• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Friday, April 3, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Metapos
No Result
View All Result
Home Ekbis

LPEI dan Kemenperin Siap Bawa Gula Semut Mendunia

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
30 May 2022
in Ekbis
LPEI dan Kemenperin Siap Bawa Gula Semut Mendunia
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA,Metapos.id – Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) melakukan kerja sama dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui program desa devisa. Kolaborasi ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku industri kecil dan menengah berorientasi ekspor dalam menghadapi pasar global.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan antara LPEI dan Kemenperin, sekaligus meresmikan Desa Devisa Klaster Gula Semut di Desa Bumisari, Kabupaten Purrbalingga, Jawa Tengah.

Direktur Eksekutif LPEI Rijani Tirtoso menyampaikan, program ini bukan hanya melibatkan satu kementerian, tetapi lebih dari satu yakni Kementerian Perindustrian, Kementerian Keuangan yang didukung Kementerian Koordinator bidang Perekonomian. “Kabupaten Purbalingga menjadi salah satu desa devisa yang kita kembangkan. Ini adalah salah satu acara yang menjadi momentum peningkatan ekonomi daerah dari kabupaten Purbalingga,” katanya dalam acara penandatangan kerja sama sekaligus peresmian desa devisa secara virtual, Senin, 30 Mei.

Sekadar informasi, Purbalingga memang sudah banyak menghasilkan produk-produk ekspor yang terkenal di dunia. Salah satunya adalah rambut palsu dan bulu mata palsu, termasuk juga knalpot.

Karena itu, Rijani berharap kedepannya dengan adanya program Desa devisa ini bisa mengantarkan gula semut atau gula kelapa organik produksi Purbalingga menjadi produk selanjutnya yang mendunia.

“Sebagai wujud konkret yang ingin menjadi Desa devisa tentunya ini menjadi tonggak pertama yang penting. Namun kita perlu pastikan sustainability-nya kita jaga dalam konteks produksi dalam kontekstualitas dan keberlangsungannya. Sehingga betul-betul kita mempunyai nama yang baik di dunia,” jelasnya.

Ada sekitar 12 desa yang terpilih sebagai desa devisa klaster gula semut di Kabupaten Purbalingga yang terdiri dari 1.800 petani. Nantinya mereka akan dimonitor Kementerian Perindustrian dan LPEI serta dibina oleh Kementerian Keuangan dan Kementerian Koordinator bidang Perekonomian.

“Kami juga pada kesempatan ini memberikan bantuan berupa dapur dan kotak penyimpanan gula semut sehingga keberlangsungan produksi dengan kualitas yang baik dapat kita terus jaga,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi mengucapkan terima kasih karena Kabupaten Purbalingga telah dipilih menjadi desa devisa klaster gula semut.

Ia mengakui bahwa banyak sekali bantuan dan pendampingan yang telah diberikan oleh Kementerian Perindustrian kepada para usaha kecil menengah yang ada di Kabupaten Purbalingga. Satunya adalah KUB Sentral Agro Lestari yang bergerak di industri gula semut atau gula kelapa organik.

“Sekali lagi kami mewakili pemerintah sekaligus KUB Sentral Agro Lestari ini sungguh mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Perindustrian yang telah menunjuk Desa Bumisari, Kabupaten Pubalingga sebagai lokus pengembangan industri kecil dan menengah yang berskala ekspor,” tuturnya.

Dyah berharap program ini bisa membuahkan hasil yang maksimal dan mampu meningkatkan kejesahteraan petani gula kelapa yang ada di Purbalingga maupun di kabupaten lain. Ia juga berharap hasil dari kegiatan ini mampu meningkatkan perekonomian daerah maupun perekonomian nasional.

Lebih lanjut, Dyah mengatakan Kabupaten Purbalingga memiliki potensi yang sangat luar biasa. Menurut dia, tidak hanya gula semut tapi Purbalingga juga terkenal akan ekspor rambut palsu dan bulu mata palsu. Bahkan menjadi produsen terbesar kedua di dunia setelah Guangzhou, China.

Dyah mengatakan Purbalingga juga dikenal dengan potensi knalpot Purbalingga, produk ini juga sudah mendunia. Bahkan, Mercedes-Benz pun menggunakan salah satu knalpot buatan asli Purbalingga.

“PDRB Kabupaten Purbalingga memang ini didominasi oleh sektor pertanian. Di bidang pertanian kita punya potensi gula kelapa yang memang sudah sangat mendunia. Karena gula kelapa buatan Purbalingga ini sudah banyak diekspor ke Amerika, Eropa bahkan sampai ke Jepang dan juga Yunani,” jelasnya.

Menurut Dyah, permintaan gula semut atau gula kelapa organik produksi Purbalingga mmengalami permintaan yang meningkat pesat belakangan ini.

“Ini tentunya karena masyarakat di luar negeri sana sangat konsen yang namanya healthy life style,” tuturnya.

Download WordPress Themes Free
Download WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
udemy free download
download coolpad firmware
Download Premium WordPress Themes Free
udemy paid course free download
Tags: KemenperinLPEIMetapos.id
Rahmat Herlambang

Rahmat Herlambang

Related Posts

Desakan Trump ke NATO, Kritik Sekutu dan Dorong Pengamanan Selat Hormuz

Desakan Trump ke NATO, Kritik Sekutu dan Dorong Pengamanan Selat Hormuz

by Desti Dwi Natasya
3 April 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Desakan Trump ke NATO kembali mencuat di tengah konflik yang memanas di Timur Tengah. Oleh karena itu,...

Bank Mandiri Salurkan Bantuan Gempa ke Sulawesi Utara dan Maluku Utara

by Rahmat Herlambang
2 April 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Bank Mandiri bantuan gempa disalurkan kepada masyarakat terdampak di Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Oleh karena itu,...

AS vs Iran Makin Panas, Trump Ancam “Zaman Batu”, Iran Tak Gentar

AS vs Iran Makin Panas, Trump Ancam “Zaman Batu”, Iran Tak Gentar

by Taufik Hidayat
2 April 2026
0

Metapos.id, Jakarta — Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat pada awal April 2026. Presiden Donald Trump memperingatkan akan...

MBG 2026 Dipangkas Jadi 5 Hari, Gaji Pegawai SPPG Tetap Utuh

MBG 2026 Dipangkas Jadi 5 Hari, Gaji Pegawai SPPG Tetap Utuh

by Taufik Hidayat
2 April 2026
0

Metapos.id, Jakarta — Pemerintah memastikan gaji pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tetap pada 2026. Kebijakan ini berlaku meski jadwal...

Next Post
PLN Dirikan ALMA di Pelabuhan Balong Sabang

PLN Dirikan ALMA di Pelabuhan Balong Sabang

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended.

BP Tapera Siap Salurkan Rp12,12 Triliun Dana Rumah

BP Tapera Siap Salurkan Rp12,12 Triliun Dana Rumah

9 August 2023
Milan Pertimbangkan Pulangkan Camarda, Perpanjangan Kontrak Maignan Semakin Dekat

Uni Eropa Resmi Masukkan Garda Revolusi Iran ke Daftar Organisasi Teroris

30 January 2026

Trending.

Bintang Porno Lana Rhoades Minta 400 Video Dihapus Demi Lindungi Anak

Bintang Porno Lana Rhoades Minta 400 Video Dihapus Demi Lindungi Anak

13 November 2025
Seorang Ibu Histeris : Saldo Nasabah BRI Hilang Ratusan Juta di Unit Laubaleng, Korban Curiga Ada Dugaan Orang Dalam

Seorang Ibu Histeris : Saldo Nasabah BRI Hilang Ratusan Juta di Unit Laubaleng, Korban Curiga Ada Dugaan Orang Dalam

12 November 2025
Dua Kali Janji Tunjukkan Ijazah di Pengadilan, Jokowi Malah Tak Hadiri Sidang CLS di PN Solo

Dua Kali Janji Tunjukkan Ijazah di Pengadilan, Jokowi Malah Tak Hadiri Sidang CLS di PN Solo

25 October 2025
Ikut NU Saat Puasa, Ikut Muhammadiyah Saat Lebaran—Boleh atau Tidak?

Ikut NU Saat Puasa, Ikut Muhammadiyah Saat Lebaran—Boleh atau Tidak?

20 March 2026
Penukaran Uang Baru Ramadan Sudah Bisa Dilakukan Mulai 20 Maret

Penukaran Uang Baru Ramadan Sudah Bisa Dilakukan Mulai 20 Maret

16 March 2023
Metapos Media

© 2025 Media Informasi Terkini

Navigasi

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2025 Media Informasi Terkini