Metapos id, Jakarta – Mahfud MD menegaskan sikap kritisnya terhadap pemerintah bukan muncul karena dirinya sudah tidak lagi berada di dalam pemerintahan.
Pernyataan itu disampaikan Mahfud dalam podcast Terus Terang bersama Rizal Mustary yang tayang pada 16 Agustus 2026. Ia merespons anggapan bahwa dirinya kini lebih keras mengkritik pemerintah setelah tidak lagi memegang jabatan.
Mahfud mengatakan sikap kritis sudah menjadi bagian dari dirinya sejak sebelum masuk pemerintahan.
Ia juga mengklaim tetap tegas ketika berada di dalam pemerintahan maupun setelah kembali menjadi warga negara biasa.
Menurut Mahfud, publik perlu melihat rekam jejaknya selama sekitar 24 tahun berkiprah di berbagai lembaga negara.
Ia menilai kritik yang disampaikan saat ini merupakan bentuk tanggung jawab moral, bukan karena kecewa kehilangan jabatan.
“Saya itu sejak dulu, sejak sebelum masuk ke pemerintah, sebelum reformasi ya sudah kritis, sudah jalan. Sesudah masuk di pemerintah tegas dan bertindak. Sesudah keluar dari pemerintah seperti sekarang ya galak juga. Jadi tidak ada yang berubah pada saya.” di kutip dari podcast terus terang, Kamis (20/08/26)
Mahfud juga menyinggung sejumlah sikapnya ketika masih berada di pemerintahan, termasuk saat menangani kasus Ferdy Sambo dan ketika mengungkap dugaan tindak pidana pencucian uang senilai Rp349 triliun.
Ia menegaskan, keberaniannya untuk bersikap kritis tidak bergantung pada apakah dirinya sedang memegang jabatan atau tidak.
“Ini sebuah pertanggungjawaban moral. Bukan sebelum masuk galak, sudah masuk jadi kerupuk, atau sesudah di dalam galak lalu sesudah di luar melempem karena kecewa.”
Pernyataan Mahfud tersebut kemudian kembali menjadi sorotan di tengah kritiknya terhadap sejumlah kebijakan dan dinamika pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.







