• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Friday, February 20, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Metapos
No Result
View All Result
Home Internasional

Legalitas Operasi AS Tangkap Presiden Venezuela Dipertanyakan Dunia

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
4 January 2026
in Internasional
Legalitas Operasi AS Tangkap Presiden Venezuela Dipertanyakan Dunia
Share on FacebookShare on Twitter

Metapos.id, Jakarta – Penahanan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat (AS) dalam sebuah operasi militer di Caracas menimbulkan kontroversi luas di tingkat internasional. Sejumlah pakar hukum menilai langkah tersebut berpotensi melanggar ketentuan hukum nasional AS maupun hukum internasional.

Mengacu pada laporan Reuters, operasi militer yang dilakukan pada Sabtu (3/1/2026) dini hari itu menjadi klimaks dari tekanan intensif pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap Venezuela yang telah berlangsung selama berbulan-bulan. Aksi tersebut pun memicu kritik keras dari berbagai pemimpin dunia.

Pemerintah AS menegaskan tidak mengakui Maduro sebagai pemimpin sah Venezuela. Usai operasi militer, Maduro bersama istrinya, Cilia Flores, langsung dibawa ke Amerika Serikat untuk menjalani proses hukum. Sebelumnya, Trump secara terbuka mendesak Maduro untuk melepaskan jabatannya dan menudingnya melindungi jaringan kartel narkoba yang disebut berkontribusi terhadap ribuan kematian akibat penyalahgunaan narkotika di AS.

Sejak September 2025, militer AS juga dilaporkan telah melancarkan sedikitnya 30 serangan terhadap kapal-kapal yang dicurigai terlibat penyelundupan narkoba dari Venezuela di kawasan Karibia dan Samudra Pasifik. Serangkaian serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 100 orang. Namun, sejumlah ahli hukum menilai tindakan militer tersebut sulit dibenarkan secara yuridis.

Dalih Penegakan Hukum

Pemerintah AS berdalih bahwa penangkapan Maduro dilakukan atas permintaan Departemen Kehakiman. Presiden Venezuela itu disebut telah didakwa oleh dewan juri federal di New York bersama anggota keluarganya dan sejumlah tokoh lainnya atas tuduhan kejahatan terkait terorisme, narkotika, dan senjata.

Jaksa Agung AS Pam Bondi menyatakan para terdakwa akan segera dihadapkan ke pengadilan Amerika Serikat. Meski demikian, pernyataan Presiden Trump dalam konferensi pers justru memicu polemik baru. Trump menuding Venezuela telah merugikan kepentingan minyak AS dan mengisyaratkan rencana Washington untuk mengambil alih pengelolaan negara tersebut dalam jangka waktu tertentu.

Pernyataan itu dinilai bertolak belakang dengan klaim awal bahwa operasi tersebut murni bertujuan penegakan hukum. Profesor hukum konstitusional dari Northeastern University, Jeremy Paul, menyebut sikap pemerintah AS tidak konsisten dan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum.

Perspektif Hukum Nasional dan Internasional

Dalam sistem ketatanegaraan AS, kewenangan untuk menyatakan perang berada di tangan Kongres. Kendati presiden menjabat sebagai panglima tertinggi, pelaksanaan operasi militer, terutama yang melibatkan pengerahan pasukan darat, umumnya memerlukan persetujuan legislatif.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengungkapkan bahwa Kongres tidak diberi pemberitahuan sebelum operasi dilakukan. Di sisi lain, hukum internasional secara tegas melarang penggunaan kekuatan militer terhadap negara lain, kecuali atas mandat Dewan Keamanan PBB atau dalam rangka pembelaan diri.

Profesor hukum Universitas Columbia, Matthew Waxman, menegaskan bahwa dakwaan pidana tidak dapat dijadikan dasar hukum untuk menjatuhkan pemerintahan negara lain melalui kekuatan militer. Menurutnya, tuduhan terkait perdagangan narkoba tidak memenuhi kriteria konflik bersenjata yang dapat membenarkan intervensi militer.

Amerika Serikat sendiri telah menolak mengakui Maduro sebagai presiden sah Venezuela sejak 2019 dengan alasan proses pemilu dinilai tidak demokratis. Kendati demikian, banyak pihak menilai penangkapan kepala negara berdaulat melalui operasi militer dapat menciptakan preseden berbahaya bagi tatanan hukum internasional.

Download Best WordPress Themes Free Download
Premium WordPress Themes Download
Premium WordPress Themes Download
Download Best WordPress Themes Free Download
free online course
download micromax firmware
Download WordPress Themes
udemy paid course free download
Tags: kontroversimelanggarMetapos.idNicolas MaduropenangkapanpengadilanTrumpVenezuela
Taufik Hidayat

Taufik Hidayat

Related Posts

Prakiraan Cuaca Nasional: Kondisi Ibu Kota Provinsi se-Indonesia Jumat 20 Februari 2026

Prakiraan Cuaca Nasional: Kondisi Ibu Kota Provinsi se-Indonesia Jumat 20 Februari 2026

by Taufik Hidayat
20 February 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan cuaca untuk seluruh ibu kota provinsi di Indonesia pada...

Jalani Puasa Pertama Usai Mualaf, Ruben Onsu Pasang Target Lancar Mengaji Tahun Depan

Jalani Puasa Pertama Usai Mualaf, Ruben Onsu Pasang Target Lancar Mengaji Tahun Depan

by Taufik Hidayat
20 February 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Ramadan 2026 menjadi momen istimewa bagi Ruben Onsu. Untuk pertama kalinya, ia menjalani ibadah puasa setelah resmi...

Jenazah Pilot Pesawat Pelita Air yang Jatuh di Nunukan Berhasil Dievakuasi Tim Gabungan TNI

Jenazah Pilot Pesawat Pelita Air yang Jatuh di Nunukan Berhasil Dievakuasi Tim Gabungan TNI

by Taufik Hidayat
19 February 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Tim gabungan Tentara Nasional Indonesia berhasil menemukan dan mengevakuasi jenazah pilot pesawat milik PT Pelita Air Service...

Eks Kapolres Bima Kota Jadi Tersangka Usai Polisi Temukan Koper Narkoba

Skandal Narkotika: Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Polri

by Taufik Hidayat
19 February 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Kepolisian Republik Indonesia resmi menjatuhkan sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) terhadap mantan Kapolres Bima Kota, AKBP...

Next Post
Marak Calo, Kuota Pembelian Tiket Online Planetarium Jakarta Dikurangi Jadi 50 Persen

Marak Calo, Kuota Pembelian Tiket Online Planetarium Jakarta Dikurangi Jadi 50 Persen

Recommended.

Ini Strategi Sri Mulyani Atasi Dampak Kenaikan Suku Bunga Global

Sri Mulyani Girang karena Pemda Kini Makin Getol Belanja Modal di APBD

21 December 2022
Pastikan Ketersediaan Minyak Goreng Curah Subsidi untuk Masyarakat dan UMKM, Produsen Wajib Lapor Kemenperin

Pastikan Ketersediaan Minyak Goreng Curah Subsidi untuk Masyarakat dan UMKM, Produsen Wajib Lapor Kemenperin

1 April 2022

Trending.

Nisfu Syaban 1447 H Dimulai Senin Malam, 2 Februari 2026, Ini Jadwal Ibadah yang Dianjurkan

Puasa Nisfu Syaban 1447 H Jatuh Selasa 3 Februari 2026, Berikut Waktu Pelaksanaan dan Niatnya

2 February 2026
Heboh Isu Nia Ramadhani Gugat Cerai Ardi Bakrie

Heboh Isu Nia Ramadhani Gugat Cerai Ardi Bakrie

3 February 2026
Bintang Porno Lana Rhoades Minta 400 Video Dihapus Demi Lindungi Anak

Bintang Porno Lana Rhoades Minta 400 Video Dihapus Demi Lindungi Anak

13 November 2025
Dua Kali Janji Tunjukkan Ijazah di Pengadilan, Jokowi Malah Tak Hadiri Sidang CLS di PN Solo

Dua Kali Janji Tunjukkan Ijazah di Pengadilan, Jokowi Malah Tak Hadiri Sidang CLS di PN Solo

25 October 2025
Seorang Ibu Histeris : Saldo Nasabah BRI Hilang Ratusan Juta di Unit Laubaleng, Korban Curiga Ada Dugaan Orang Dalam

Seorang Ibu Histeris : Saldo Nasabah BRI Hilang Ratusan Juta di Unit Laubaleng, Korban Curiga Ada Dugaan Orang Dalam

12 November 2025
Metapos Media

© 2025 Media Informasi Terkini

Navigasi

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2025 Media Informasi Terkini