Thursday, September 24, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Mengenal Aliran dan Kelompok dalam Sejarah Islam

Budi Mashuri by Budi Mashuri
24 September 2026
in Lifestyle & Health
Mengenal Aliran dan Kelompok dalam Sejarah Islam

Metapos.id, Jakarta – Sejarah Islam mencatat munculnya berbagai aliran dan kelompok pemikiran yang berkembang seiring perjalanan umat. Perbedaan yang pada awalnya banyak berkaitan dengan persoalan politik dan kepemimpinan kemudian berkembang menjadi perdebatan mengenai akidah, iman, qadar, sifat-sifat Allah, Al-Qur’an, serta kepemimpinan keagamaan.

Dalam tradisi Ahlus Sunnah wal Jama’ah, Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah ﷺ menjadi sumber utama dalam memahami agama dengan merujuk pada pemahaman generasi awal umat Islam. Karena itu, mempelajari aliran dalam sejarah Islam dapat membantu memahami latar belakang munculnya berbagai pemikiran sekaligus mengenali perbedaan prinsip yang berkembang dalam sejarah.

BACA JUGA

Survei Ungkap Banyak Orang Indonesia Tak Kenali Risiko Pneumonia

Museum George Lucas Dibuka, Pamerkan 1.300 Karya

Salah satu kelompok awal yang dikenal adalah Khawarij yang kemunculannya berkaitan dengan peristiwa tahkim dalam konflik antara Ali bin Abi Thalib dan Mu’awiyah sekitar 37 H atau 657 M. Setelah itu berkembang Qadariyah dan Jabariyah yang membahas hubungan kehendak manusia dengan qadar Allah, sementara pemikiran yang dikaitkan dengan Jahmiyah membahas persoalan sifat-sifat Allah, iman, dan qadar.

Pada awal abad ke-2 Hijriah, Mu’tazilah berkembang dengan memberikan kedudukan besar kepada akal dalam persoalan teologi. Beberapa doktrin yang dikenal dalam sejarah pemikiran Mu’tazilah antara lain pandangan bahwa Al-Qur’an adalah makhluk dan konsep al-manzilah bainal manzilatain dalam persoalan pelaku dosa besar, sementara Murji’ah berkembang dalam perdebatan mengenai hakikat iman dan hubungan antara iman dengan amal.

Syiah memiliki sejarah panjang dan berkembang menjadi berbagai cabang, di antaranya Zaidiyah, Ismailiyah, dan Imamiyah Itsna ‘Asyariyah. Salah satu persoalan yang membedakan sebagian tradisi Syiah dengan Sunni adalah konsep imamah, yakni keyakinan mengenai kepemimpinan khusus para imam dari keturunan Ali bin Abi Thalib menurut tradisi tertentu dalam Syiah.

Perkembangan pemikiran keagamaan juga berlanjut pada masa modern dengan munculnya berbagai gerakan, salah satunya Ahmadiyah yang didirikan Mirza Ghulam Ahmad pada 1889 di Qadian, India. Salah satu persoalan teologis yang membedakannya dari pemahaman Sunni berkaitan dengan klaim Mirza Ghulam Ahmad sebagai al-Masih dan al-Mahdi, sementara dalam pemahaman Sunni Muhammad ﷺ berdasarkan QS Al-Ahzab ayat 40 merupakan Khatam an-Nabiyyin atau penutup para nabi.

Mempelajari berbagai aliran dalam sejarah Islam tidak dimaksudkan untuk menumbuhkan kebencian terhadap kelompok tertentu, melainkan untuk memahami sejarah, latar belakang, argumentasi, dan perbedaan pemikiran secara ilmiah. Pembahasan tersebut juga perlu disertai kehati-hatian dalam persoalan takfir karena penilaian terhadap suatu pemikiran atau doktrin tidak otomatis memberikan hukum yang sama kepada setiap individu yang dinisbatkan kepada kelompok tersebut.

Sejarah berbagai aliran menunjukkan bahwa perbedaan pemikiran dapat muncul karena faktor politik, sosial, intelektual, maupun pemahaman terhadap dalil agama. Mengenal sejarah tersebut dapat menjadi sarana untuk memperdalam pemahaman terhadap Al-Qur’an dan Sunnah serta mengenali perkembangan pemikiran Islam, dengan tetap mengedepankan ilmu dan adab agar perbedaan tidak menjadi alasan untuk saling mencaci atau melakukan tindakan yang bertentangan dengan akhlak Islam.

Tags: aliran dalam sejarah IslamHeadlineJabariyahKhawarijMetapos.idMu’tazilahQadariyahsejarah Islam
Previous Post

Yusril Tegaskan Sanksi bagi Pegawai Lapas Cibinong yang Bersalah

Next Post

ASABRI Perkuat Layanan Digital dan Perluas Akses Peserta

Related Posts

Survei Ungkap Banyak Orang Indonesia Tak Kenali Risiko Pneumonia
Lifestyle & Health

Survei Ungkap Banyak Orang Indonesia Tak Kenali Risiko Pneumonia

24 September 2026
Anthony Hudson Bidik Gelar FIFA ASEAN Cup 2026
Lifestyle & Health

Museum George Lucas Dibuka, Pamerkan 1.300 Karya

24 September 2026
Patient Zero, Single Baru Taylor Swift Rilis 25 September
Lifestyle & Health

Patient Zero, Single Baru Taylor Swift Rilis 25 September

23 September 2026
Sering Terbawa Emosi? Ini Cara Melatih Regulasi Emosi
Lifestyle & Health

Sering Terbawa Emosi? Ini Cara Melatih Regulasi Emosi

23 September 2026
Lifestyle & Health

Ji Chang Wook Jadi Playboy Joseon di The Scandal

23 September 2026
Waspada, 4 Kebiasaan Ini Dikaitkan dengan Penuaan
Lifestyle & Health

Waspada, 4 Kebiasaan Ini Dikaitkan dengan Penuaan

23 September 2026
Next Post
ASABRI Perkuat Layanan Digital dan Perluas Akses Peserta

ASABRI Perkuat Layanan Digital dan Perluas Akses Peserta

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini