Metapos.id, Jakarta – Perkembangan kendaraan otonom di China menghadapi ujian serius. Insiden yang melibatkan ratusan robotaxi memicu evaluasi besar terhadap sistem transportasi tanpa pengemudi.
Gangguan terjadi di kota Wuhan pada 31 Maret 2026. Sekitar 200 unit robotaxi dari program Apollo Go milik Baidu tiba-tiba berhenti di tengah lalu lintas.
Kejadian tersebut menyebabkan kemacetan parah di sejumlah ruas jalan. Beberapa tabrakan ringan juga dilaporkan, sementara penumpang sempat terjebak di dalam kendaraan.
Meski demikian, tidak ada korban luka dalam insiden tersebut. Sumber internal menyebut penghentian dilakukan sebagai bagian dari instruksi teknis untuk pengumpulan data.
Pasca kejadian, pemerintah China langsung mengambil langkah tegas. Penerbitan lisensi baru untuk layanan robotaxi dihentikan sementara.
Sejumlah kementerian, termasuk Kementerian Perhubungan dan Keamanan Publik, menggelar rapat dengan operator. Mereka meminta inspeksi menyeluruh terhadap sistem kendaraan otonom.
Meski ada pembatasan, operator yang sudah memiliki izin tetap beroperasi. Salah satunya Pony.ai yang masih melayani di beberapa kota besar.
Hingga kini, sekitar 4.500 robotaxi telah beroperasi di berbagai kota. Pemerintah disebut tengah menyiapkan regulasi nasional baru untuk mencegah insiden serupa di masa depan.







