Thursday, October 15, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Mesir Ikut Tolak Kapal Pesiar yang Membawa Turis LGBTQ+

Farida Ratnawati by Farida Ratnawati
14 July 2026
in Internasional
Mesir Ikut Tolak Kapal Pesiar yang Membawa Turis LGBTQ+

Metapos.id, Jakarta – Mesir dilaporkan menolak kedatangan sebuah kapal pesiar yang membawa rombongan wisatawan LGBTQ+, setelah kapal yang sama sebelumnya juga ditolak berlabuh di Turki. Penolakan tersebut menambah daftar negara yang tidak mengizinkan kapal tersebut singgah di wilayahnya.

Kapal pesiar itu diketahui tengah menjalani pelayaran di kawasan Mediterania dengan mayoritas penumpang merupakan wisatawan LGBTQ+. Setelah gagal bersandar di Turki, operator kapal berupaya mengubah rute dengan mengajukan izin berlabuh di Mesir.

BACA JUGA

Penjualan Air Purifier di Singapura Melonjak 9 Kali Lipat

Teheran Bantah Tuduhan Keterlibatan dalam Dugaan Plot RAF

Namun, otoritas Mesir juga tidak memberikan izin kapal untuk bersandar. Keputusan tersebut disebut berkaitan dengan pertimbangan norma sosial, budaya, serta kebijakan yang berlaku di negara tersebut.

Mesir diketahui tidak mengakui hak-hak LGBTQ+ secara hukum, sementara hubungan sesama jenis masih menghadapi berbagai pembatasan dalam praktiknya. Kondisi serupa juga berlaku di Turki yang memiliki pendekatan konservatif terhadap isu tersebut.

Hingga kini, pihak operator kapal belum memberikan keterangan rinci terkait dampak perubahan rute terhadap jadwal perjalanan para penumpang. Mereka hanya memastikan keselamatan dan kenyamanan wisatawan tetap menjadi prioritas selama pelayaran berlangsung.

Kasus ini kembali memicu perhatian terhadap tantangan yang dihadapi wisatawan LGBTQ+ ketika bepergian ke sejumlah negara dengan regulasi dan norma yang berbeda. Organisasi hak asasi manusia selama ini juga menyoroti pembatasan terhadap komunitas LGBTQ+ di berbagai wilayah.

Belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Mesir yang menjelaskan alasan rinci penolakan tersebut. Sementara itu, sejumlah media internasional melaporkan keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan sensitivitas sosial di negara tersebut.

Peristiwa ini menunjukkan bahwa kebijakan terkait wisatawan LGBTQ+ masih sangat bervariasi di berbagai negara. Karena itu, pelancong disarankan memeriksa aturan dan kondisi sosial di negara tujuan sebelum melakukan perjalanan internasasional.

Tags: Headlinekapal pesiarMesirMetapos.idpenolakan kapal pesiarturis LGBTQ+Turkiwisata internasional
Previous Post

Setelah Kontroversi Penjual Es Teh, Gus Miftah Kini Disebut dalam Sidang Korupsi Proyek Kereta

Next Post

Yaqut Siap Hadapi Sidang Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji

Related Posts

Penjualan Air Purifier di Singapura Melonjak 9 Kali Lipat
Internasional

Penjualan Air Purifier di Singapura Melonjak 9 Kali Lipat

14 October 2026
Iran mengecam tuduhan Inggris yang mengaitkan Teheran dengan dugaan rencana serangan di pangkalan RAF Fairford yang digunakan militer AS.
Internasional

Teheran Bantah Tuduhan Keterlibatan dalam Dugaan Plot RAF

14 October 2026
Vladimir Putin dan Presiden UEA membahas stabilitas Timur Tengah, kerja sama bilateral, serta isu pasokan diesel di tengah ketegangan AS-Iran.
Internasional

Rusia Bahas Krisis Teluk di Tengah Ketegangan AS-Iran

14 October 2026
Paus Leo XIV sukses menjalani operasi pengangkatan lobus bawah paru-paru kanan di Roma setelah didiagnosis adenokarsinoma paru.
Internasional

Vatikan Konfirmasi Operasi Paru Paus Leo Berjalan Lancar

14 October 2026
Laporan Le Monde mengungkap FIFA menyewa kantor di Trump Tower senilai hampir US$4 juta selama 7 tahun 7 bulan, meski sebagian besar ruang disebut kosong.
Internasional

Dokumen Soroti Kontrak Kantor FIFA di Gedung Trump

14 October 2026
Singapura Aktifkan Subsidi Pengobatan Imbas Kabut Asap Karhutla
Internasional

Singapura Aktifkan Subsidi Pengobatan Imbas Kabut Asap Karhutla

13 October 2026
Next Post
Yaqut Siap Hadapi Sidang Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji

Yaqut Siap Hadapi Sidang Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini