Metapos.id, Jakarta — Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Suntana mengonfirmasi nakhoda KM Virgo Transport 8 telah ditemukan dalam keadaan selamat. Nakhoda tersebut kini menjalani pemeriksaan terkait insiden kecelakaan kapal di perairan Masalembo, Laut Jawa.
“Nakhoda sudah datang, sedang diperiksa, jelas ya,” kata Suntana saat menyampaikan perkembangan operasi SAR hari ketiga kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, dikutip dari berbagai sumber, Rabu (16/9/2026) malam.
Selain memeriksa nakhoda, tim terkait juga masih berupaya menemukan Voyage Data Recorder (VDR) milik kapal. Hingga kini, perangkat tersebut belum ditemukan dalam proses pencarian.
VDR berfungsi layaknya black box pada pesawat. Perangkat ini merekam sejumlah informasi penting selama kapal berlayar. Data tersebut nantinya dapat membantu Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dalam mengungkap penyebab kecelakaan.
Suntana menegaskan pencarian korban masih menjadi prioritas dalam operasi SAR. Sebab, jumlah penumpang yang belum ditemukan masih cukup banyak.
Petugas juga terus menyisir lokasi kejadian untuk memastikan apakah masih ada korban yang terjebak atau berada di dalam badan kapal.
“Masih ada penumpang-penumpang yang belum ditemukan. Oleh karenanya tim SAR berupaya mempercepat pencarian agar korban-korban yang masih diperkirakan masih berada dalam kapal dapat dievakuasi,” ujar Suntana.
114 Korban Telah Ditemukan
Kepala Basarnas Mohammad Syafii melaporkan hingga Selasa (15/9) pukul 22.00 Wita, total 114 orang yang berada di KM Virgo Transport 8 telah ditemukan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 108 orang berhasil diselamatkan. Sementara enam lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Berdasarkan data tersebut, masih terdapat 129 orang yang belum ditemukan dari keseluruhan 243 orang yang berada di kapal.
Seluruh korban yang telah ditemukan, baik yang selamat maupun meninggal dunia, sudah berhasil dievakuasi dan dibawa ke Banjarmasin.
KM Virgo Transport 8 sebelumnya bertolak dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Sabtu (12/9). Namun, kapal tersebut dilaporkan kehilangan kontak di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 Wita.
Hingga kini, operasi SAR masih berlangsung. Tim gabungan terus memperluas upaya pencarian untuk menemukan 129 penumpang yang masih belum diketahui keberadaannya.







