Friday, September 25, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Keutamaan Hari Jumat dan Sunnah yang Dianjurkan

Budi Mashuri by Budi Mashuri
25 September 2026
in Mozaik
Hari Jumat memiliki banyak keutamaan dalam Islam. Simak keutamaan Jumat serta sunnah yang dianjurkan, mulai dari mandi hingga memperbanyak doa.

Hari Jumat memiliki banyak keutamaan dalam Islam. Simak keutamaan Jumat serta sunnah yang dianjurkan, mulai dari mandi hingga memperbanyak doa.

Metapos.id, Jakarta – Hari Jumat merupakan hari yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Hari ini bukan sekadar waktu bagi umat Muslim untuk melaksanakan shalat Jumat, tetapi juga menjadi momentum untuk memperbanyak ibadah, dzikir, membaca Al-Qur’an, bershalawat, berdoa, serta memperkuat hubungan dengan Allah ﷻ.

Rasulullah ﷺ menyebut Jumat sebagai salah satu hari yang paling utama. Di dalamnya juga terdapat waktu yang memiliki keutamaan untuk berdoa. Karena itu, seorang Muslim dianjurkan mempersiapkan diri menyambut Jumat dengan memperbanyak amal saleh dan menjaga kekhusyukan dalam beribadah.

BACA JUGA

Doa Memohon Keteguhan Iman, Rezeki Berkah dan Keluarga Saleh

Tiga Amal yang Pahalanya Tetap Mengalir Setelah Kematian

Keutamaan Hari Jumat

  1. Jumat adalah Hari Terbaik

Rasulullah ﷺ bersabda:

خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ، فِيهِ خُلِقَ آدَمُ، وَفِيهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ، وَفِيهِ أُخْرِجَ مِنْهَا.

Artinya:

“Sebaik-baik hari yang matahari terbit padanya adalah hari Jum‘at. Pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu ia dimasukkan ke dalam surga, dan pada hari itu pula ia dikeluarkan darinya.”

HR. Muslim no. 854.

Dalam riwayat lain, Rasulullah ﷺ bersabda:

خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ، فِيهِ خُلِقَ آدَمُ، وَفِيهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ، وَفِيهِ أُخْرِجَ مِنْهَا، وَلَا تَقُومُ السَّاعَةُ إِلَّا فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ.

“Jum‘at adalah hari terbaik yang matahari terbit padanya… dan tidak akan terjadi Kiamat kecuali pada hari Jum‘at.”

HR. Muslim no. 854b.

Hadis tersebut menunjukkan kemuliaan hari Jumat sekaligus mengingatkan manusia bahwa kehidupan dunia memiliki akhir. Karena itu, Jumat dapat menjadi momentum bagi seorang Muslim untuk memperbarui iman dan mempersiapkan bekal menuju kehidupan akhirat.

  1. Shalat Jumat Merupakan Ibadah yang Agung

Allah ﷻ secara khusus menurunkan Surah Al-Jumu‘ah. Dalam ayat 9, Allah berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَوٰةِ مِن يَوْمِ ٱلْجُمُعَةِ فَٱسْعَوْاْ إِلَىٰ ذِكْرِ ٱللَّهِ وَذَرُواْ ٱلْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌۭ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan salat pada hari Jum‘at, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”

QS. Al-Jumu‘ah: 9.

Ayat tersebut menunjukkan bahwa ketika panggilan shalat Jumat telah diserukan, seorang Muslim yang terkena kewajiban Jumat diperintahkan untuk meninggalkan aktivitas perdagangan dan bersegera menuju dzikrullah.

Hal ini bukan berarti mencari dunia menjadi sesuatu yang haram. Namun, ketika kewajiban Jumat telah tiba, ketaatan kepada Allah harus didahulukan daripada urusan dunia.

Sunnah-Sunnah yang Dianjurkan pada Hari Jumat

Selain melaksanakan shalat Jumat, terdapat sejumlah amalan yang dianjurkan untuk dikerjakan pada hari yang mulia tersebut.

  1. Mandi Sebelum Shalat Jumat

Rasulullah ﷺ bersabda:

الْغُسْلُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُحْتَلِمٍ

“Mandi pada hari Jum‘at merupakan kewajiban bagi setiap orang yang telah baligh.”

HR. Muslim no. 846.

Dalam Shahih al-Bukhari juga terdapat hadis:

الْغُسْلُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُحْتَلِمٍ، وَأَنْ يَسْتَنَّ، وَأَنْ يَمَسَّ طِيبًا إِنْ وَجَدَ.

“Mandi pada hari Jum‘at wajib bagi setiap orang yang telah baligh, bersiwak, dan memakai wewangian jika ia mendapatkannya.”

HR. Bukhari no. 880.

Para ulama berbeda pendapat mengenai makna وَاجِبٌ dalam hadis tentang mandi Jumat. Sebagian membahas apakah lafaz tersebut menunjukkan kewajiban secara hukum atau merupakan penekanan yang sangat kuat terhadap kesunnahannya.

Karena itu, dalam pembahasan fikih terdapat perincian dan perbedaan pendapat mengenai hukum mandi Jumat.

Namun, mandi Jumat merupakan amalan yang sangat ditekankan, terutama bagi orang yang akan menghadiri shalat Jumat.

  1. Bersiwak, Membersihkan Diri, dan Memakai Wewangian

Persiapan menuju shalat Jumat tidak hanya berkaitan dengan pakaian, tetapi juga kebersihan tubuh, mulut, pakaian, dan aroma agar tidak mengganggu jamaah lainnya.

Rasulullah ﷺ bersabda:

الْغُسْلُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ عَلَى كُلِّ مُحْتَلِمٍ، وَالسِّوَاكُ، وَيَمَسُّ مِنَ الطِّيبِ مَا قُدِّرَ لَهُ.

“Mandi pada hari Jum‘at bagi setiap orang yang telah baligh, bersiwak, dan memakai wewangian sesuai kemampuannya.”

HR. Abu Dawud no. 344, dinilai shahih oleh Al-Albani.

Hadis tersebut menunjukkan pentingnya menjaga kebersihan dan penampilan ketika menghadiri ibadah Jumat.

  1. Berangkat Lebih Awal ke Masjid

Rasulullah ﷺ memberikan gambaran mengenai besarnya keutamaan orang yang datang lebih awal untuk shalat Jumat.

Beliau ﷺ bersabda:

مَنِ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ غُسْلَ الْجَنَابَةِ ثُمَّ رَاحَ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَدَنَةً، وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّانِيَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَقَرَةً، وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّالِثَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ كَبْشًا أَقْرَنَ، وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الرَّابِعَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ دَجَاجَةً، وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الْخَامِسَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَيْضَةً، فَإِذَا خَرَجَ الْإِمَامُ حَضَرَتِ الْمَلَائِكَةُ يَسْتَمِعُونَ الذِّكْرَ.

Artinya secara ringkas:

“Barang siapa mandi pada hari Jum‘at kemudian berangkat pada waktu pertama, maka seakan-akan ia berkurban seekor unta. Yang berangkat pada waktu kedua seperti berkurban seekor sapi; waktu ketiga seperti seekor kambing bertanduk; waktu keempat seperti seekor ayam; dan waktu kelima seperti sebutir telur. Ketika imam telah keluar, para malaikat hadir mendengarkan khutbah.”

HR. Muslim no. 850.

Hadis tersebut menunjukkan besarnya keutamaan datang lebih awal ke masjid untuk menunaikan shalat Jumat.

  1. Memperbanyak Shalawat kepada Nabi ﷺ

Salah satu amalan yang sangat dianjurkan pada hari Jumat adalah memperbanyak shalawat kepada Nabi ﷺ.

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ، فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ قُبِضَ، وَفِيهِ النَّفْخَةُ وَفِيهِ الصَّعْقَةُ، فَأَكْثِرُوا عَلَيَّ مِنَ الصَّلَاةِ فِيهِ، فَإِنَّ صَلَاتَكُمْ مَعْرُوضَةٌ عَلَيَّ.

“Sesungguhnya di antara hari-hari kalian yang paling utama adalah hari Jum‘at. Pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu beliau diwafatkan, pada hari itu terjadi tiupan sangkakala dan tiupan yang mematikan. Maka perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari tersebut, karena shalawat kalian disampaikan kepadaku.”

HR. Abu Dawud no. 1047, dinilai shahih oleh Al-Albani.

Allah ﷻ juga berfirman:

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِيِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيْهِ وَسَلِّمُواْ تَسْلِيمًا

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan.”

QS. Al-Ahzab: 56.

  1. Membaca Surah Al-Kahfi

Membaca Surah Al-Kahfi pada hari Jumat atau malam Jumat merupakan amalan yang dikenal dalam pembahasan para ulama.

Diriwayatkan:

مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ.

“Barang siapa membaca Surah Al-Kahfi pada hari Jum‘at, akan dipancarkan untuknya cahaya di antara dua Jum‘at.”

Riwayat ini terdapat dalam Al-Mustadrak karya Al-Hakim dan As-Sunan Al-Kubra karya Al-Baihaqi. Al-Hakim menilainya shahih dan Al-Albani juga menilainya shahih dalam Shahih At-Targhib.

Namun, terdapat pembahasan di kalangan ulama hadis mengenai kualitas sejumlah jalur riwayat tentang keutamaan membaca Surah Al-Kahfi pada hari Jumat.

Imam An-Nawawi, misalnya, menyebut adanya riwayat yang marfu‘ dan mauquf serta pembahasan mengenai sanadnya. Meski demikian, beliau tetap menyatakan dianjurkannya membaca Surah Al-Kahfi pada hari dan malam Jumat.

Dengan demikian, membaca Al-Kahfi merupakan amalan yang dianjurkan dalam tradisi fikih dan penjelasan banyak ulama. Namun, rincian mengenai keutamaannya tetap perlu disampaikan dengan memperhatikan pembahasan mengenai derajat hadis.

  1. Menjaga Adab Saat Khutbah Berlangsung

Menjaga ketenangan ketika khutbah Jumat berlangsung merupakan bagian penting dari adab yang perlu diperhatikan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا قُلْتَ لِصَاحِبِكَ: أَنْصِتْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَالْإِمَامُ يَخْطُبُ، فَقَدْ لَغَوْتَ.

“Apabila engkau berkata kepada temanmu, ‘Diamlah!’ pada hari Jum‘at ketika imam sedang berkhutbah, sungguh engkau telah melakukan perbuatan laghw (sia-sia).”

HR. Muslim no. 851.

Rasulullah ﷺ juga menjelaskan keutamaan orang yang menjaga adab selama khutbah berlangsung:

مَنْ اغْتَسَلَ ثُمَّ أَتَى الْجُمُعَةَ فَصَلَّى مَا قُدِّرَ لَهُ، ثُمَّ أَنْصَتَ حَتَّى يَفْرُغَ مِنْ خُطْبَتِهِ، ثُمَّ يُصَلِّيَ مَعَهُ، غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ الْأُخْرَى وَفَضْلُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ.

“Barang siapa mandi kemudian datang menghadiri Jum‘at, lalu shalat sesuai yang ditetapkan baginya, kemudian diam hingga imam selesai khutbah, lalu shalat bersamanya, maka diampuni dosa antara Jum‘at tersebut dan Jum‘at berikutnya ditambah tiga hari.”

HR. Muslim no. 857a.

Karena itu, ketika khutbah berlangsung, jamaah hendaknya:

  • Tidak berbicara.
  • Tidak bermain telepon.
  • Tidak bercanda.
  • Tidak mengganggu jamaah lain.
  • Tidak memainkan benda-benda di sekitar.
  • Mendengarkan khutbah dengan penuh perhatian.

Menjaga adab tersebut membantu jamaah mengikuti khutbah dengan lebih khusyuk sekaligus menghormati pelaksanaan ibadah Jumat.

  1. Mencari Waktu Mustajab untuk Berdoa

Salah satu keutamaan besar hari Jumat adalah adanya satu waktu yang memiliki keutamaan untuk berdoa kepada Allah ﷻ.

Rasulullah ﷺ bersabda:

فِيهِ سَاعَةٌ لَا يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ، وَهُوَ يُصَلِّي، يَسْأَلُ اللَّهَ شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ.

“Pada hari Jum‘at terdapat satu waktu yang apabila seorang hamba Muslim bertepatan dengannya dalam keadaan berdoa kepada Allah meminta sesuatu, niscaya Allah memberinya.”

HR. Muslim no. 852.

Dalam riwayat Abu Dawud disebutkan:

يَوْمُ الْجُمُعَةِ ثِنْتَا عَشْرَةَ سَاعَةً، مِنْهَا سَاعَةٌ لَا يُوجَدُ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ شَيْئًا إِلَّا آتَاهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ، فَالْتَمِسُوهَا آخِرَ سَاعَةٍ بَعْدَ الْعَصْرِ.

“Pada hari Jum‘at terdapat dua belas waktu. Di antaranya ada satu waktu yang apabila seorang Muslim memohon sesuatu kepada Allah, niscaya Allah memberikannya. Maka carilah waktu tersebut pada akhir waktu setelah Ashar.”

HR. Abu Dawud no. 1048, dinilai shahih oleh Al-Albani.

Terdapat beberapa riwayat yang menjadi dasar pembahasan mengenai waktu tersebut. Karena itu, para ulama memiliki beberapa pendapat, di antaranya waktu antara duduknya imam hingga selesai shalat dan waktu terakhir setelah Ashar.

Sikap yang baik adalah memperbanyak doa sepanjang hari Jumat, terutama pada waktu-waktu yang disebutkan dalam hadis.

  1. Memperbanyak Dzikir dan Amal Saleh

Setelah shalat Jumat, seorang Muslim juga diperintahkan untuk kembali menjalankan aktivitas mencari rezeki sembari tetap memperbanyak mengingat Allah.

Allah ﷻ berfirman:

فَإِذَا قُضِيَتِ ٱلصَّلَوٰةُ فَٱنتَشِرُواْ فِي ٱلْأَرْضِ وَٱبْتَغُواْ مِن فَضْلِ ٱللَّهِ وَٱذْكُرُواْ ٱللَّهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Apabila shalat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung.”

QS. Al-Jumu‘ah: 10.

Ayat tersebut memberikan keseimbangan antara ibadah dan aktivitas duniawi. Seorang Muslim tetap diperbolehkan berusaha mencari rezeki, tetapi aktivitas tersebut tidak boleh membuatnya melupakan ketaatan kepada Allah ﷻ.

Kesimpulan

Hari Jumat merupakan hari yang sangat mulia bagi umat Islam. Rasulullah ﷺ menyebutnya sebagai hari terbaik dalam sepekan dan di dalamnya terdapat berbagai momentum ibadah yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan keimanan.

Amalan pada hari Jumat tidak hanya terbatas pada pelaksanaan shalat Jumat. Seorang Muslim juga dianjurkan mandi dan membersihkan diri, bersiwak, memakai wewangian, berangkat lebih awal ke masjid, memperbanyak shalawat kepada Nabi ﷺ, membaca Al-Qur’an termasuk Surah Al-Kahfi, menjaga adab ketika khutbah, memperbanyak doa, dzikir, serta amal saleh.

Yang terpenting bukan sekadar memperbanyak aktivitas lahiriah, tetapi menghidupkan ruh Jumat dengan iman dan ketundukan kepada Allah ﷻ.

Jumat dapat menjadi momentum untuk membersihkan tubuh sekaligus hati, memperbanyak shalawat, memperbanyak doa, menghadiri majelis ilmu, mendengarkan khutbah, memperkuat hubungan dengan Allah, serta mengingat bahwa kehidupan dunia akan berakhir.

Allah ﷻ berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَوٰةِ مِن يَوْمِ ٱلْجُمُعَةِ فَٱسْعَوْاْ إِلَىٰ ذِكْرِ ٱللَّهِ وَذَرُواْ ٱلْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌۭ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ ۝٩

“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan shalat pada hari Jum‘at, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”

QS. Al-Jumu‘ah: 9.

Semoga Allah ﷻ menjadikan hari-hari Jumat sebagai sebab bertambahnya iman, diampuninya dosa, diterimanya doa, dan semakin dekatnya kita kepada-Nya.

اللَّهُمَّ اجْعَلْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ نُورًا لَنَا، وَبَرَكَةً فِي أَعْمَارِنَا، وَمَغْفِرَةً لِذُنُوبِنَا، وَفَرَجًا لِهُمُومِنَا، وَثَبَاتًا عَلَى الْإِيمَانِ.

“Ya Allah, jadikanlah hari Jum‘at sebagai cahaya bagi kami, keberkahan dalam umur kami, ampunan bagi dosa-dosa kami, jalan keluar bagi kesusahan kami, dan keteguhan di atas iman.”

Daftar Pustaka:

  1. Shahih Al-Bukhari
  2. Shahih Muslim
  3. Sunan Abi Dawud
  4. Al-Majmu‘ Syarh Al-Muhadzdzab — Imam An-Nawawi
  5. Zād Al-Ma‘ād — Ibnul Qayyim
  6. Fathul Bārī Syarh Shahih Al-Bukhari — Ibnu Hajar Al-‘Asqalani
Tags: amalan hari Jumatdoa hari Jumatkeutamaan hari Jumatmembaca Al-KahfiMetaposshalat Jumatshalawat Jumatsunnah hari Jumat
Previous Post

Kepemimpinan Baru BGN Buka Peluang MBG Perkuat Ekonomi Lokal

Next Post

Tim DVI Identifikasi 20 Korban Tewas KM Virgo 8

Related Posts

Nisfu Syaban 1447 H Dimulai Senin Malam, 2 Februari 2026, Ini Jadwal Ibadah yang Dianjurkan
Mozaik

Doa Memohon Keteguhan Iman, Rezeki Berkah dan Keluarga Saleh

23 September 2026
Tiga Amal yang Pahalanya Tetap Mengalir Setelah Kematian
Mozaik

Tiga Amal yang Pahalanya Tetap Mengalir Setelah Kematian

22 September 2026
Simak 4 bacaan niat bayar fidyah sesuai kondisi, lengkap dengan teks Arab, latin, arti, golongan yang wajib membayar, serta ketentuannya.
Mozaik

4 Niat Fidyah Beserta Latin dan Artinya

17 September 2026
Ilustrasi jaringan wifi
Mozaik

Hukum Menggunakan WiFi Orang Lain dalam Islam

5 September 2026
Next Post
Tim DVI Identifikasi 20 Korban Tewas KM Virgo 8

Tim DVI Identifikasi 20 Korban Tewas KM Virgo 8

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini