Metapos.id, Jakarta – Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, menyampaikan pernyataan emosional. Hal itu disampaikan saat doorstop interview di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (14/4/2026).
Ia mengaku telah menjalani masa tahanan selama tujuh bulan. Namun demikian, ia tetap bersyukur karena menyebut tuduhan terhadapnya tidak terbukti.
Dalam pernyataannya, Nadiem melakukan introspeksi diri. Selain itu, ia juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik dan tokoh politik.
Ia mengakui gaya kepemimpinannya mungkin terlalu mendobrak. Oleh karena itu, ia merasa belum sepenuhnya menghormati budaya birokrasi yang ada.
Menurutnya, langkah membawa profesional muda ke dalam sistem memicu gesekan. Di sisi lain, hal tersebut menjadi bagian dari upaya perubahan yang ia lakukan.
Selain itu, ia juga mengakui kurang memperhatikan aspek komunikasi. Ia merasa kurang santun serta tidak cukup menjalin hubungan dengan tokoh masyarakat dan politik.
Dengan demikian, Nadiem menyadari ada ucapan dan sikap yang mungkin menyinggung pihak lain. Oleh karena itu, ia menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya.
Di sisi lain, ia mengaku masa tahanan menjadi pengalaman berat. Namun demikian, ia tetap optimis dan percaya keadilan akan tetap ditegakkan di Indonesia.







