Metapos.id, Jakarta — Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin resmi tercatat sebagai salah satu kandidat prospektif untuk posisi Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Budi menjadi satu dari empat nama yang saat ini masuk dalam bursa calon pemimpin lembaga kesehatan di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Berdasarkan informasi yang tercantum di laman resmi WHO pada Sabtu (5/9/2026), pemerintah Indonesia mengusulkan Budi Gunadi Sadikin untuk mengikuti proses pemilihan Dirjen WHO.
Selain Budi, terdapat tiga kandidat lain yang telah diusulkan oleh negara masing-masing. Mereka yakni Hanan Mohammed Al-Kuwari dari Qatar, Hanan Balkhy dari Arab Saudi, dan Hans Henri P. Kluge yang diajukan Belgia.
Keempat nama tersebut masih berstatus prospective candidates. WHO nantinya akan memperbarui daftar pencalonan setelah seluruh kandidat dan proposal mereka diumumkan secara resmi.
Peluang pengajuan kandidat tambahan masih terbuka. Negara anggota WHO dapat mengusulkan nama lain hingga tenggat pencalonan yang ditetapkan pada 24 September 2026.
Budi sebelumnya telah buka suara terkait pencalonannya. Ia menyatakan bahwa dirinya menjalankan tugas tersebut berdasarkan amanah dari Presiden Prabowo Subianto.
“Itu kan amanah dari Bapak Presiden. Jadi pastilah saya akan kerja buat Bapak Presiden, apa pun tugas dari beliau akan kita jalankan dengan sebaik-baiknya,” ujar Budi, dikutip dari berbagai sumber, Minggu (6/9/2026).
Ia menjelaskan pencalonannya juga tidak terlepas dari kepentingan Indonesia untuk meningkatkan peran di organisasi internasional. Menurutnya, Presiden Prabowo melihat adanya kesempatan bagi Indonesia untuk menempatkan wakilnya di posisi strategis lembaga dunia.
“Indonesia kan bangsa yang besar ya. Bapak Presiden sampaikan ke saya, kita tuh tidak pernah ada wakilnya yang duduk sebagai pimpinan lembaga tingkat dunia yang levelnya PBB atau United Nations. Jadi begitu beliau melihat ini ada opportunity, ya saya ditugaskan di sana,” katanya.
Budi juga mengungkapkan adanya pandangan dari sejumlah negara anggota mengenai perlunya reformasi di berbagai organisasi internasional. Dalam situasi tersebut, Indonesia dinilai mempunyai peluang untuk mengambil peran lebih besar.
“Dan yang ketiga, banyak negara-negara anggota juga yang melihat bahwa harus ada reform ya di organisasi-organisasi tingkat dunia seperti ini, dan dia melihat Indonesia, ya mungkin di bawah pimpinan Bapak Presiden Prabowo itu memiliki potensi itu,” ujar Budi.
Kendati telah masuk dalam daftar kandidat prospektif, Budi menekankan bahwa pencalonan tersebut belum memastikan dirinya menjadi Dirjen WHO.
Penentuan pemimpin baru WHO akan bergantung pada keputusan negara-negara anggota. Pemilihan dijadwalkan digelar pada Mei 2027.
“Ya kalau kepilih, kan belum tentu kepilih karena milih kan 194 negara anggota di bulan Mei nanti,” tuturnya.






