Metapos.id, Jakarta – Polisi mengungkap fakta terbaru dalam kasus penemuan 996 senapan di sebuah sekolah swasta di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Setelah dilakukan pendataan ulang, jumlah barang yang diamankan dipastikan mencapai 996 pucuk, bukan 995 seperti informasi sebelumnya.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 995 pucuk merupakan senapan angin, sedangkan satu pucuk lainnya adalah senjata api jenis Franchi SPAS-15 kaliber 12 GA. Senjata api itu kini menjadi fokus penyelidikan karena memiliki izin kepemilikan yang tercatat atas nama seseorang berinisial DS.
Hasil penelusuran Direktorat Intelkam Polda Metro Jaya mengungkap bahwa DS telah meninggal dunia pada 2020. Polisi kini mendalami bagaimana senjata tersebut masih berada di lokasi dan menelusuri kemungkinan adanya perpindahan kepemilikan maupun penyimpanan setelah pemiliknya wafat.
Seluruh senapan yang ditemukan telah diamankan sebagai barang bukti di gudang Subdit Wasendak Ditintelkam Polda Metro Jaya untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Kasus ini bermula ketika pihak sekolah membuka sebuah ruangan yang sebelumnya digunakan oleh mantan Ketua Pengurus Yayasan berinisial IWD untuk mengambil perlengkapan sekolah. Saat ruangan dibuka, petugas menemukan ratusan senapan beserta amunisi yang tersimpan di dalamnya.
Selain senapan, polisi juga menemukan dua linting ganja, satu bungkus sabu-sabu, serta sebuah boks berisi VCD bermuatan pornografi. Seluruh barang tersebut kini turut diamankan untuk didalami keterkaitannya dengan kasus yang sedang diselidiki.
Di sisi lain, kuasa hukum IWD menyatakan ratusan senapan angin tersebut merupakan milik PT Lokta Karya Perbakin dan diklaim memiliki izin resmi dari kepolisian. Menurutnya, peralatan itu disiapkan sebagai perlengkapan untuk kegiatan ekstrakurikuler menembak dan panahan di sekolah.
Namun, pihak yayasan membantah pernyataan tersebut. Kuasa hukum yayasan menyebut berdasarkan keterangan para guru, sekolah tidak pernah memiliki kegiatan ekstrakurikuler menembak. Pengurus yayasan yang baru juga mengaku baru mengetahui keberadaan ratusan senapan itu setelah ruangan dibuka dan langsung melaporkannya kepada kepolisian.
Hingga kini, Polda Metro Jaya masih menyelidiki asal-usul seluruh barang yang ditemukan, termasuk legalitas penyimpanan senjata serta pihak yang bertanggung jawab atas keberadaannya di lingkungan sekolah.







