Saturday, October 17, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Makna Gencatan Senjata bagi Iran dan Dampaknya ke Depan

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
11 April 2026
in Internasional
Makna Gencatan Senjata bagi Iran dan Dampaknya ke Depan

Metapos.id, Jakarta – Kesepakatan penghentian sementara konflik antara Iran dan Amerika Serikat selama dua pekan membuka peluang bagi perundingan damai.

Namun demikian, keputusan ini memicu penolakan dari kelompok garis keras di dalam negeri.

BACA JUGA

Trump Urungkan Rencana Live Streaming Eksekusi Eks Tentara AS

Rencana Kolombia Buka Kedutaan di Yerusalem Picu Kecaman

Perundingan dijadwalkan berlangsung di Islamabad pada Sabtu, 11 April 2026. Sementara itu, pemerintah Iran mulai menunjukkan sikap lebih terbuka setelah sebelumnya menolak opsi penghentian konflik.

Di sisi lain, kelompok garis keras memperlihatkan kemarahan mereka. Mereka memasang spanduk besar di Teheran yang menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap ditutup.

Namun saat ini, Iran menyetujui pembukaan jalur pelayaran selama masa gencatan senjata. Keputusan tersebut diambil oleh Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.

Selain itu, tekanan dari komunitas internasional turut berperan. China dilaporkan mendorong Iran agar menerima mediasi dari Pakistan.

Meskipun begitu, kelompok garis keras tetap bersikeras menolak kebijakan tersebut. Mereka menilai penghentian konflik hanya memberi kesempatan bagi pihak lawan untuk memperkuat diri.

Tak hanya itu, milisi Basij menggelar aksi unjuk rasa di depan Kementerian Luar Negeri. Mereka juga membakar bendera AS dan Israel sebagai bentuk protes.

Di tengah konflik, situasi dalam negeri Iran semakin memburuk. Lebih dari 3.000 orang dilaporkan tewas selama 40 hari pertempuran.
Oleh karena itu, sebagian elite mulai mencari solusi. Mereka berupaya mengakhiri konflik tanpa kehilangan posisi tawar.

Sementara itu, pembicaraan langsung dengan AS menjadi langkah baru. Sebelumnya, kebijakan ini dilarang oleh pemimpin Iran sebelumnya.

Kini, arah kebijakan mulai berubah di bawah kepemimpinan baru. Pemerintah membuka peluang dialog langsung dengan Washington.

Meski demikian, perdamaian jangka panjang masih belum pasti. Jika perundingan menemui jalan buntu, konflik berpotensi kembali pecah.

Di sisi lain, sebagian warga menginginkan perang berlanjut untuk mengganti rezim. Namun, banyak warga lainnya berharap situasi segera damai.

Pada akhirnya, penghentian konflik ini memberi jeda yang sangat dibutuhkan. Setidaknya, masyarakat dapat bernapas lebih lega setelah tekanan panjang akibat perang.

Tags: garis kerasgencatan senjataIran - AmerikaMetapos.idpenghentianpenolakanperundingan damai.
Previous Post

Film “Ayah, Ini Arahnya Kemana Ya?” Soroti Jarak Emosional dalam Keluarga

Next Post

Persija Tumbangkan Persebaya 3-0, Posisi Klasemen Semakin Mendekati Puncak

Related Posts

Trump Urungkan Rencana Live Streaming Eksekusi Eks Tentara AS
Internasional

Trump Urungkan Rencana Live Streaming Eksekusi Eks Tentara AS

16 October 2026
Liga Muslim Dunia mengecam rencana Kolombia membuka kedutaan di Yerusalem karena dinilai bertentangan dengan hukum internasional dan resolusi PBB.
Internasional

Rencana Kolombia Buka Kedutaan di Yerusalem Picu Kecaman

16 October 2026
Volodymyr Zelensky mengancam melanjutkan serangan ke kilang minyak Rusia setelah Ukraina menuding AS membatasi dukungan intelijen dan akses Starlink.
Internasional

Dukungan AS Dipersoalkan, Ukraina Siap Gempur Kilang Rusia

16 October 2026
Jubir Baru Trump Disorot, Lisensi Pengacaranya Dipertanyakan
Internasional

Jubir Baru Trump Disorot, Lisensi Pengacaranya Dipertanyakan

15 October 2026
Jepang mengkaji kemungkinan memiliki kapal selam bertenaga nuklir di tengah meningkatnya aktivitas militer China dan pembaruan dokumen pertahanan.
Internasional

Takaichi Buka Peluang Jepang Miliki Kapal Selam Nuklir

15 October 2026
Singapura siap membantu Indonesia mengatasi karhutla dan dampak kabut asap, sekaligus mendorong kerja sama regional untuk melindungi kesehatan masyarakat.
Internasional

Grace Fu Siap Bantu Indonesia Kendalikan Karhutla

15 October 2026
Next Post
Persija Tumbangkan Persebaya 3-0, Posisi Klasemen Semakin Mendekati Puncak

Persija Tumbangkan Persebaya 3-0, Posisi Klasemen Semakin Mendekati Puncak

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini