kembangkan Smartphone dengan Baterai Jumbo di Atas 10.000 mAh
Ekbis

Konflik AS-Iran hingga MSCI Dinilai Tekan Nilai Tukar Rupiah

12 May 2026
Sidang Chromebook Nadiem Dinilai Tunjukkan Perbedaan Cara Pandang soal Inovasi
Ekbis

Prudential Syariah Kokoh Pimpin Industri Asuransi Jiwa Syariah Nasional

12 May 2026
Program #LokalMendunia Bantu Brand Indonesia Go Global via TikTok Shop
Ekbis

Program #LokalMendunia Bantu Brand Indonesia Go Global via TikTok Shop

11 May 2026
Shell Indonesia Kembali Pasok V-Power Diesel, Harga Kini Rp30.890 per Liter
Ekbis

Shell Indonesia Kembali Pasok V-Power Diesel, Harga Kini Rp30.890 per Liter

10 May 2026
Fortabise Padel Championship 2026 Pererat Relasi Media dan Korporasi
Ekbis

Fortabise Padel Championship 2026 Pererat Relasi Media dan Korporasi

10 May 2026
Next Post
MenkopUKM Teten Siapkan Diskon Nasional karena Ritel Indonesia Mandek Selama 22 Tahun

MenkopUKM Teten Siapkan Diskon Nasional karena Ritel Indonesia Mandek Selama 22 Tahun

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini