Metapos.id, Jakarta — Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) RI, Rocky Gerung, menyampaikan pandangannya mengenai peran lembaga tersebut setelah resmi dilantik di Istana Negara.
Rocky menegaskan, Wantimpres bukan lembaga yang dibentuk untuk memberikan kritik terhadap setiap kebijakan pemerintah. Namun, anggota Wantimpres dituntut memiliki sikap kritis dalam menelaah berbagai kebijakan dan program yang dijalankan pemerintah.
“Bukan mengkritik. Dewan ini justru fungsinya kritis, bukan kritik ya, beda tuh. Kritis terhadap kebijakan tuh,” tegas Rocky usai dilantik di Istana Negara, dikutip dari berbagai sumber, Sabtu (3/10/2026).
Menurut Rocky, sikap kritis tersebut penting karena pelaksanaan sebuah program pemerintah bisa menimbulkan beragam pandangan di masyarakat. Ada pihak yang melihat kebijakan secara positif, sementara pihak lain dapat memberikan penilaian berbeda.
“Karena pasti ada persepsi negatif, ada persepsi positif. Dua-duanya persepsi tuh,” ucapnya.
Ia menambahkan, Wantimpres lebih banyak memberikan pertimbangan dari sisi etika serta melihat persoalan secara lebih mendalam. Dengan demikian, masukan yang diberikan diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan Presiden sebelum mengambil keputusan.
“Mengandalkan kepekaan etis dan kemampuan untuk melihat detail persoalannya di mana. Dan itu yang dijadikan pertimbangan tuh. Kan anda biasa kalau bikin surat keputusan tuh, mengingat, menimbang, memutuskan, menetapkan. Tugas dewan adalah mengingat dan menimbang dan memutuskan. Penetapannya ada pada presiden,” jelas dia.
Sementara itu, Rocky membedakan peran Wantimpres dengan pihak yang memberikan masukan teknis kepada Presiden. Menurutnya, urusan teknis terkait bidang tertentu akan ditangani penasihat khusus maupun utusan khusus Presiden.
“Teknis ada penasihat khusus teknis Pak Presiden tentang luar negeri, tentang pertahanan segala macam,” tuturnya.







