Metapos.id, Jakarta – Grup co-ed K-pop KARD resmi mengumumkan akan mengakhiri aktivitas mereka sebagai grup setelah hampir satu dekade berkarier. Keputusan tersebut disampaikan DSP Media pada Minggu (6/7) melalui pernyataan resmi yang menyebut album terbaru dan tur dunia mendatang akan menjadi aktivitas terakhir KARD bersama.
Sebelum resmi berpisah, KARD akan merilis album studio penuh pertama bertajuk Where To Now? (Part.2): NOWHERE pada 28 Juli 2026. Setelah itu, BM, J.Seph, Somin, dan Jiwoo akan menjalani tur dunia sebagai penutup perjalanan grup.
DSP Media menjelaskan keputusan tersebut diambil setelah melalui diskusi panjang dengan seluruh anggota. Agensi berharap album dan tur terakhir ini dapat menjadi kenangan indah bagi para penggemar yang selama ini mendukung KARD.
“Setelah berdiskusi secara hati-hati dengan seluruh anggota, kami sepakat bahwa album dan tur dunia ini akan menjadi penutup perjalanan KARD sebagai grup,” tulis DSP Media dalam pernyataan resminya.
KARD dikenal sebagai salah satu grup campuran pria dan wanita yang langka di industri K-pop. Sejak debut pada 2017, mereka berhasil membangun basis penggemar internasional melalui lagu-lagu seperti Hola Hola, Don’t Recall, Bomb Bomb, Red Moon, dan Icky.
Selama berkarier, KARD lebih dulu meraih popularitas di luar Korea Selatan, terutama di Amerika Latin, Amerika Utara, dan Eropa. Konsep musik yang memadukan EDM, dancehall, hip-hop, dan pop menjadi identitas yang membedakan mereka dari grup K-pop lainnya.
Meski aktivitas grup akan berakhir, DSP Media menyampaikan para anggota akan melanjutkan perjalanan mereka sebagai individu di berbagai bidang. Agensi juga meminta penggemar tetap memberikan dukungan kepada BM, J.Seph, Somin, dan Jiwoo pada babak baru karier mereka.
Pengumuman pembubaran KARD mengejutkan banyak penggemar di seluruh dunia, terutama karena disampaikan menjelang perilisan album penuh pertama mereka. Album dan tur dunia terakhir tersebut pun diperkirakan akan menjadi momen perpisahan emosional antara KARD dan HIDDEN KARD yang telah menemani perjalanan grup selama hampir 10 tahun.







