Thursday, June 18, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Kemenekraf-OJK Teken MoU, Komitmen Pemerintah Jadikan Ekraf Mesin Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
25 April 2025
in Ekbis
Kemenekraf-OJK Teken MoU, Komitmen Pemerintah Jadikan Ekraf Mesin Pertumbuhan Ekonomi Nasional


Jakarta, Metapos.id – Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam acara Peluncuran OJK Infinity 2.0 yang diselenggarakan di Menara Radius Prawiro, Jakarta, Kamis, 24 April 2025.

BACA JUGA

Waralaba Carl’s Jr. Bangkrut, Puluhan Restoran Terancam Tutup

Pedagang Mengeluh Sepi Pembeli, Sektor Industri China Tetap Bersinar

OJK Infinity 2.0 menandai komitmen OJK dalam memperkuat dukungan terhadap ekosistem inovasi teknologi sektor keuangan (ITSK), termasuk sektor ekonomi kreatif yang selama ini belum sepenuhnya terlayani oleh sistem pembiayaan konvensional.

Dalam sambutannya, Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, mengatakan MoU ini menandai babak baru kolaborasi yang sangat strategis. Berdasarkan data yang ada, 11 tahun terakhir kontribusi sektor ekonomi kreatif dalam PDB Indonesia meningkat lebih dari 2 kali lipat pendapatan dan kini sudah mencapai lebih dari Rp1.500 triliun.

“Jumlah tenaga kerja dalam 11 tahun terakhir juga meningkat hampir 2 kali lipat, dari 14 juta orang pada 2023 menjadi lebih dari 26 juta orang pada akhir 2024 ini. Demikian juga dengan nilai ekspor produk kreatif pun melonjak dari 15 miliar US dollar tahun 2013, menjadi lebih dari 25 miliar US dollar di akhir tahun 2024. Jadi, dalam 5 tahun ke depan, pemerintah juga telah menargetkan kontribusi PBB sektor ekonomi kreatif mencapai 8%,” kata Menteri Ekraf Teuku Riefky.

Menteri Ekraf Teuku Riefky menambahkan sektor ini diharapkan menyerap tenaga kerja lebih dari 27 juta dan juga tumbuh sebagai motor eksport dan investasi nasional. “Ini adalah komitmen kolektif untuk menjadi ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional,” tegas Menteri Ekraf Teuku Riefky.

Penandatanganan ini menjadi tonggak penting kolaborasi lintas sektor dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif nasional melalui inovasi di bidang teknologi keuangan. Peluncuran ini merupakan hasil penjajakan antara Kemenekraf dengan OJK sejak 14 Januari hingga audiensi pada tanggal 23 Maret 2025.
Sebagai bentuk keseriusan pemerintah, dalam RPJMN 2025–2029, ekonomi kreatif ditargetkan berkontribusi hingga 8,4% terhadap PDB nasional dan menyerap lebih dari 27 juta tenaga kerja.

Hal ini sejalan dengan visi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam dokumen Asta Cita, yang menjadikan pengembangan ekonomi kreatif sebagai bagian dari transformasi ekonomi nasional berbasis inovasi dan teknologi.

Menteri Ekraf Teuku Riefky berharap semakin banyak pegiat kreatif yang bisa mengakses pendanaan, memonetisasi karya, dan naik kelas untuk berdaya saing global, lewat MoU ini.

“Selamat atas peluncuran Pusat Inovasi “OJK Infinity 2.0” Bersama kita dorong inovasi di sektor keuangan dan ekonomi kreatif, untuk menghadirkan dampak nyata bagi pegiat kreatif, pertumbuhan ekonomi nasional, dan kesejahteraan masyarakat. Karena kami percaya bahwa setiap karya layak dihargai, setiap inovasi pantas tumbuh, dan setiap insan kreatif harus mendapat ruang berkembang,” jelasnya.

Kolaborasi antara Kemenekraf dan OJK mencakup tiga pilar utama dari strategi ASTA EKRAF, yaitu Dana Ekraf, Sinergi Ekraf, dan Talenta Ekraf.

Melalui MoU ini, kedua pihak sepakat untuk menjalin kerja sama strategis dalam penyediaan dan pemanfaatan data dan informasi terkait sektor ekonomi kreatif dan sektor keuangan; pelaksanaan program literasi dan inklusi keuangan di sektor ekonomi kreatif dan sektor jasa keuangan; peningkatan kapasitas dan kompetensi SDM; pelaksanaan kajian dan riset bersama; serta kolaborasi lainnya dalam pengembangan sektor ekonomi kreatif dan sektor jasa keuangan. Sejumlah program turunan dari kerja sama ini juga mulai dijalankan sebagai bentuk implementasi nyata di lapangan.

Program-program tersebut antara lain meliputi program literasi keuangan dan roadshow ke berbagai daerah, penyelenggaraan Hackathon dan Accelerator Program untuk menjaring talenta digital, serta dukungan terhadap subsektor kreatif unggulan seperti gim, animasi, musik, dan kuliner.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, mengungkapkan hal ini sebagai salah satu dalam upaya mendukung ekonomi kreatif, serta dengan hal ini menargetkan perusahaan-perusahaan baru atau start-up dan UMKM.

“Kami melihat apa yang memang di butuhkan ekonomi atau industri kreatif yang saat ini tengah meningkat dengan mencatat potensi yang luar biasa untuk itu kita harus memperkuat agar dapat masuk kedalam ekosistem pembayaran rantai pasok yang utuh dengan melakukan penandatanganan kesepakatan,” jelas Mahendra.

Turut hadir dalam peluncuran tersebut, Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Wahyu Wijayanto, Direktur Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Deputi Ekonomi, Direktorat Jenderal Anggaran, Kementerian Keuangan, dan Diah Dwi Utami, Plt. Direktur Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Serta turut mendampingi Berikut penyuntingan kalimat dengan penulisan jabatan terlebih dahulu, kemudian nama orang:

Serta turut mendampingi Sekretaris Kementerian Ekonomi Kreatif Dessy Ruhati, Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Muhammad Neil El Himam, Staf Ahli Menteri Bidang Pendanaan dan Pembiayaan Restog Krisna Kusuma, Direktur Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan dan Investasi Anggara Hayun Anujuprana, Direktur Pengembangan Sistem Pemasaran dan Hubungan Kelembagaan Radi Manggala, Direktur Teknologi Digital Baru Dandy Yudha Feryawan, Direktur Gim Luat Sihombing, Kepala Biro Hukum, Sumber Daya Manusia dan Organisasi Moch. Nurul Huda, serta Kepala Biro Komunikasi Kiagoos Irvan Faisal.

Tags: KemenekrafMetapos.idOJK
Previous Post

Erick Thohir Siapkan Gudang BUMN untuk Tampung Beras Nasional

Next Post

Kemenekraf Yakin Musik Bisa Gaet Subsektor Ekraf Lain dan Serap Tenaga Kerja

Related Posts

Alasan Elon Musk Pilih Korea Selatan Ketimbang Taiwan untuk Bisnis AI
Ekbis

Waralaba Carl’s Jr. Bangkrut, Puluhan Restoran Terancam Tutup

18 June 2026
Pedagang Mengeluh Sepi Pembeli, Sektor Industri China Tetap Bersinar
Ekbis

Pedagang Mengeluh Sepi Pembeli, Sektor Industri China Tetap Bersinar

17 June 2026
Tugu Insurance Rayakan Panen Raya Hutan Adopsi Bersama Masyarakat Cianjur
Ekbis

Tugu Insurance Rayakan Panen Raya Hutan Adopsi Bersama Masyarakat Cianjur

17 June 2026
Harga BBM Nonsubsidi Naik, Pemerintah Susun Stimulus dan Bantuan Sosial
Ekbis

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Pemerintah Susun Stimulus dan Bantuan Sosial

16 June 2026
Harga BBM Nonsubsidi Naik, Pemerintah Susun Stimulus dan Bantuan Sosial
Ekbis

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Pemerintah Susun Stimulus dan Bantuan Sosial

16 June 2026
BEI dan IBCWE Dorong Penguatan Kepemimpinan Perempuan Melalui Sensus IDX200
Ekbis

BEI dan IBCWE Dorong Penguatan Kepemimpinan Perempuan Melalui Sensus IDX200

15 June 2026
Next Post
Kemenekraf Yakin Musik Bisa Gaet Subsektor Ekraf Lain dan Serap Tenaga Kerja

Kemenekraf Yakin Musik Bisa Gaet Subsektor Ekraf Lain dan Serap Tenaga Kerja

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini