Metapos.id, Jakarta – Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono menjadi sorotan publik setelah Presiden Prabowo Subianto mengusulkannya sebagai calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Nama Thomas tercantum dalam daftar tiga kandidat yang akan menjalani uji kelayakan dan kepatutan di DPR RI.
Thomas Djiwandono diketahui memiliki latar belakang keluarga yang kuat di bidang ekonomi dan pemerintahan. Ia merupakan putra pertama dari Soedradjad Djiwandono, mantan Gubernur Bank Indonesia, serta Biantiningsih Miderawati, kakak kandung Presiden Prabowo.
Perjalanan karier Thomas dimulai di industri media sebelum beralih ke sektor keuangan. Ia sempat berkarier sebagai analis keuangan di Whitlock NatWest Securities yang berbasis di Hong Kong. Pada 2006, Thomas bergabung dengan Arsari Group, perusahaan milik Hashim Djojohadikusumo, dan dipercaya menduduki posisi Deputy CEO.
Selain berkiprah di dunia profesional, Thomas juga aktif di ranah politik melalui Partai Gerindra. Ia pernah maju sebagai calon anggota legislatif dari Daerah Pemilihan Kalimantan Barat dan sempat menjabat sebagai Bendahara Umum Partai Gerindra, jabatan strategis yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan partai.
Pada 18 Juli 2024, Thomas resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan dalam Kabinet Indonesia Maju di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo. Kepercayaan tersebut berlanjut saat ia kembali ditunjuk menempati posisi yang sama dalam Kabinet Merah Putih sejak Oktober 2025.
Dengan rekam jejak di sektor keuangan, korporasi, dan pemerintahan, Thomas Djiwandono dinilai memiliki modal pengalaman yang kuat untuk mengisi posisi strategis sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia.













