Metapos.id, Jakarta – PT PLN menghadirkan layanan listrik prabayar atau listrik pintar bagi masyarakat. Sistem ini memungkinkan pengguna membayar terlebih dahulu sebelum menggunakan listrik.
Melalui metode ini, pengguna perlu membeli token listrik. Token tersebut kemudian dimasukkan ke meteran untuk dikonversi menjadi daya listrik.
Sistem prabayar dinilai lebih transparan dan fleksibel. Pengguna dapat mengontrol pemakaian sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial.
Tarif token listrik yang tersedia cukup beragam. Mulai dari Rp20 ribu hingga Rp1 juta, tergantung kebutuhan pengguna.
Namun, jumlah listrik yang diterima tidak sepenuhnya sesuai nominal pembelian. Hal ini karena adanya Pajak Penerangan Jalan sekitar 3 persen serta biaya administrasi.
Sebagai contoh, token Rp100 ribu menghasilkan sekitar 66,2 kWh. Sementara token Rp500 ribu memberikan sekitar 328,9 kWh setelah potongan.
Pembelian token listrik kini semakin mudah melalui berbagai platform digital. Pengguna bisa membeli melalui aplikasi seperti Shopee dan DANA, maupun di minimarket terdekat.
Dengan kemudahan ini, pengguna tidak perlu menunggu tagihan bulanan. Sistem listrik prabayar memberikan kontrol lebih dalam pengelolaan konsumsi energi sehari-hari.







