Wednesday, November 4, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Air Laut Jadi Air Tawar di Jakarta? Pramono Ungkap Tahapannya

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
19 September 2026
in News
Air Laut Jadi Air Tawar di Jakarta? Pramono Ungkap Tahapannya

Metapos.id, Jakarta — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempertimbangkan penggunaan teknologi desalinasi sebagai salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan air bersih di tengah ancaman kekeringan.

Teknologi tersebut memungkinkan air laut atau air payau diproses sehingga dapat dimanfaatkan sebagai air tawar. Namun, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut ada infrastruktur yang perlu dipersiapkan terlebih dahulu.

BACA JUGA

Polri Ungkap Kasus Penyadapan, Listyo Sigit Jadi Tersangka

Heboh Kabar Jenderal Polri Diamankan Brimob, Nama Listyo Sigit Terseret Isu Penyadapan Istana

Menurut Pramono, pembangunan tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall menjadi salah satu langkah yang perlu didorong sebelum pengolahan air laut dilakukan dalam skala yang lebih besar.

“Untuk mengubah air laut menjadi air tawar dan bisa digunakan, maka salah satu hal adalah Giant Sea Wall-nya segera dimulai,” kata Pramono,” dikutip dari berbagai sumber, Sabtu (17/9/2026).

Pramono menjelaskan, keberadaan Giant Sea Wall berkaitan dengan ketersediaan pasokan air payau yang nantinya dapat diolah menjadi air tawar.

“Kalau itu bisa dilakukan, maka suplai untuk air payau atau air tawar untuk kebutuhan diolah menjadi air yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, dengan gampang Pemerintah DKI Jakarta melalui PAM Jaya, kami siap untuk melakukan itu,” ujar Pramono.

DPRD DKI Dorong Pemanfaatan Teknologi Desalinasi

Wacana pengolahan air laut tersebut sebelumnya disampaikan Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin. Ia meminta Pemprov DKI mulai mempersiapkan teknologi desalinasi sebagai langkah antisipasi apabila kekeringan berdampak pada ketersediaan air bersih.

Suhud menilai air laut dapat menjadi salah satu sumber yang diolah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat ketika pasokan air bersih menghadapi tekanan.

Ia juga menyebut teknologi desalinasi bukan hal yang sepenuhnya baru bagi Jakarta. Menurutnya, teknologi tersebut telah digunakan di wilayah Kepulauan Seribu sehingga penerapannya dapat dipertimbangkan untuk kebutuhan yang lebih luas.

“Di Kepulauan Seribu sudah ada desalinasi ya, mengubah air laut jadi air bersih, air tawar. Saya kira itu juga harus sudah mulai dicoba dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan Jakarta ini kekurangan air bersih gitu,” kata Suhud di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Suhud mengatakan ancaman kekeringan perlu mendapat perhatian karena kondisi tersebut berpotensi berlangsung cukup lama. Dampaknya pun dapat dirasakan masyarakat, terutama jika kebutuhan air bersih terus meningkat.

Karena itu, menurut dia, pemerintah perlu menyiapkan sejumlah langkah antisipasi sejak awal. Salah satunya dengan memanfaatkan sumber air yang berada di sekitar Jakarta.

Desalinasi dapat menjadi salah satu alternatif yang dipertimbangkan apabila kondisi kering berlangsung lebih panjang dan kebutuhan air bersih meningkat.

“Memang harus diantisipasi ya. Kemarin kan ada level awas dari BPBD. Nah saya kira ini harus disikapi serius karena kekeringan ini kan tidak bisa dihindari gitu lah, panjang,” ujar Suhud.

Jakarta Berstatus Awas Kekeringan

Pembahasan mengenai desalinasi muncul setelah adanya peringatan dini terkait kekeringan meteorologis di Jakarta.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta sebelumnya mengeluarkan peringatan mengenai kondisi tersebut. Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejumlah wilayah Jakarta berada dalam kategori Awas kekeringan pada Dasarian II atau periode 11-20 September 2026.

Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan perlunya langkah antisipasi terhadap ketersediaan air bersih di Ibu Kota.

Tags: Air lautAir TawarDesalinasiGiant Sea WallKekeringan JakartaMetapos.idPAM JayaPramono Anung
Previous Post

Zulhas Tegaskan PAN Tetap Bersama Prabowo di HUT ke-28

Next Post

23 Pemain Dipanggil ke Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Related Posts

Polri Ungkap Kasus Penyadapan, Listyo Sigit Jadi Tersangka
News

Polri Ungkap Kasus Penyadapan, Listyo Sigit Jadi Tersangka

3 November 2026
Heboh Kabar Jenderal Polri Diamankan Brimob, Nama Listyo Sigit Terseret Isu Penyadapan Istana
News

Heboh Kabar Jenderal Polri Diamankan Brimob, Nama Listyo Sigit Terseret Isu Penyadapan Istana

3 November 2026
Israel Perkuat Pertahanan di Tengah Pemilu Sela AS
News

Israel Perkuat Pertahanan di Tengah Pemilu Sela AS

3 November 2026
Netanyahu Dorong Serangan Iran, Trump Pilih Lanjutkan Negosiasi
News

Netanyahu Dorong Serangan Iran, Trump Pilih Lanjutkan Negosiasi

2 November 2026
Viral Dugaan Manipulasi Kadar Emas 24 Karat Jadi 16 Karat
News

Viral Dugaan Manipulasi Kadar Emas 24 Karat Jadi 16 Karat

31 October 2026
Pabrik BYD Subang Didatangi Ormas, Tuntut Serapan Tenaga Kerja Lokal
News

Pabrik BYD Subang Didatangi Ormas, Tuntut Serapan Tenaga Kerja Lokal

31 October 2026
Next Post
23 Pemain Dipanggil ke Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

23 Pemain Dipanggil ke Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini