Metapos.id, Jakarta — Secangkir kopi kerap menjadi pilihan untuk mengawali aktivitas karena kandungan kafeinnya dapat membantu tubuh tetap terjaga. Minuman ini juga dikenal dapat menunjang fokus saat menjalani berbagai kegiatan.
Selain memberikan efek stimulan, kopi dalam jumlah tertentu ternyata berkaitan dengan kondisi psikologis. Sebuah studi yang dimuat dalam Journal of Affective Disorders menemukan adanya kaitan antara konsumsi kopi dengan risiko gangguan suasana hati yang lebih rendah.
Penelitian tersebut menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi sekitar dua hingga tiga cangkir kopi setiap hari memiliki risiko lebih rendah mengalami masalah seperti depresi, kecemasan, dan stres.
Namun, manfaat tersebut tidak berarti semakin banyak kopi yang diminum akan semakin baik. Konsumsi kurang dari dua hingga tiga cangkir belum memperlihatkan kaitan manfaat yang serupa.
Sebaliknya, konsumsi lebih dari tiga cangkir dalam sehari justru dikaitkan dengan kecemasan yang lebih tinggi. Kebiasaan tersebut juga berpotensi mengganggu kualitas tidur.
“Studi ini mendukung gagasan bahwa asupan moderat adalah takaran yang paling ideal, yang sejalan dengan rekomendasi umum saat ini mengenai asupan kafein,” kata ahli gizi Morgan L. Walker, dikutip dari berbagai sumber, Minggu (13/9/26).
Temuan menarik juga terlihat pada kopi tanpa kafein atau decaf. Hasil penelitian yang tetap ditemukan pada jenis kopi tersebut mengisyaratkan bahwa efek positifnya mungkin tidak semata-mata berkaitan dengan kafein.
Kandungan antioksidan serta senyawa bioaktif lainnya dalam kopi diduga dapat menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap efek tersebut.
Meski demikian, hasil penelitian perlu dilihat dengan mempertimbangkan sejumlah keterbatasan. Data konsumsi kopi diperoleh berdasarkan laporan peserta sehingga jumlah yang dicatat bisa saja berbeda dari konsumsi sebenarnya.
Studi itu juga tidak menguraikan secara detail bentuk kopi yang diminum para peserta. Tambahan seperti gula, susu, krim, maupun bahan perasa juga tidak dijelaskan.
Waktu minum kopi menjadi faktor lain yang perlu diperhatikan. Kandungan kafein dapat memengaruhi pola dan kualitas tidur, terutama apabila kopi dikonsumsi menjelang waktu tidur.
Karena itu, efek kopi tidak selalu sama bagi setiap orang. Tingkat toleransi terhadap kafein dapat menentukan bagaimana tubuh merespons jumlah kopi yang dikonsumsi.
“Ada orang yang merasa sangat bugar setelah minum dua cangkir, sementara yang lain mungkin merasakan efek samping dengan jumlah yang sama atau bahkan lebih sedikit,” ujarnya.






