Metapos.id, Jakarta – Perut terasa kembung usai makan tidak selalu disebabkan oleh kebiasaan makan berlebihan. Dalam banyak kasus, kondisi tersebut juga dapat dipicu oleh jenis makanan tertentu yang menghasilkan lebih banyak gas selama proses pencernaan.
Sejumlah bahan makanan yang dikenal kaya nutrisi, seperti kacang-kacangan, sayuran tertentu, hingga beberapa jenis buah, mengandung senyawa yang sulit diurai oleh tubuh. Saat mencapai usus besar, senyawa tersebut difermentasi oleh bakteri sehingga memicu terbentuknya gas yang dapat menyebabkan perut terasa penuh, sering bersendawa, atau lebih sering buang angin.
Berikut daftar 15 makanan dan minuman yang berpotensi meningkatkan produksi gas di saluran pencernaan:
Kacang-kacangan dan kacang polong
Susu beserta produk olahannya
Brokoli, kubis, kembang kol, dan kecambah brussel
Gandum utuh, oat, serta beras merah
Bawang putih dan bawang bombai
Minuman bersoda
Apel
Buah kering seperti kismis dan prune
Semangka
Kopi
Oatmeal dalam porsi besar
Jamur shiitake
Permen karet
Permen keras
Produk makanan atau minuman yang mengandung pemanis buatan
Meski dapat memicu pembentukan gas, makanan-makanan tersebut tetap memiliki manfaat bagi kesehatan karena kaya akan vitamin, mineral, maupun serat. Oleh sebab itu, tidak perlu menghindarinya sepenuhnya, melainkan mengonsumsinya dalam jumlah yang wajar sesuai kebutuhan tubuh.
Untuk membantu mengurangi risiko perut kembung, disarankan makan secara perlahan, mengatur porsi makanan, serta membatasi konsumsi minuman bersoda dan produk yang mengandung pemanis buatan. Jika keluhan gas berlebih disertai nyeri hebat, diare berkepanjangan, atau perubahan pola buang air besar, segera lakukan pemeriksaan ke dokter agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani dengan tepat.







