Saturday, November 7, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Bulan Makin Jauh dari Bumi, Apa yang Akan Terjadi?

Aulia Fitrie by Aulia Fitrie
8 August 2026
in Tek & Oto
Bulan Makin Jauh dari Bumi, Apa yang Akan Terjadi?

Metapos.id, Jakarta – Bulan ternyata terus bergerak menjauh dari Bumi seiring berjalannya waktu. Fenomena astronomi ini terjadi secara perlahan dengan jarak rata-rata sekitar 3,8 sentimeter setiap tahun. 

Pergerakan tersebut berkaitan dengan interaksi gravitasi antara Bumi dan Bulan serta fenomena pasang surut air laut. Energi dari rotasi Bumi secara perlahan berpindah ke orbit Bulan sehingga membuat satelit alami tersebut bergerak semakin jauh.

BACA JUGA

Elon Musk Perluas Bisnis Starlink ke Jaringan Seluler 5G

Canva Pangkas 1.271 Karyawan dalam Perombakan Organisasi

Dampak lain dari proses ini berkaitan dengan kecepatan rotasi Bumi yang perlahan mengalami perubahan. Dalam jangka waktu yang sangat panjang, kondisi tersebut dapat membuat durasi satu hari di Bumi menjadi semakin panjang.

Perubahan jarak Bulan juga dapat memengaruhi fenomena gerhana Matahari di masa depan. Ketika Bulan semakin jauh, ukuran tampaknya di langit akan semakin kecil sehingga kemampuan Bulan menutupi Matahari saat gerhana total perlahan berkurang.

Para ilmuwan memperkirakan perubahan tersebut berlangsung dalam skala waktu yang sangat panjang dan tidak akan memberikan dampak besar terhadap kehidupan manusia saat ini. Namun, dalam ratusan juta tahun, perubahan posisi Bulan dapat membuat gerhana Matahari total menjadi semakin jarang. 

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara Bumi dan Bulan terus mengalami perubahan meskipun berlangsung sangat lambat. Jarak Bulan dari Bumi tidak bersifat tetap karena sistem keduanya terus berinteraksi melalui gaya gravitasi.

Sekitar 600 juta tahun lagi, kondisi Bulan diperkirakan sudah berubah cukup jauh sehingga Bumi tidak lagi mengalami gerhana Matahari total seperti yang dapat diamati saat ini. Perubahan tersebut menjadi salah satu gambaran bagaimana sistem tata surya terus berevolusi dalam rentang waktu yang sangat panjang. 

Bagi manusia saat ini, Bulan yang menjauh dari Bumi tidak perlu menjadi alasan untuk khawatir. Fenomena tersebut berlangsung sangat perlahan dan justru menjadi pengingat bahwa planet, satelit, serta benda langit lainnya terus bergerak dan berubah mengikuti hukum fisika.

Tags: astronomiBulan menjauhi Bumidampak Bulan menjauhGerhana MatahariHeadlinejarak Bulan dan BumiMetaposrotasi Bumi
Previous Post

Timnas Indonesia Tersingkir dari ASEAN Championship 2026, Erick Thohir: Kami Akan Evaluasi

Next Post

Kasus 996 Senapan di Sekolah Swasta Jaksel, Polisi Temukan Senpi Milik Orang yang Sudah Meninggal

Related Posts

Elon Musk Perluas Bisnis Starlink ke Jaringan Seluler 5G
Tek & Oto

Elon Musk Perluas Bisnis Starlink ke Jaringan Seluler 5G

6 November 2026
Canva Pangkas 1.271 Karyawan dalam Perombakan Organisasi
Tek & Oto

Canva Pangkas 1.271 Karyawan dalam Perombakan Organisasi

5 November 2026
Cedera Rahang Membaik, Emiliano Martinez Siap Kembali ke Chelsea
Tek & Oto

SpaceX Siapkan Puluhan Ribu Menara 5G di Amerika Serikat

5 November 2026
Waspada SMS of Death, Android Bisa Restart Terus-Menerus
Tek & Oto

Waspada SMS of Death, Android Bisa Restart Terus-Menerus

3 November 2026
Samsung dikabarkan akan menghadirkan kembali kamera bawah layar pada ponsel lipat terbarunya tahun depan, dengan tantangan kualitas foto selfie.
Tek & Oto

Kamera Tersembunyi Bakal Hadir di Galaxy Z Fold Terbaru

2 November 2026
Tiongkok menyiapkan misi pendaratan berawak di Bulan dengan skema dua peluncuran yang melibatkan Long March-10, Mengzhou, dan Lanyue.
Tek & Oto

Tiongkok Ungkap Strategi Dua Peluncuran ke Bulan

2 November 2026
Next Post
Kasus 996 Senapan di Sekolah Swasta Jaksel, Polisi Temukan Senpi Milik Orang yang Sudah Meninggal

Kasus 996 Senapan di Sekolah Swasta Jaksel, Polisi Temukan Senpi Milik Orang yang Sudah Meninggal

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini