Saturday, June 20, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Belum Ada Bukti Ilmiah yang Mengaitkan BPA dengan Gangguan Kesuburan Pria

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
4 December 2024
in Lifestyle & Health
Belum Ada Bukti Ilmiah yang Mengaitkan BPA dengan Gangguan Kesuburan Pria

Jakarta, Metapos.id – Belakangan ini, muncul informasi yang menyebutkan
bahwa air minum galon polikarbonat guna ulang berpotensi menyebabkan gangguan
kesuburan pada pria, termasuk kondisi seperti mikropenis. Namun, anggapan ini tidak lebih dari sekadar mitos karena hingga saat ini belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan bahwa BPA dapat mengakibatkan permasalahan kesuburan pada pria.


Dr. dr. Rahmawati Thamrin, Sp. And, Dokter Spesialis Andrologi Siloam Hospital dan
Primaya Hospital Makassar mengatakan, “Tidak ada bukti bahwa BPA menyebabkan
mikropenis dan infertilitas pada laki-laki. Saat ini, sejumlah penelitian hanya diujikan
pada hewan dengan skala terbatas, hasilnya pun tidak konsisten. Penelitian dilakukan secara khusus pada hewan dengan paparan dosis tinggi, sehingga tidak relevan jika dibandingkan dengan paparan yang kemungkinan terjadi pada manusia sehari-hari. ”

BACA JUGA

Survei Pew Research Ungkap Indonesia Jadi Negara Paling Percaya Kehidupan Setelah Kematian

Dunia Hiburan Berduka, Kang Saep Preman Pensiun Meninggal Dunia


Dr. dr. Rahmawati menegaskan, “Mikropenis adalah kondisi di mana ukuran penis lebih kecil dari ukuran normal. Kekurangan hormon androgen selama perkembangan dapat menyebabkan mikropenis. Hingga saat ini, bukti ilmiah terkait mengenai kaitan antara
BPA dan kondisi mikropenis masih sangat terbatas dan tidak konklusif.”


Berdasarkan data, permasalahan kesuburan pria justru disebabkan oleh banyak hal,seperti hiperprolaktinemia atau kondisi ketika kadar hormon prolaktin dalam darah meningkat drastis hingga melebihi batas normalnya, rendahnya produksi hormon perangsang folikel (FSH) dan hormon luteinizing (LH) di kelenjar pituitari yang menyebabkan produksi FSH penurunan jumlah dan kualitas sperma, infeksi dan peradangan pada organ reproduksi pria, varikokel atau kondisi melebarnya pembuluh darah dalam kantung zakar, genetik dan berbagai masalah lainnya.


“Air galon yang diproduksi sesuai standar keamanan BPOM dan SNI aman untuk
dikonsumsi dan tidak menyebabkan gangguan kesuburan pria termasuk mikropenis.Gaya hidup, pola nutrisi, dan paparan lingkungan lainnya yang justru memiliki pengaruh yang lebih signifikan terhadap kesuburan pria.” tegasnya.
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Bosowa ini mengingatkan untuk menjaga
kesuburan dan mendukung kesehatan reproduksi secara optimal.

Pria dapat melakukan beberapa tips seperti menerapkan pola makanan sehat, menghindari rokok dan alkohol berlebihan, mengurangi stress dan menjaga berat badan ideal serta rutin berolahraga.
Sejumlah Penelitian Membuktikan Air Minum Kemasan Galon Aman Diminum
Di sisi lain, sejumlah penelitian, termasuk di wilayah Provinsi Jawa Barat dan Makassar,Sulawesi Selatan, menyatakan tidak terdeteksinya Bisphenol-A (BPA) dalam air minum galon guna ulang polikarbonat.


Kelompok Studi Polimer Institut Teknologi Bandung (ITB) melakukan penelitian
independen terkait keamanan dan kualitas air minum galon guna ulang berbahan polikarbonat di Provinsi Jawa Barat. Hasil penelitian telah menunjukkan tidak terdeteksiadanya luruhan BPA pada sampel empat (4) brand air minum galon terpopuler diwilayah tersebut, sehingga semua sampel air minum galon yang diuji aman untukdikonsumsi masyarakat dan sesuai standar yang ditetapkan oleh pemerintah.Senada dengan penelitian ITB, dua penelitian oleh Universitas Islam Makassar (UIM)dan Universitas Muslim Indonesia (UMI) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan menunjukkan hasil yang serupa, tidak terdeteksi adanya luruhan atau migrasi BPA kedalam air.

Penelitian ini mencakup pengujian terhadap galon berbahan polikarbonat,baik yang terpapar sinar matahari langsung maupun yang tidak. Hal ini memperkuat bukti bahwa semua sampel air minum galon tersebut aman untuk dikonsumsi masyarakat.Endah Dwijayanti, S.Si., M.Sc., Ketua Program Studi Kimia Universitas Islam Makassar (UIM), menjelaskan penelitiannya yang berjudul “Analisis Bisphenol-A dan Di-ethylhexyl Phthalates dalam Air Galon Yang Beredar di Kota Makassar,” di mana penelitian tersebut menunjukkan bahwa seluruh sampel air minum yang diuji bebas dari zat berbahaya dan tidak terdeteksi adanya senyawa BPA.

Penelitian ini telah diterbitkan di Food Scientia, Journal of Food Science and Technology, UniversitasTerbuka.“Dari penelitian yang kami lakukan, tidak ditemukan adanya luruhan atau migrasi BPA di seluruh sampel air galon yang diuji.

Dengan demikian, kami dapat memastikan bahwa galon polikarbonat guna ulang yang dikonsumsi masyarakat di Makassar aman digunakan sebagai air minum,” kata Endah.Endah menjelaskan bahwa penelitian ini didorong oleh maraknya pemberitaan yang menyebutkan bahwa galon guna ulang mungkin mengalami migrasi BPA yang melebihi ambang batas aman. Untuk memverifikasi hal tersebut secara ilmiah, tim peneliti mengambil sampel air galon dari tiga titik di lima kecamatan di Makassar.

Teknik pengambilan sampel dilakukan untuk memastikan representasi distribusi produk secara menyeluruh. Penelitian ini menggunakan peralatan canggih, yaitu GasChromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) untuk mendeteksi BPA hingga kestruktur kimianya.Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Ir. Gusnawati, S.T., M.T., Dosen Program Studi Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia (UMI) menjelaskan penelitian serupa dengan judul “Analisis Migrasi Cemaran Bisphenol-A (BPA) Kemasan Plastik Polikarbonat (PC) pada Produk AirMinum dalam Kemasan Galon di Wilayah Kota Makassar,” yang telah dipublikasikan di Jambura, Journal of Chemistry, Universitas Negeri Gorontalo.

Instrumen atau alat ukur penelitian ini menggunakan Spektrofotometri UV-Vis yang merupakan metode umum untuk melakukan pengujian analisis kandungan zat pada industri farmasi dan makanan. “Dalam penelitian ini, tidak ditemukan BPA pada galon polikarbonat dengan kode No.7 yang disimpan baik di dalam maupun di luar ruangan selama 7 hari.

Plastik polikarbonat tidak terurai pada suhu normal, sehingga tidak ada BPA yang terdeteksi berpindah ke permukaan galon atau ke air di dalamnya,” kata Gusnawati.Penelitian yang telah dilakukan di berbagai daerah telah menyatakan bahwa tidak terdeteksi adanya luruhan BPA pada air minum dalam kemasan galon polikarbonat.

Tags: Air galonBPAMetapos.id
Previous Post

Menko Zulhas Sebut RI Harus Buka Lahan Baru untuk Wujudkan Swasembada Pangan

Next Post

Biaya Makan Bergizi Gratis Rp10.000 per Porsi Dinilai Terlalu Kecil

Related Posts

Survei Pew Research Ungkap Indonesia Jadi Negara Paling Percaya Kehidupan Setelah Kematian
Lifestyle & Health

Survei Pew Research Ungkap Indonesia Jadi Negara Paling Percaya Kehidupan Setelah Kematian

20 June 2026
Dunia Hiburan Berduka, Kang Saep Preman Pensiun Meninggal Dunia
Lifestyle & Health

Dunia Hiburan Berduka, Kang Saep Preman Pensiun Meninggal Dunia

20 June 2026
Ahli Gizi Ungkap Pilihan Roti yang Lebih Aman untuk Gula Darah Stabil
Lifestyle & Health

Ahli Gizi Ungkap Pilihan Roti yang Lebih Aman untuk Gula Darah Stabil

20 June 2026
Harga Minyak Naik, Puluhan Kapal Tanker Mulai Tinggalkan Selat Hormuz
Lifestyle & Health

Kenapa Mi Instan Tetap Jadi Favorit Meski Sering Dianggap Tak Sehat?

20 June 2026
Pengusaha Buka Suara soal 4.000 Buruh Pabrik Nike yang Dirumahkan
Lifestyle & Health

Daftar Negara yang Masih Konsumsi Daging Kucing, Salah Satunya Tetangga RI

20 June 2026
Pengusaha Buka Suara soal 4.000 Buruh Pabrik Nike yang Dirumahkan
Lifestyle & Health

Korban Rasisme di Piala Dunia 2026 Dapat Undangan Istimewa dari FIFA

20 June 2026
Next Post
Biaya Makan Bergizi Gratis Rp10.000 per Porsi Dinilai Terlalu Kecil

Biaya Makan Bergizi Gratis Rp10.000 per Porsi Dinilai Terlalu Kecil

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini