Friday, August 21, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Kuasa Hukum Nadiem Anwar Makarim Laporkan Empat Hakim ke Komisi Yudisial, Soroti Dugaan Pelanggaran Etik

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
6 July 2026
in Nasional
Kuasa Hukum Nadiem Anwar Makarim Laporkan Empat Hakim ke Komisi Yudisial, Soroti Dugaan Pelanggaran Etik

Metapos.id, Jakarta – Tim kuasa hukum Nadiem Anwar Makarim resmi melaporkan empat hakim yang memeriksa dan mengadili perkara kliennya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat kepada Komisi Yudisial (KY). Laporan tersebut berisi dugaan pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim yang, menurut tim kuasa hukum, terjadi selama proses persidangan.

Kuasa hukum Ari Yusuf Amir mengatakan laporan disusun secara rinci dan dilengkapi dengan bukti berupa rekaman video persidangan, dokumen, serta bahan presentasi. Menurutnya, seluruh persidangan direkam karena berlangsung terbuka untuk umum sehingga seluruh proses dapat diverifikasi.

BACA JUGA

12.880 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla Kalimantan

OC Kaligis Buka Suara soal Dapur SPPG Nanik

Salah satu poin utama laporan adalah dugaan adanya manipulasi fakta persidangan dalam pertimbangan putusan. Tim kuasa hukum menilai sejumlah fakta yang terungkap di persidangan tidak dimasukkan ke dalam putusan, sementara terdapat fakta yang menurut mereka tidak pernah muncul di persidangan tetapi dimuat dalam pertimbangan majelis hakim.

Selain itu, tim kuasa hukum juga menyoroti dugaan sikap tidak imparsial dari Ketua Majelis Hakim Purwanto dan Hakim Sunoto. Mereka menilai majelis lebih banyak menggali keterangan saksi yang memberatkan terdakwa, sementara keterangan saksi yang dinilai menguntungkan terdakwa justru dipotong atau tidak digali lebih lanjut. Dugaan tersebut, menurut mereka, didukung oleh rekaman video persidangan.

Laporan juga mempersoalkan penunjukan Hakim Purwanto sebagai ketua majelis setelah sebelumnya dijatuhi sanksi non-palu oleh Komisi Yudisial dalam perkara lain. Tim kuasa hukum menilai penunjukan tersebut mengabaikan rekomendasi yang telah dikeluarkan KY.

Selain itu, mereka mengaku melaporkan dugaan adanya hakim yang tertidur saat persidangan berlangsung. Menurut tim kuasa hukum, rekaman persidangan menjadi salah satu bukti yang disampaikan kepada Komisi Yudisial.

Tim kuasa hukum juga mengkritik penerapan teori hukum dalam putusan. Menurut mereka, majelis hakim masih menggunakan teori Conditio Sine Qua Non yang dinilai sudah tidak relevan dan telah dipersoalkan oleh ahli dalam persidangan. Hal tersebut akan menjadi salah satu pokok dalam memori banding yang segera diajukan.

Mereka menyampaikan telah mengajukan pernyataan banding dan dalam waktu dekat akan menyerahkan memori banding yang berisi keberatan terhadap pertimbangan fakta maupun penerapan hukum dalam putusan. Tim kuasa hukum juga berencana mengajukan saksi dan ahli tambahan pada tingkat banding apabila diperkenankan oleh majelis hakim.

Dalam kesempatan yang sama, anggota tim kuasa hukum Dodi S. Abdulkadir menyatakan laporan ke Komisi Yudisial bertujuan mendorong perbaikan sistem peradilan. Menurutnya, proses peradilan harus berlangsung secara profesional, imparsial, dan mampu memberikan kepastian hukum.

Ia juga menilai perkara tersebut mendapat perhatian luas, termasuk dari media internasional, sehingga diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat reformasi peradilan dan meningkatkan kepatuhan terhadap rekomendasi Komisi Yudisial.

Menanggapi pertanyaan mengenai kemungkinan pengampunan dari Presiden, tim kuasa hukum menegaskan hal tersebut merupakan hak prerogatif Presiden dan bukan menjadi ranah pembelaan saat ini. Mereka menegaskan fokus utama adalah menempuh seluruh upaya hukum melalui proses banding dan tahapan hukum berikutnya.

Sementara itu, istri Nadiem Anwar Makarim, Franka, mengatakan kehadirannya bukan hanya sebagai istri terdakwa, tetapi juga sebagai warga negara yang berharap keadilan dapat ditegakkan. Ia menyampaikan keluarga telah mengikuti seluruh proses hukum selama hampir satu tahun dan tetap mempercayai mekanisme peradilan untuk memberikan keadilan.

Franka juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah memberikan dukungan dan doa selama proses persidangan berlangsung. Menurutnya, perjuangan yang dilakukan keluarga bersama tim kuasa hukum bukan hanya untuk perkara yang dihadapi suaminya, tetapi juga sebagai bagian dari upaya memperjuangkan hak setiap warga negara untuk memperoleh proses peradilan yang adil.

Tags: bandingEtikhakimidKomisi YudisialMetaposNadiem MakarimPeradilanTipikor
Previous Post

AS Dilanda Panas Ekstrem, Korban Jiwa Bertambah Jadi 25 Orang

Next Post

Sunmi Umumkan Comeback dengan Album Baru Forever July

Related Posts

Pemerintah mengerahkan 12.880 personel gabungan untuk menangani karhutla di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan (Foto/Kemenhut)
Nasional

12.880 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla Kalimantan

21 August 2026
OC Kaligis Buka Suara soal Dapur SPPG Nanik
Nasional

OC Kaligis Buka Suara soal Dapur SPPG Nanik

21 August 2026
Dugaan Febrie Terima Uang dan Emas Batangan Terungkap
Nasional

Dugaan Febrie Terima Uang dan Emas Batangan Terungkap

21 August 2026
BMKG Beri Kabar Terbaru soal Musim Hujan 2026
Nasional

BMKG Beri Kabar Terbaru soal Musim Hujan 2026

20 August 2026
BNN menyita 2,6 ton liquid methamphetamine dari kapal MV Ocean Porter berbendera Tanzania di perairan Bengkalis, Riau.
Nasional

Sabu Cair 2,6 Ton Disita BNN

20 August 2026
kabut asap, karhutla Kalimantan, Malaysia, Sarawak, sekolah ditutup, kualitas udara
Nasional

kabut asap, karhutla Kalimantan, Malaysia, Sarawak, sekolah ditutup, kualitas udara

20 August 2026
Next Post
Sunmi Umumkan Comeback dengan Album Baru Forever July

Sunmi Umumkan Comeback dengan Album Baru Forever July

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini