Thursday, October 29, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Menteri Ekraf Ingin Bangun Ekraf Berdaya Saing dan Berkelanjutan dari Ruang Aviasi

Aulia Fitrie by Aulia Fitrie
26 August 2025
in Ekbis
Menteri Ekraf Ingin Bangun Ekraf Berdaya Saing dan Berkelanjutan dari Ruang Aviasi

BACA JUGA

Produksi Petrokimia Gresik Tembus 6,59 Juta Ton hingga September 2026

BUMA School Sertifikasi 170 Siswa SMK lewat BNSP

Jakarta, Metapos.id – Menteri Ekonomi Kreatif (Menteri Ekraf) Teuku Riefky Harsya menutup Heli Expo Asia (HEXIA) 2025 sebagai momentum penting untuk menjadikan ruang aviasi di Indonesia terus berinovasi secara berkelanjutan. Penguatan kolaborasi antara industri kreatif dan sektor transportasi udara juga diwujudkan melalui Nota Kesepahaman Bersama.

“Hari ini telah ditandatangani kesepahaman bersama antara Kementerian Ekonomi Kreatif dengan PT Heli Expo Indonesia Asia. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi landasan penguatan program unggulan dan percepatan pertumbuhan ekonomi kreatif nasional. Maka, ekonomi kreatif diharapkan akan menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional, the new engine of growth,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky saat memberi closing statement dalam penutupan HEXIA 2025 di Heliport, Tangerang pada Minggu, 24 Agustus 2025.

Menteri Ekraf Teuku Riefky menegaskan urgensi HEXIA 2025 yang tidak hanya terkait konduktivitas sektor transportasi udara semata, tetapi juga pendukung bagi industri kreatif di Indonesia yang berkembang pesat. Menurutnya, keterlibatan Whitesky Group mampu menjadikan Indonesia sebagai pusat inovasi dan investasi sektor transportasi udara maupun industri kreatif yang makin inovatif.

“Kami mengapresiasi Whitesky Aviation yang telah memberi peluang untuk menampilkan produk dan ragam Intellectual Property (IP) anak Indonesia dalam bidang ekonomi kreatif pada event HEXIA 2025. Keterlibatan beberapa seniman dari industri kreatif tentu menjadikan acara ini semakin dekat dengan masyarakat. Dari ruang aviasi, kita bangun jembatan menuju ekonomi kreatif Indonesia yang inovatif, berdaya saing global, dan berkelanjutan,” ungkap Menteri Ekraf Teuku Riefky.

Di tempat yang sama, CEO Whitesky Group Denon Prawiraatmadja sebagai tuan rumah acara menyampaikan bahwa HEXIA 2025 tak sekadar melibatkan pegiat ekonomi kreatif, tetapi juga menyuguhkan rangkaian kegiatan yang baru dan seru seperti business forum and exhibition, educational seminars, food festival, helicopter joy flight, helicopter and evtol (electric vertical take-off and landing) showcase. Denon juga mengatakan kreativitas generasi muda diajak ikut serta dalam Student Competitions melalui idea pitch competitions, kompetisi fotografi, kompetisi konten video, dan kompetisi desain patch.

“Ini merupakan bentuk inisiatif membangun kerja sama yang diharapkan bisa lebih membuka ruang agar ekonomi kreatif bisa tumbuh. HEXIA 2025 bukan hanya ruang pertemuan bagi industri khususnya bidang transportasi, tapi juga sarana pembelajaran dan inspirasi bagi generasi muda yang melibatkan akademisi, mahasiswa, dan komunitas kreatif sehingga menjadi pendorong ekosistem aviasi dan ekonomi kreatif makin kuat serta kompetitif,” kata Denon.

Memasuki tahun ketiga, HEXIA 2025 mengusung tema Elevating the Industry, Transforming Sustainable Tomorrow. Sebanyak 15 negara berpartisipasi sebagai exhibitor untuk mendukung pertumbuhan industri helikopter global yang telah terselenggara selama 5 hari dari mulai 20 Agustus hingga 24 Agustus di Helipot terbesar se-Asia Tenggara dan satu-satunya di Indonesia.

Tak sekadar pameran yang mengeksplorasi masa depan helikopter, taksi udara, dan teknologi mobilitas udara di kawasan Asia, kegiatan ini menjadi bentuk kerja sama lintas sektoral antar kementerian dan lembaga seperti Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kementerian Perhubungan, TNI, Direktorat Kepolisian Udara, Basarnas, dan mitra strategis lain. Dukungan dari Kementerian Ekraf diberikan sebagai bentuk tindak lanjut atas audiensi Whitesky Group yang dilakukan tanggal 3 Maret 2025 terkait penjajakan kolaborasi untuk menciptakan Indonesia sebagai pusat inovasi bagi moda transportasi udara yang punya nilai tambah.

Adapun bentuk kesepahaman bersama yang telah ditandatangani kedua belah pihak, yaitu:

– Pertukaran data dan informasi;
– Dukungan penelitian, edukasi, dan koordinasi penyusunan kebijakan ekonomi kreatif;
– Fasilitasi dukungan pendanaan dan pembiayaan;
– Pemanfaatan aset/infrastruktur masing-masing pihak dalam rangka pengembangan ekraf;
– Pengembangan pemasaran bidang ekonomi kreatif;
– Pelaksanaan kegiatan bersama di dalam dan luar negeri;
– Pengembangan dan perlindungan kekayaan intelektual dalam bidang ekonomi kreatif;
– Peningkatan kapasitas sumber daya manusia;
– Kerja sama lain sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing pihak.

Penutupan HEXIA 2025 turut dihadiri CEO Heli Expo Asia T. Iskandar Muda, Kepala Divisi Transit Oriented Development Property Management PT MRT Jakarta Iqbal Bimo, Deputi II Daop 1 Jakarta PT KAI Deddy Hendrady, CCO MDA Consulting Mendiola Budi Wiryawan, Founder Museum of Toys Deasy Varianti Sutanto, Founder Recycle Experience (REXP) Evan Driyananda dan Attina Nuraini, beserta perwakilan dari mitra strategis, asosiasi penerbangan, dan pihak sponsor.

Sementara itu mendampingi Menteri Ekraf Teuku Riefky yaitu Sekretaris Kementerian Ekraf Dessy Ruhati, Deputi Bidang Pengembangan Kebijakan Strategis Ekonomi Kreatif Cecep Rukendi, Direktur Pengembangan Sistem Pemasaran dan Hubungan Kelembagaan Radi Manggala, Direktur Fasilitasi Infrastruktur Fahmy Akmal, Direktur Arsitektur dan Desain Sabar Norma Megawati Panjaitan, serta Direktur Penerbitan dan Fotografi Iman Santosa.

Tags: Menteri ekrafMetapos.id
Previous Post

Bahlil Jelaskan Perbedaan Tugas Badan Industri Mineral dengan Kementerian ESDM

Next Post

BTN Siap Layani Transaksi Perbankan 6.5 Juta Jemaat Hkbp

Related Posts

Produksi Petrokimia Gresik Tembus 6,59 Juta Ton hingga September 2026
Ekbis

Produksi Petrokimia Gresik Tembus 6,59 Juta Ton hingga September 2026

29 October 2026
BUMA School Sertifikasi 170 Siswa SMK lewat BNSP
Ekbis

BUMA School Sertifikasi 170 Siswa SMK lewat BNSP

28 October 2026
BEI Perkuat Fondasi Demutualisasi, Bidik 10 Besar Bursa Dunia
Ekbis

BEI Perkuat Fondasi Demutualisasi, Bidik 10 Besar Bursa Dunia

28 October 2026
AstyFarm mencatat pertumbuhan nilai transaksi 52% di Tokopedia dan TikTok Shop, menjangkau 42 kota, serta memperluas lahan produksi menjadi 12 hektare.
Ekbis

AstyFarm Tembus 42 Kota, Perluas Lahan Produksi

27 October 2026
Belanda Targetkan Penghematan 3,5 Miliar Euro lewat AI
Ekbis

Konser Ye di Jakarta Dongkrak Ekonomi hingga Rp600 Miliar

27 October 2026
BUKA Group kembali menghadirkan PUJAAN Vol. 5 untuk memperkuat literasi keuangan, keamanan digital, dan akses permodalan bagi pelaku UMKM.
Ekbis

Bukalapak Umumkan Pemenang Kompetisi Modal PUJAAN Vol. 5

27 October 2026
Next Post
BTN Siap Layani Transaksi Perbankan 6.5 Juta Jemaat Hkbp

BTN Siap Layani Transaksi Perbankan 6.5 Juta Jemaat Hkbp

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini