Metapos.id, Jakarta – Peneliti keamanan siber Mark Blaszczyk menemukan celah keamanan baru pada perangkat Android yang dikenal sebagai SMS of Death. Serangan ini berpotensi melumpuhkan jaringan seluler hingga membuat ponsel terus-menerus melakukan restart atau mengalami bootloop.
Celah tersebut ditemukan pada perangkat dengan sistem operasi Android 12 ke atas di berbagai negara. Serangan memanfaatkan pesan WAP Push yang dikirim secara diam-diam dan diproses oleh sistem Android tanpa sepengetahuan pemilik perangkat.
Dilansir dari berbagai sumber, pesan tersebut dapat melewati kotak masuk dan notifikasi standar. Pesan langsung diproses di latar belakang oleh kerangka kerja telepon Android atau telephony framework, Selasa (03/11/2026).
Setelah diproses, serangan dapat mengganggu layanan seluler utama. Dampaknya, panggilan telepon yang sedang berlangsung, termasuk panggilan darurat, berpotensi terputus. Pengguna juga bisa kehilangan koneksi jaringan seluler untuk sementara waktu.
Risiko lebih serius muncul jika pelaku mengirimkan sekitar 20 pesan dalam waktu singkat. Perangkat dapat mengalami bootloop sehingga terus melakukan restart dan tidak bisa masuk ke sistem secara normal.
Dalam kondisi tertentu, ponsel bahkan berisiko mengalami bricking, yakni kondisi ketika perangkat tidak dapat digunakan. Pemulihannya bisa membutuhkan bantuan teknisi atau penanganan manual melalui komputer untuk menghapus berkas sistem yang rusak.
Hasil pengujian menunjukkan sejumlah perangkat populer, termasuk Google Pixel dan Samsung Galaxy, terdampak celah tersebut.
Google telah mengembangkan tambalan keamanan yang disertakan dalam pembaruan Oktober dan November untuk perangkat dengan Android 14 ke atas. Pembaruan ini memungkinkan sistem mengenali pesan berbahaya dan menghapusnya sebelum diproses.
Sementara itu, perangkat lama yang belum menerima tambalan keamanan masih berpotensi rentan. Pengguna disarankan segera memperbarui sistem operasi dan memasang pembaruan keamanan terbaru untuk mengurangi risiko serangan.







