Wednesday, May 27, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Makna Gencatan Senjata bagi Iran dan Dampaknya ke Depan

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
11 April 2026
in Internasional
Makna Gencatan Senjata bagi Iran dan Dampaknya ke Depan

Metapos.id, Jakarta – Kesepakatan penghentian sementara konflik antara Iran dan Amerika Serikat selama dua pekan membuka peluang bagi perundingan damai.

Namun demikian, keputusan ini memicu penolakan dari kelompok garis keras di dalam negeri.

BACA JUGA

Krisis Timur Tengah Tekan Pasokan, IEA Khawatir Dunia Masuk Zona Merah Energi

Laporan Kongres AS Ungkap Puluhan Pesawat Militer Rusak dalam Konflik Iran

Perundingan dijadwalkan berlangsung di Islamabad pada Sabtu, 11 April 2026. Sementara itu, pemerintah Iran mulai menunjukkan sikap lebih terbuka setelah sebelumnya menolak opsi penghentian konflik.

Di sisi lain, kelompok garis keras memperlihatkan kemarahan mereka. Mereka memasang spanduk besar di Teheran yang menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap ditutup.

Namun saat ini, Iran menyetujui pembukaan jalur pelayaran selama masa gencatan senjata. Keputusan tersebut diambil oleh Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.

Selain itu, tekanan dari komunitas internasional turut berperan. China dilaporkan mendorong Iran agar menerima mediasi dari Pakistan.

Meskipun begitu, kelompok garis keras tetap bersikeras menolak kebijakan tersebut. Mereka menilai penghentian konflik hanya memberi kesempatan bagi pihak lawan untuk memperkuat diri.

Tak hanya itu, milisi Basij menggelar aksi unjuk rasa di depan Kementerian Luar Negeri. Mereka juga membakar bendera AS dan Israel sebagai bentuk protes.

Di tengah konflik, situasi dalam negeri Iran semakin memburuk. Lebih dari 3.000 orang dilaporkan tewas selama 40 hari pertempuran.
Oleh karena itu, sebagian elite mulai mencari solusi. Mereka berupaya mengakhiri konflik tanpa kehilangan posisi tawar.

Sementara itu, pembicaraan langsung dengan AS menjadi langkah baru. Sebelumnya, kebijakan ini dilarang oleh pemimpin Iran sebelumnya.

Kini, arah kebijakan mulai berubah di bawah kepemimpinan baru. Pemerintah membuka peluang dialog langsung dengan Washington.

Meski demikian, perdamaian jangka panjang masih belum pasti. Jika perundingan menemui jalan buntu, konflik berpotensi kembali pecah.

Di sisi lain, sebagian warga menginginkan perang berlanjut untuk mengganti rezim. Namun, banyak warga lainnya berharap situasi segera damai.

Pada akhirnya, penghentian konflik ini memberi jeda yang sangat dibutuhkan. Setidaknya, masyarakat dapat bernapas lebih lega setelah tekanan panjang akibat perang.

Tags: garis kerasgencatan senjataIran - AmerikaMetapos.idpenghentianpenolakanperundingan damai.
Previous Post

Film “Ayah, Ini Arahnya Kemana Ya?” Soroti Jarak Emosional dalam Keluarga

Next Post

Persija Tumbangkan Persebaya 3-0, Posisi Klasemen Semakin Mendekati Puncak

Related Posts

Pemerintah Berlakukan Mandatori E5 Mulai Juli 2026 di Sejumlah Wilayah
Internasional

Krisis Timur Tengah Tekan Pasokan, IEA Khawatir Dunia Masuk Zona Merah Energi

23 May 2026
Petugas Rutan Salemba Gagalkan Penyelundupan 15 Gram Sabu oleh Pengunjung
Internasional

Laporan Kongres AS Ungkap Puluhan Pesawat Militer Rusak dalam Konflik Iran

22 May 2026
Sembilan WNI Delegasi Flotilla Gaza Dibebaskan Israel Setelah Penahanan di Negev
Internasional

Sembilan WNI Delegasi Flotilla Gaza Dibebaskan Israel Setelah Penahanan di Negev

21 May 2026
Heboh! Iran Siapkan Rp1 Triliun bagi Siapa pun yang Habisi Trump-Netanyahu
Internasional

Heboh! Iran Siapkan Rp1 Triliun bagi Siapa pun yang Habisi Trump-Netanyahu

21 May 2026
Kemendikdasmen Tegaskan Anak di Bawah 7 Tahun Bisa Masuk SD
Internasional

Aktivis Global Sumud Flotilla Diduga Disiksa dalam Tahanan Israel

22 May 2026
Kemendikdasmen Tegaskan Anak di Bawah 7 Tahun Bisa Masuk SD
Internasional

Tiga Orang Tewas akibat Zat Misterius di New Mexico

22 May 2026
Next Post
Persija Tumbangkan Persebaya 3-0, Posisi Klasemen Semakin Mendekati Puncak

Persija Tumbangkan Persebaya 3-0, Posisi Klasemen Semakin Mendekati Puncak

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini