Wednesday, September 30, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Kericuhan Hari Damai Aceh, JK Duga Ada Provokasi

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
16 August 2026
in News
Kericuhan Hari Damai Aceh, JK Duga Ada Provokasi

Metapos.id, Jakarta – Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla angkat bicara mengenai kericuhan yang mewarnai peringatan Hari Damai Aceh 2026 di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026).

JK, yang turut berperan dalam proses perdamaian Aceh melalui Kesepakatan Helsinki, menduga kericuhan tersebut dipicu oleh adanya provokasi.

BACA JUGA

Kisah Pemuda Natuna di Rusia, Diduga Jadi Tentara Bayaran hingga Tewas

Pramono Punya Target 5 Tahun, Kabel Semrawut Jakarta Bakal Ditata

Peringatan Hari Damai Aceh ke-21 awalnya berlangsung dengan masyarakat yang datang ke Masjid Raya Baiturrahman. Momentum tersebut menandai 21 tahun sejak Kesepakatan Helsinki ditandatangani pada 15 Agustus 2005. Kegiatan peringatan biasanya diisi dengan doa dan zikir bersama.

“Kemudian, entah bagaimana sebabnya tentu ada yang memprovokasi, tibalah kemudian demo dan malam mengganti bendera itu,” kata Jusuf Kalla dalam tayangan video dari tim media JK, Minggu (16/8/2026).

Kericuhan semakin memanas setelah massa disebut tidak bersedia menurunkan bendera yang sebelumnya telah diganti. Kendati demikian, JK menilai masyarakat Aceh secara umum tetap menginginkan perdamaian dan tidak menghendaki konflik kembali terjadi.

“Sebenarnya para pemimpin di sana, masyarakat sangat senang sekali pasti menikmati perdamaian itu. Namun, mungkin ada masyarakat yang kurang puas tidak mendapat kesempatan atau apa, sehingga menimbulkan ini,” tutur JK.

Dalam kesempatan tersebut, JK turut menyinggung ketidakhadiran sejumlah tokoh berpengaruh Aceh saat kericuhan terjadi. Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem diketahui sedang berada di Kuala Lumpur untuk menjalani pengobatan.

Sementara itu, tokoh Lembaga Wali Nanggroe Malik Mahmud Al-Haythar juga sedang menjalani pengobatan di Penang, Malaysia. Akibatnya, sejumlah tokoh utama yang memiliki pengaruh besar di Aceh tidak berada di Banda Aceh ketika insiden berlangsung.

“Wali Nanggroe, Pak Malik Mahmud, itu juga lagi pengobatan di Penang. Jadi, hampir tidak ada pimpinan, hanya wakil gubernur dan tentu pihak kepolisian. Jadi, pimpinan yang berpengaruh tidak ada di Banda Aceh pada waktu-pada saat ini,” ucap JK.

“Sehingga mereka justru sangat memprotes, lah, soal masalah di Aceh yang dilakukan oleh ini,” imbuh JK.

JK kemudian mengajak masyarakat Aceh untuk melihat kembali berbagai perubahan yang telah terjadi selama 21 tahun masa perdamaian. Ia menilai sektor ekonomi, pendidikan, dan kehidupan sosial di Aceh telah menunjukkan perkembangan dibandingkan masa konflik.

“Kebebasan pendidikan sosial telah jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Ini hanya masalah justru ketidaksenangan kepada antar-kelompok di sana itu,” sebut dia.

Selain itu, JK mengingatkan bahwa Aceh memiliki kewenangan otonomi khusus dan memperoleh alokasi dana khusus dari pemerintah pusat. Menurutnya, dukungan tersebut merupakan bagian dari proses pemulihan Aceh setelah mengalami konflik selama sekitar 30 tahun.

“Itu hak-hak atau apa yang diperoleh, ada dana khusus, dana-dana otonomi khusus ada semuanya di sana. Dan hak-hak ini jauh lebih baik dibanding dengan banyak daerah. Akibat konflik 30 tahun, perlu segera kita merehabilitasi daerah itu sehingga ada dana-dana khusus diberikan,” ujar JK.

Tags: Hari Damai AcehJusuf Kallakericuhan AcehMasjid Raya BaiturrahmanMetapos.idperdamaian Aceh
Previous Post

Gempa NTT M 7,7 Tewaskan 47 Orang, BNPB Terus Salurkan Bantuan

Next Post

Pemerintah Salurkan 50 Ribu Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT

Related Posts

Kisah Pemuda Natuna di Rusia, Diduga Jadi Tentara Bayaran hingga Tewas
News

Kisah Pemuda Natuna di Rusia, Diduga Jadi Tentara Bayaran hingga Tewas

30 September 2026
Pramono Punya Target 5 Tahun, Kabel Semrawut Jakarta Bakal Ditata
News

Pramono Punya Target 5 Tahun, Kabel Semrawut Jakarta Bakal Ditata

30 September 2026
Pentolan OPM Tewas di Intan Jaya, TNI Ungkap Awal Kontak Tembak
News

Pentolan OPM Tewas di Intan Jaya, TNI Ungkap Awal Kontak Tembak

30 September 2026
Propam Usut Kematian Pemuda Diduga Tertembak di Makassar
News

Propam Usut Kematian Pemuda Diduga Tertembak di Makassar

28 September 2026
Badan Geologi Ungkap Risiko Blue Fire di Papandayan
News

Badan Geologi Ungkap Risiko Blue Fire di Papandayan

28 September 2026
Dishub DKI Kaji Ganjil Genap, Pelaku Usaha Minta Fleksibilitas
News

Dishub DKI Kaji Ganjil Genap, Pelaku Usaha Minta Fleksibilitas

27 September 2026
Next Post
Pemerintah Salurkan 50 Ribu Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT

Pemerintah Salurkan 50 Ribu Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini