Thursday, October 29, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Menko Zulhas Sebut RI Harus Buka Lahan Baru untuk Wujudkan Swasembada Pangan

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
4 December 2024
in Ekbis
Mendag Zulhas Bahas Potensi Perdagangan 4 Miliar Dolar AS dengan Nigeria

Jakarta,Metapos.id – Menteri Koordinator bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan mengatakan, pembukaan lahan baru menjadi langkah yang harus dilakukan pemerintah untuk mencapai swadembada pangan di 2027 mendatang.

Zulhas begitu ia disapa menjelaskan, upaya pembukaan lahan baru untuk lumbung pangan sudah mulai digarap di Merauke seluas 100.000 hektare dari target 1 juta hektare.

BACA JUGA

BUMA School Sertifikasi 170 Siswa SMK lewat BNSP

BEI Perkuat Fondasi Demutualisasi, Bidik 10 Besar Bursa Dunia

“Memang gak ada pilihan, kita harus buka lahan baru. Masa depan kita sekarang dan akan datang tuh, Papua. Merauke ada 1 juta (ha) lebih (target),” ujarnya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia, di Jakarta, Selasa, 3 Desember.

Adapun cetak sawah ini akan diutamakan untuk komoditas pangan utamanya padi. Tetapi, pemerintah juga sudah mulai mengembangkan komoditas tebu di papua seluas 200.000 hektare dari target seluas 600.000 hektare.

Meski begitu, Zulhas mengakui bahwa pembukaan lahan baru memang tidak mudah. Dia mengungkapkan beberapa proyek pemerintah juga gagal. Seperti yang terjadi di Kalimantan Tengah.

“Begitu juga dulu pengembangan tanam sawah (food estate) di Kalimantan Tengah kita pelajari apa sebabnya. Apakah karena tidak ada kesungguhan, ada moral hazard, jadi kita optimalisasi,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Riset Indef Berly Martawardaya mengatakan tidak semua lahan di khususnya wilayah Timur Indonesia tidak cocok untuk ditanam komoditas padi.

“Memang daerah Indonesia yang cocok untuk beras tidak terlalu banyak, Jawa, sebagian Sumatra, dan mungkin sebagian Sulawesi. Tapi untuk Indonesia Timur, khususnya tidak cocok lahan kita, sehingga kalau didorong atau ingin tumbuh beras di sana, investasinya besar sekali dan mahal,” ujar Berly.

Alih-alih memaksakan lahan untuk tanaman padi, Berly menilai pemerintah perlu mendorong upaya diversifikasi pangan lokal di wilayah tersebut. Dia bilang langkah ini juga sebagai upaya menekan ketergantungan terhadap beras.

“Kenapa tidak kita dorong ubi, singkong, tales, yang sagu, yang juga makanan lokal, tapi mungkin dengan sentuhan chef-chef atau ahli-ahli kuliner baru, sehingga menjadi laku di anak muda. Jadi anak muda tidak harus makan beras, untuk Indonesia Timur itu mahal dan sulit untuk di tanam dan dibawa,” jelasnya.

Tags: Menko zulhasMetapos.idSwasembada pangan
Previous Post

Anak Buah Sri Mulyani Pastikan Kenaikan Tarif PPN jadi 12 Persen Tetap Berlaku Mulai 2025

Next Post

Belum Ada Bukti Ilmiah yang Mengaitkan BPA dengan Gangguan Kesuburan Pria

Related Posts

BUMA School Sertifikasi 170 Siswa SMK lewat BNSP
Ekbis

BUMA School Sertifikasi 170 Siswa SMK lewat BNSP

28 October 2026
BEI Perkuat Fondasi Demutualisasi, Bidik 10 Besar Bursa Dunia
Ekbis

BEI Perkuat Fondasi Demutualisasi, Bidik 10 Besar Bursa Dunia

28 October 2026
AstyFarm mencatat pertumbuhan nilai transaksi 52% di Tokopedia dan TikTok Shop, menjangkau 42 kota, serta memperluas lahan produksi menjadi 12 hektare.
Ekbis

AstyFarm Tembus 42 Kota, Perluas Lahan Produksi

27 October 2026
Belanda Targetkan Penghematan 3,5 Miliar Euro lewat AI
Ekbis

Konser Ye di Jakarta Dongkrak Ekonomi hingga Rp600 Miliar

27 October 2026
BUKA Group kembali menghadirkan PUJAAN Vol. 5 untuk memperkuat literasi keuangan, keamanan digital, dan akses permodalan bagi pelaku UMKM.
Ekbis

Bukalapak Umumkan Pemenang Kompetisi Modal PUJAAN Vol. 5

27 October 2026
Staffinc menghadirkan solusi tenaga kerja berorientasi hasil melalui rekrutmen, pelatihan, supervisi, serta pemanfaatan teknologi dan data untuk mendukung kinerja perusahaan.
Ekbis

Staffinc Siapkan Solusi Tenaga Kerja untuk 2027

27 October 2026
Next Post
Belum Ada Bukti Ilmiah yang Mengaitkan BPA dengan Gangguan Kesuburan Pria

Belum Ada Bukti Ilmiah yang Mengaitkan BPA dengan Gangguan Kesuburan Pria

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini