Wednesday, April 15, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
Home Ekbis

Menko Zulhas Sebut RI Harus Buka Lahan Baru untuk Wujudkan Swasembada Pangan

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
4 December 2024
in Ekbis
Mendag Zulhas Bahas Potensi Perdagangan 4 Miliar Dolar AS dengan Nigeria

Jakarta,Metapos.id – Menteri Koordinator bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan mengatakan, pembukaan lahan baru menjadi langkah yang harus dilakukan pemerintah untuk mencapai swadembada pangan di 2027 mendatang.

Zulhas begitu ia disapa menjelaskan, upaya pembukaan lahan baru untuk lumbung pangan sudah mulai digarap di Merauke seluas 100.000 hektare dari target 1 juta hektare.

BACA JUGA

Volatilitas Global Meningkat, JFX Dorong Transparansi Perdagangan Berjangka

PEFINDO Proyeksikan Pasar Obligasi Korporasi Tetap Positif

“Memang gak ada pilihan, kita harus buka lahan baru. Masa depan kita sekarang dan akan datang tuh, Papua. Merauke ada 1 juta (ha) lebih (target),” ujarnya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia, di Jakarta, Selasa, 3 Desember.

Adapun cetak sawah ini akan diutamakan untuk komoditas pangan utamanya padi. Tetapi, pemerintah juga sudah mulai mengembangkan komoditas tebu di papua seluas 200.000 hektare dari target seluas 600.000 hektare.

Meski begitu, Zulhas mengakui bahwa pembukaan lahan baru memang tidak mudah. Dia mengungkapkan beberapa proyek pemerintah juga gagal. Seperti yang terjadi di Kalimantan Tengah.

“Begitu juga dulu pengembangan tanam sawah (food estate) di Kalimantan Tengah kita pelajari apa sebabnya. Apakah karena tidak ada kesungguhan, ada moral hazard, jadi kita optimalisasi,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Riset Indef Berly Martawardaya mengatakan tidak semua lahan di khususnya wilayah Timur Indonesia tidak cocok untuk ditanam komoditas padi.

“Memang daerah Indonesia yang cocok untuk beras tidak terlalu banyak, Jawa, sebagian Sumatra, dan mungkin sebagian Sulawesi. Tapi untuk Indonesia Timur, khususnya tidak cocok lahan kita, sehingga kalau didorong atau ingin tumbuh beras di sana, investasinya besar sekali dan mahal,” ujar Berly.

Alih-alih memaksakan lahan untuk tanaman padi, Berly menilai pemerintah perlu mendorong upaya diversifikasi pangan lokal di wilayah tersebut. Dia bilang langkah ini juga sebagai upaya menekan ketergantungan terhadap beras.

“Kenapa tidak kita dorong ubi, singkong, tales, yang sagu, yang juga makanan lokal, tapi mungkin dengan sentuhan chef-chef atau ahli-ahli kuliner baru, sehingga menjadi laku di anak muda. Jadi anak muda tidak harus makan beras, untuk Indonesia Timur itu mahal dan sulit untuk di tanam dan dibawa,” jelasnya.

Tags: Menko zulhasMetapos.idSwasembada pangan
Previous Post

Anak Buah Sri Mulyani Pastikan Kenaikan Tarif PPN jadi 12 Persen Tetap Berlaku Mulai 2025

Next Post

Belum Ada Bukti Ilmiah yang Mengaitkan BPA dengan Gangguan Kesuburan Pria

Related Posts

Volatilitas Global Meningkat, JFX Dorong Transparansi Perdagangan Berjangka
Ekbis

Volatilitas Global Meningkat, JFX Dorong Transparansi Perdagangan Berjangka

15 April 2026
PEFINDO Proyeksikan Pasar Obligasi Korporasi Tetap Positif
Ekbis

PEFINDO Proyeksikan Pasar Obligasi Korporasi Tetap Positif

15 April 2026
Denda Rp755 Miliar KPPU ke Pindar Picu Polemik
Ekbis

Denda Rp755 Miliar KPPU ke Pindar Picu Polemik

14 April 2026
Feel Good Network Ekspansi ke Malaysia, Perkuat Jaringan Regional Asia Tenggara
Ekbis

Feel Good Network Ekspansi ke Malaysia, Perkuat Jaringan Regional Asia Tenggara

13 April 2026
Setahun Berjalan, MBG Dinilai Tingkatkan Gizi dan Semangat Belajar Siswa
Ekbis

MBG Bukan Sekadar Bantuan, KADIN Nilai Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi

11 April 2026
Konten Jadi Kunci Penjualan, Tokopedia dan TikTok Shop Catat Lonjakan Transaksi
Ekbis

Konten Jadi Kunci Penjualan, Tokopedia dan TikTok Shop Catat Lonjakan Transaksi

10 April 2026
Next Post
Belum Ada Bukti Ilmiah yang Mengaitkan BPA dengan Gangguan Kesuburan Pria

Belum Ada Bukti Ilmiah yang Mengaitkan BPA dengan Gangguan Kesuburan Pria

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini