Metapos.id, Jakarta – Selain mengandalkan obat-obatan, penderita asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD) juga dapat mengurangi risiko kambuh dengan menerapkan pola makan yang tepat. Sejumlah pakar menyebut beberapa jenis makanan mampu membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan sekaligus meredakan gejala refluks asam.
Ahli gastroenterologi sekaligus juru bicara American Gastroenterological Association (AGA), Dr. Nicé Bertha Toriz, menjelaskan bahwa respons setiap orang terhadap pengobatan dapat berbeda. Karena itu, penanganan GERD sebaiknya disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu, termasuk melalui perubahan gaya hidup dan pola makan.
Salah satu langkah yang dianjurkan adalah meningkatkan konsumsi makanan tinggi serat. Serat membantu memperlancar sistem pencernaan, memberikan rasa kenyang lebih lama, serta berperan menjaga berat badan tetap ideal. Kondisi tersebut dinilai dapat menurunkan tekanan pada lambung yang memicu naiknya asam ke kerongkongan.
Pilihan berikutnya adalah makanan yang bersifat alkali atau memiliki tingkat keasaman rendah. Kelompok makanan ini meliputi sayuran, kentang, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, serta buah-buahan nonjeruk. Meski penelitian mengenai manfaatnya terhadap GERD masih terus berkembang, makanan alkali diketahui baik untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Susu dan yogurt juga dapat menjadi pilihan bagi sebagian penderita. Keduanya kerap memberikan sensasi sejuk pada mulut dan tenggorokan ketika gejala muncul. Yogurt juga mengandung probiotik yang membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di saluran pencernaan. Namun, para ahli menyarankan memilih produk rendah lemak karena makanan berlemak dapat memicu refluks pada sebagian orang.
Selain itu, makanan dengan kandungan air tinggi seperti mentimun, selada, dan semangka juga dianjurkan. Jenis makanan ini membantu menjaga hidrasi tubuh, memberikan rasa kenyang lebih lama, serta mendukung pengendalian berat badan yang menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah kekambuhan GERD.
Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa pola makan yang efektif dapat berbeda pada setiap orang. Karena itu, penderita GERD disarankan mengenali makanan yang menjadi pemicu gejala dan berkonsultasi dengan tenaga medis apabila keluhan berlangsung terus-menerus atau semakin berat.







