Metapos.id, Jakarta – NASA resmi menyambut Paraguay sebagai negara ke-67 penandatangan Artemis Accords. Penandatanganan tersebut dilakukan pada Kamis, 7 Mei 2026 waktu setempat.
Langkah ini menandai komitmen Paraguay terhadap prinsip eksplorasi ruang angkasa sipil yang damai dan transparan. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Administrator NASA, Jared Isaacman.
Menurut Jared, bergabungnya Paraguay semakin memperkuat koalisi global negara-negara yang mendukung eksplorasi antariksa secara bertanggung jawab. Artemis Accords sendiri pertama kali diperkenalkan pada masa pemerintahan Donald Trump.
Saat ini, Artemis Accords mulai diterapkan dalam berbagai program eksplorasi Bulan hingga Mars. “Saya dengan bangga menyambut Paraguay sebagai penandatangan ke-67 Perjanjian Artemis,” ujar Jared dikutip dari laman resmi NASA.
Penandatanganan perjanjian tersebut diwakili oleh Menteri Presiden Badan Antariksa Paraguay, Osvaldo Almirón Riveros. Ia menyebut kerja sama ini sebagai tonggak bersejarah bagi Paraguay di sektor antariksa.
Menurut Osvaldo, langkah tersebut penting untuk memperkuat kerja sama internasional, pengembangan ilmu pengetahuan, dan peningkatan kapasitas nasional di bidang luar angkasa. Badan Antariksa Paraguay sendiri telah berdiri sejak tahun 2014.
Lembaga tersebut diketahui aktif mengembangkan teknologi satelit dan observasi Bumi melalui berbagai kemitraan internasional. Paraguay juga telah meluncurkan satelit pertamanya, GuaraníSat-1, dari International Space Station pada 2021.
Saat ini, Paraguay tengah mempersiapkan peluncuran satelit kedua bernama GuaraníSat-2. Misi tersebut direncanakan menggunakan roket Falcon 9 dari Pangkalan Angkatan Antariksa Vandenberg di California.







