Sunday, November 1, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Menko Zulhas Sebut RI Harus Buka Lahan Baru untuk Wujudkan Swasembada Pangan

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
4 December 2024
in Ekbis
Mendag Zulhas Bahas Potensi Perdagangan 4 Miliar Dolar AS dengan Nigeria

Jakarta,Metapos.id – Menteri Koordinator bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan mengatakan, pembukaan lahan baru menjadi langkah yang harus dilakukan pemerintah untuk mencapai swadembada pangan di 2027 mendatang.

Zulhas begitu ia disapa menjelaskan, upaya pembukaan lahan baru untuk lumbung pangan sudah mulai digarap di Merauke seluas 100.000 hektare dari target 1 juta hektare.

BACA JUGA

BEI Percepat Reformasi Pasar Modal, Perkuat Transparansi demi Pertahankan Status Emerging Market

BEI Luncurkan IDX Commodity 20 sebagai Acuan Investasi Saham Komoditas

“Memang gak ada pilihan, kita harus buka lahan baru. Masa depan kita sekarang dan akan datang tuh, Papua. Merauke ada 1 juta (ha) lebih (target),” ujarnya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia, di Jakarta, Selasa, 3 Desember.

Adapun cetak sawah ini akan diutamakan untuk komoditas pangan utamanya padi. Tetapi, pemerintah juga sudah mulai mengembangkan komoditas tebu di papua seluas 200.000 hektare dari target seluas 600.000 hektare.

Meski begitu, Zulhas mengakui bahwa pembukaan lahan baru memang tidak mudah. Dia mengungkapkan beberapa proyek pemerintah juga gagal. Seperti yang terjadi di Kalimantan Tengah.

“Begitu juga dulu pengembangan tanam sawah (food estate) di Kalimantan Tengah kita pelajari apa sebabnya. Apakah karena tidak ada kesungguhan, ada moral hazard, jadi kita optimalisasi,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Riset Indef Berly Martawardaya mengatakan tidak semua lahan di khususnya wilayah Timur Indonesia tidak cocok untuk ditanam komoditas padi.

“Memang daerah Indonesia yang cocok untuk beras tidak terlalu banyak, Jawa, sebagian Sumatra, dan mungkin sebagian Sulawesi. Tapi untuk Indonesia Timur, khususnya tidak cocok lahan kita, sehingga kalau didorong atau ingin tumbuh beras di sana, investasinya besar sekali dan mahal,” ujar Berly.

Alih-alih memaksakan lahan untuk tanaman padi, Berly menilai pemerintah perlu mendorong upaya diversifikasi pangan lokal di wilayah tersebut. Dia bilang langkah ini juga sebagai upaya menekan ketergantungan terhadap beras.

“Kenapa tidak kita dorong ubi, singkong, tales, yang sagu, yang juga makanan lokal, tapi mungkin dengan sentuhan chef-chef atau ahli-ahli kuliner baru, sehingga menjadi laku di anak muda. Jadi anak muda tidak harus makan beras, untuk Indonesia Timur itu mahal dan sulit untuk di tanam dan dibawa,” jelasnya.

Tags: Menko zulhasMetapos.idSwasembada pangan
Previous Post

Anak Buah Sri Mulyani Pastikan Kenaikan Tarif PPN jadi 12 Persen Tetap Berlaku Mulai 2025

Next Post

Belum Ada Bukti Ilmiah yang Mengaitkan BPA dengan Gangguan Kesuburan Pria

Related Posts

Media Gathering Pasar Modal 2026
Ekbis

BEI Percepat Reformasi Pasar Modal, Perkuat Transparansi demi Pertahankan Status Emerging Market

31 October 2026
BEI Luncurkan IDX Commodity 20 sebagai Acuan Investasi Saham Komoditas
Ekbis

BEI Luncurkan IDX Commodity 20 sebagai Acuan Investasi Saham Komoditas

30 October 2026
Cristiano Ronaldo Kini Koleksi 985 Gol Sepanjang Karier
Ekbis

Konser Andrea Bocelli Dinilai Bisa Dongkrak Pariwisata Indonesia

30 October 2026
CIO Danantara Punya Kepemilikan Saham di Supra Sekuritas yang Disanksi
Ekbis

CIO Danantara Punya Kepemilikan Saham di Supra Sekuritas yang Disanksi

29 October 2026
Produksi Petrokimia Gresik Tembus 6,59 Juta Ton hingga September 2026
Ekbis

Produksi Petrokimia Gresik Tembus 6,59 Juta Ton hingga September 2026

29 October 2026
BUMA School Sertifikasi 170 Siswa SMK lewat BNSP
Ekbis

BUMA School Sertifikasi 170 Siswa SMK lewat BNSP

28 October 2026
Next Post
Belum Ada Bukti Ilmiah yang Mengaitkan BPA dengan Gangguan Kesuburan Pria

Belum Ada Bukti Ilmiah yang Mengaitkan BPA dengan Gangguan Kesuburan Pria

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini