Saturday, October 10, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Menko Zulhas Sebut RI Harus Buka Lahan Baru untuk Wujudkan Swasembada Pangan

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
4 December 2024
in Ekbis
Mendag Zulhas Bahas Potensi Perdagangan 4 Miliar Dolar AS dengan Nigeria

Jakarta,Metapos.id – Menteri Koordinator bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan mengatakan, pembukaan lahan baru menjadi langkah yang harus dilakukan pemerintah untuk mencapai swadembada pangan di 2027 mendatang.

Zulhas begitu ia disapa menjelaskan, upaya pembukaan lahan baru untuk lumbung pangan sudah mulai digarap di Merauke seluas 100.000 hektare dari target 1 juta hektare.

BACA JUGA

BEI dan KSEI Perluas Transparansi Kepemilikan Saham

GAPKI Gelar IPOC 2026, Perkuat Peran Sawit bagi Ketahanan Pangan, Energi, dan Ekonomi di Tengah Gejolak Global

“Memang gak ada pilihan, kita harus buka lahan baru. Masa depan kita sekarang dan akan datang tuh, Papua. Merauke ada 1 juta (ha) lebih (target),” ujarnya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia, di Jakarta, Selasa, 3 Desember.

Adapun cetak sawah ini akan diutamakan untuk komoditas pangan utamanya padi. Tetapi, pemerintah juga sudah mulai mengembangkan komoditas tebu di papua seluas 200.000 hektare dari target seluas 600.000 hektare.

Meski begitu, Zulhas mengakui bahwa pembukaan lahan baru memang tidak mudah. Dia mengungkapkan beberapa proyek pemerintah juga gagal. Seperti yang terjadi di Kalimantan Tengah.

“Begitu juga dulu pengembangan tanam sawah (food estate) di Kalimantan Tengah kita pelajari apa sebabnya. Apakah karena tidak ada kesungguhan, ada moral hazard, jadi kita optimalisasi,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Riset Indef Berly Martawardaya mengatakan tidak semua lahan di khususnya wilayah Timur Indonesia tidak cocok untuk ditanam komoditas padi.

“Memang daerah Indonesia yang cocok untuk beras tidak terlalu banyak, Jawa, sebagian Sumatra, dan mungkin sebagian Sulawesi. Tapi untuk Indonesia Timur, khususnya tidak cocok lahan kita, sehingga kalau didorong atau ingin tumbuh beras di sana, investasinya besar sekali dan mahal,” ujar Berly.

Alih-alih memaksakan lahan untuk tanaman padi, Berly menilai pemerintah perlu mendorong upaya diversifikasi pangan lokal di wilayah tersebut. Dia bilang langkah ini juga sebagai upaya menekan ketergantungan terhadap beras.

“Kenapa tidak kita dorong ubi, singkong, tales, yang sagu, yang juga makanan lokal, tapi mungkin dengan sentuhan chef-chef atau ahli-ahli kuliner baru, sehingga menjadi laku di anak muda. Jadi anak muda tidak harus makan beras, untuk Indonesia Timur itu mahal dan sulit untuk di tanam dan dibawa,” jelasnya.

Tags: Menko zulhasMetapos.idSwasembada pangan
Previous Post

Anak Buah Sri Mulyani Pastikan Kenaikan Tarif PPN jadi 12 Persen Tetap Berlaku Mulai 2025

Next Post

Belum Ada Bukti Ilmiah yang Mengaitkan BPA dengan Gangguan Kesuburan Pria

Related Posts

BEI dan KSEI Perluas Transparansi Kepemilikan Saham
Ekbis

BEI dan KSEI Perluas Transparansi Kepemilikan Saham

9 October 2026
GAPKI Gelar IPOC 2026, Perkuat Peran Sawit bagi Ketahanan Pangan, Energi, dan Ekonomi di Tengah Gejolak Global
Ekbis

GAPKI Gelar IPOC 2026, Perkuat Peran Sawit bagi Ketahanan Pangan, Energi, dan Ekonomi di Tengah Gejolak Global

9 October 2026
Penjualan kendaraan BBM di Australia turun 36,2 persen pada September 2026, sementara mobil listrik dan plug-in hybrid mencatat pertumbuhan pesat.
Ekbis

Mobil Listrik Makin Laris, Kendaraan BBM Australia Turun

9 October 2026
OJK Ungkap Dugaan Pidana Perbankan di Mandiri Taspen Purwokerto
Ekbis

OJK Ungkap Dugaan Pidana Perbankan di Mandiri Taspen Purwokerto

8 October 2026
Sejumlah miliarder dunia ternyata tidak menyelesaikan pendidikan tinggi, tetapi berhasil membangun bisnis dengan kekayaan hingga ribuan triliun rupiah.
Ekbis

Putus Kuliah, 10 Miliarder Ini Tajir Melintir

8 October 2026
PT Sepatu Bata Tbk (BATA)
Ekbis

Penjualan Merosot, Presiden Direktur Bata Ajukan Pengunduran Diri

2 October 2026
Next Post
Belum Ada Bukti Ilmiah yang Mengaitkan BPA dengan Gangguan Kesuburan Pria

Belum Ada Bukti Ilmiah yang Mengaitkan BPA dengan Gangguan Kesuburan Pria

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini