Monday, August 31, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Mengenang Try Sutrisno, Jenderal TNI yang Menapaki Jalan dari Revolusi ke Istana

Desti Dwi Natasya by Desti Dwi Natasya
2 March 2026
in Nasional
Mengenang Try Sutrisno, Jenderal TNI yang Menapaki Jalan dari Revolusi ke Istana

Metapos.id, Jakarta – Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Try Sutrisno, wafat pada Senin (2/3/2026) pukul 06.58 WIB. Jenderal TNI (Purn.) tersebut tutup usia 90 tahun setelah melalui perjalanan panjang pengabdian sejak masa revolusi hingga menduduki pucuk pimpinan negara.

Try Sutrisno lahir pada 15 November 1935 di kawasan Bandar Genteng Lor, Surabaya. Ia tumbuh dalam keluarga sederhana; ayahnya, Subandi, bekerja sebagai sopir ambulans, sementara ibunya, Mardiyah, adalah ibu rumah tangga. Masa kecilnya diwarnai gejolak revolusi kemerdekaan. Saat agresi militer Belanda pecah pasca-Proklamasi 1945, keluarganya mengungsi ke Mojokerto.

BACA JUGA

Gus Kikin Jadi Ketum PBNU, Ini Harapan Ketua MPR

Prabowo: Indonesia Butuh Koalisi untuk Menjaga Stabilitas Pemerintahan

Dalam situasi sulit itu, Try sempat berhenti sekolah dan membantu perekonomian keluarga dengan berjualan rokok serta koran. Setelah pengakuan kedaulatan Indonesia pada 1949, keluarganya kembali ke Surabaya dan ia melanjutkan pendidikan.

Pendidikan dan Awal Karier Militer

Try menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah di Surabaya sebelum masuk Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad) pada 1956. Ia lulus pada 1959 dan resmi menjadi perwira TNI Angkatan Darat.

Sepanjang 1960-an, ia mengikuti berbagai pendidikan kecabangan militer. Pada 1972, ia menempuh pendidikan di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad), yang menjadi bagian penting dalam mempersiapkannya menuju jabatan komando tingkat tinggi.

Menanjak Hingga Panglima ABRI

Karier militernya dimulai di kesatuan zeni tempur sebelum berkembang ke jalur komando teritorial. Ia pernah menjabat sebagai komandan satuan, Kepala Staf Kodam, hingga Panglima Kodam.

Pada 1986, ia dipercaya menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Dua tahun kemudian, pada 1988, ia dilantik sebagai Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI), jabatan yang diembannya hingga 1993. Posisi ini menjadi tonggak penting sebelum ia melangkah ke panggung politik nasional.

Wakil Presiden Era Orde Baru

Pada 11 Maret 1993, Try Sutrisno dilantik sebagai Wakil Presiden ke-6 RI mendampingi Presiden Suharto hasil Sidang Umum MPR 1993. Pengangkatannya mencerminkan kuatnya peran militer dalam konfigurasi politik era Orde Baru.

Selama masa jabatan 1993–1998, ia dikenal menjalankan fungsi wakil presiden secara institusional dengan fokus menjaga stabilitas pemerintahan di tengah dinamika politik yang kian menguat menjelang akhir dekade 1990-an.

Masa tugasnya berakhir pada 11 Maret 1998 dan digantikan oleh B. J. Habibie, beberapa waktu sebelum perubahan besar terjadi dengan lengsernya Soeharto pada Mei 1998.

Tutup Usia di RSPAD

Try Sutrisno meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto (RSPAD), Jakarta. Kabar duka tersebut dikonfirmasi keluarga dan pemerintah. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan belasungkawa mendalam dan memastikan pemerintah memberikan perhatian penuh dalam proses pemulasaraan jenazah.

Kepergian Try Sutrisno menjadi akhir dari perjalanan panjang seorang prajurit yang tumbuh dari situasi revolusi, menapaki karier militer hingga mencapai posisi tertinggi di ABRI, dan akhirnya menduduki jabatan Wakil Presiden Republik Indonesia.

Tags: KSAD 1986Metapos.idPanglima ABRIsejarah Try SutrisnoTry Sutrisno wafatWakil Presiden ke-6 RI
Previous Post

Serangan Kapal di Selat Hormuz Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia

Next Post

BBM Non-Subsidi Mengalami Kenaikan Serentak, Berlaku Mulai 2 Maret 2026

Related Posts

Gus Kikin Jadi Ketum PBNU, Ini Harapan Ketua MPR
Nasional

Gus Kikin Jadi Ketum PBNU, Ini Harapan Ketua MPR

31 August 2026
Prabowo: Indonesia Butuh Koalisi untuk Menjaga Stabilitas Pemerintahan
Nasional

Prabowo: Indonesia Butuh Koalisi untuk Menjaga Stabilitas Pemerintahan

31 August 2026
Bank Mandiri Taspen melalui Mantap Peduli NTT menyalurkan 500 paket makanan dan 127 selimut bagi warga terdampak gempa di Ende.
Nasional

Mandiri Taspen Kirim 500 Paket Makanan ke Ende

31 August 2026
Puntung Rokok Diduga Picu Karhutla 30 Hektare di Rohil, Satu Tersangka
Nasional

Puntung Rokok Diduga Picu Karhutla 30 Hektare di Rohil, Satu Tersangka

31 August 2026
Waspada Kekeringan, BMKG Prediksi Kemarau Puncak di Jabar
Nasional

Waspada Kekeringan, BMKG Prediksi Kemarau Puncak di Jabar

31 August 2026
BNPB Catat 188.161 Warga Masih Mengungsi akibat Gempa NTT
Nasional

BNPB Catat 188.161 Warga Masih Mengungsi akibat Gempa NTT

31 August 2026
Next Post
BBM Non-Subsidi Mengalami Kenaikan Serentak, Berlaku Mulai 2 Maret 2026

BBM Non-Subsidi Mengalami Kenaikan Serentak, Berlaku Mulai 2 Maret 2026

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini