Sunday, November 1, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Kelas Menengah Mulai Beralih ke Mode Survival, Pemerintahan Prabowo Harus Lakukan Apa?

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
28 September 2024
in Ekbis
Kelas Menengah Mulai Beralih ke Mode Survival, Pemerintahan Prabowo Harus Lakukan Apa?

Jakarta, Metapos.id – Kelas menengah selama ini dianggap sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia. Namun dalam data terakhir oleh LPS dan Riset Bank Mandiri, menunjukan tabungan masyarakat menurun disertai daya beli masyarakat menurun.

Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat mengatakan kondisi ini menunjukan bahwa kelas menengah Indonesia tampaknya mulai beralih ke mode survival.

BACA JUGA

BEI Percepat Reformasi Pasar Modal, Perkuat Transparansi demi Pertahankan Status Emerging Market

BEI Luncurkan IDX Commodity 20 sebagai Acuan Investasi Saham Komoditas

Meskipun demikian, sambung Achmad, penurunan tabungan di kelas menengah belum sebesar di kalangan bawah. Namun, dalam jangka panjang, pola ini dapat menjadi sinyal awal bahwa kelas menengah sedang berjuang untuk mempertahankan gaya hidup mereka.

“Mereka tidak lagi fokus pada konsumsi barang sekunder atau tersier seperti rekreasi atau hiburan, melainkan mengalihkan anggaran ke barang-barang esensial. Ini menjadi indikasi jelas bahwa mereka sedang berada dalam mode survival,” katanya dalam keterangan resmi, Jumat, 27 September.

Achmad mengatakan salah satu dampak yang paling mengkhawatirkan dari mode survival kelas menengah adalah ancaman bahwa mereka bisa turun ke kelompok rentan miskin.

“Jika tren ini terus berlanjut tanpa intervensi kebijakan yang signifikan, kita akan menyaksikan kemunduran ekonomi besar-besaran,” ucapnya.

Achmad mengatakan untuk menghindari potensi krisis lebih lanjut, beberapa langkah harus diambil pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Pertama, sambung Achmad, kebijakan perlindungan sosial yang tepat sasaran. Dia menjelaskan perlindungan sosial tidak hanya penting bagi masyarakat kelas bawah, tetapi juga bagi kelas menengah yang terancam turun kelas.

“Bantuan berupa subsidi pendidikan, kesehatan, dan energi yang lebih terjangkau dapat memberikan ruang bagi mereka untuk menjaga tabungan dan menghindari kondisi yang lebih buruk,” kelasnya.

Kedua, sambung dia, dukungan lapangan kerja. Menurut dia, pemerintah perlu mendorong kebijakan yang menciptakan lapangan kerja lebih banyak di sektor-sektor yang tumbuh, seperti teknologi dan ekonomi hijau.

“Ini akan mengurangi ketergantungan pada pekerjaan tradisional yang mungkin sedang mengalami penurunan,” ucapnya.

Terakhir, lanjut Achmad, program yang mendukung inovasi dan diversifikasi penghasilan. Di era digital ini, kelas menengah harus didorong untuk memanfaatkan peluang baru.

“Seperti kewirausahaan digital dan pekerjaan lepas, yang dapat meningkatkan pendapatan dan memberikan stabilitas keuangan di tengah ketidakpastian,” tuturnya.

Achmad menekankan mode survival yang kini dirasakan kelas menengah adalah alarm bagi semua pihak. Meskipun belum sebesar dampak yang dialami oleh kelas bawah, jika tidak ditangani dengan baik, kelas menengah bisa beralih menjadi kelompok rentan.

“Pada akhirnya memperlambat pemulihan ekonomi Indonesia. Kebijakan yang tepat dan terukur perlu diambil untuk memastikan bahwa kelas menengah dapat kembali berkontribusi secara optimal terhadap perekonomian, bukan sekadar bertahan hidup,” katanya.

Tags: Kelas menengahMetapos.idMode survivalPemerintahan prabowo
Previous Post

Sehatkan Kinerja, Waskita Karya Fokus Jalankan Proses Restrukturisasi

Next Post

BP Tapera Salurkan Rp708,31 Miliar untuk 4.036 Unit Rumah hingga 24 September 2024

Related Posts

Media Gathering Pasar Modal 2026
Ekbis

BEI Percepat Reformasi Pasar Modal, Perkuat Transparansi demi Pertahankan Status Emerging Market

31 October 2026
BEI Luncurkan IDX Commodity 20 sebagai Acuan Investasi Saham Komoditas
Ekbis

BEI Luncurkan IDX Commodity 20 sebagai Acuan Investasi Saham Komoditas

30 October 2026
Cristiano Ronaldo Kini Koleksi 985 Gol Sepanjang Karier
Ekbis

Konser Andrea Bocelli Dinilai Bisa Dongkrak Pariwisata Indonesia

30 October 2026
CIO Danantara Punya Kepemilikan Saham di Supra Sekuritas yang Disanksi
Ekbis

CIO Danantara Punya Kepemilikan Saham di Supra Sekuritas yang Disanksi

29 October 2026
Produksi Petrokimia Gresik Tembus 6,59 Juta Ton hingga September 2026
Ekbis

Produksi Petrokimia Gresik Tembus 6,59 Juta Ton hingga September 2026

29 October 2026
BUMA School Sertifikasi 170 Siswa SMK lewat BNSP
Ekbis

BUMA School Sertifikasi 170 Siswa SMK lewat BNSP

28 October 2026
Next Post
BP Tapera Siap Salurkan Rp12,12 Triliun Dana Rumah

BP Tapera Salurkan Rp708,31 Miliar untuk 4.036 Unit Rumah hingga 24 September 2024

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini